Studi tentang kompetensi inti guru mata pelajaran di SMP Katolik Oanti Parama Pandaan / Nosa Mas Agung

Agung, Nosa Mas (2016) Studi tentang kompetensi inti guru mata pelajaran di SMP Katolik Oanti Parama Pandaan / Nosa Mas Agung. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Agung, Nosa Mas. 2016. Studi Tentang Kompetensi Inti Guru Mata Pelajaran di SMP Katolik Panti Parama Pandaan. Skripsi, Jurusan Teknologi Pendidikan FakultasIlmuPendidikanUniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Sulthoni, M.Pd, (II) Dra. Susilaningsih,M.Pd. Kata Kunci:Standar Kompetensi Guru, Kompetensi Inti Guru, Guru Mata Pelajaran. Sebagai seorang guru yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar demi mencerdaskan bangsa, guru tidak cukup hanya dengan memberikan pengetahuan teoritis saja kepada peserta didik, tetapi juga dengan memberikan contoh sikap teladan yang baik dan keterampilan yang lain demi menunjang proses pembelajaran. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas saja, tetapi di luar kelas, guru juga menunjukan suatu kewibawaan dan bersikap terbuka terhadap siapa saja. Hal itu semua dijadikan sebagai suatu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Tujuan yang ingin dicapai penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan tentang tingkat ketercapaian standar kompetensi guru bagi guru mata pelajaran di SMP Katolik Panti Parama Pandaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif persentase. Subjek penelitian ini yaitu seluruh guru mata pelajaran SMP Katolik Panti Parama yang berjumlah 9 orang. Lokasi penelitian di SMP Katolik Panti Parama, Pandaan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah panduan observasi dari instrumen standar yang sudah ditentukan yaitu dari Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh guru mata pelajaran dapat mencapai kompetensi guru sesuai dengan standar kompetensi guru pada tingkat kategori sangat memuaskan dengan jumlah rata-rata persentase yaitu 80,9%. Persentase tertinggi yang dicapai oleh guru adalah 84,1% dan persentase terendah yang dicapai guru adalah 71,6%. Pada kompetensi pedagodik, nilai skala tertinggi yang dicapai adalah 41 dan nilai skala terendah yang dicapai adalah 33. Pada kompetensi kepribadian, nilai skala tertinggi yang dicapai adalah 24 dan nilai skala terendah yang dicapai 20. Pada kompetensi sosial, nilai skala tertinggi yang dicapai adalah 18 dan nilai skala terendah yang dicapai adalah 17. Pada kompetensi profesional, nilai skala tertinggi yang dicapai adalah 20 dan nilai skala terendah yang dicapai adalah 16. Dalam kompetensi pedagodik, seluruh guru telah mencapai kompetensi dengan baik dengan menunjukkan dapat menguasai karakteristik peserta didik, teori belajar, dan prinsip-prinsip pembelajaran, dapat mengembangkan kurikulum mata pelajaran yang diampu, dan mengevaluasi pembelajaran. Hampir seluruh guru menunjukkan kompetensi kepribadian sebagai seorang guru yang baik dengan mampu menampilkan pribadi yang jujur, berakhlak mulia, teladan, mantap, arif, berwibawa, dan taat dalam norma-norma yang berlaku di dalam masyarakat. Dan senantiasa menunjukkan etos kerja, tanggung jawab, serta menjunjung kode etik profesi guru. Dalam kompetensi sosial,seluruh guru mencapai kompetensi dengan baik dengan menunjukkan mampu bersikap inklusif, objektif, serta tidak diskriminatif kepada siapapun baik kepada peserta didik, kepada sesama seprofesi guru, maupun dengan masyarakat sekitar. Dalam kompetensi profesional, setiap guru mencapai kompetensi dengan baik dengan menunjukkan dapat menguasai materi, struktur, konsep, pola pikir keilmuan, standar kompetensi dasar sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya, sehingga materi mata pelajaran yang disampaikan tidak melenceng dari kurikulum dan sesuai kebutuhan peserta didik. Saran penelitian ini yaitu: (1) Bagi Kepala SMP Katolik Panti Parama Pandaan, untuk meningkatkan kompetensi yang dimiliki oleh para guru, perlu adanya peningkatan mutu guru baik melalui diklat-diklat, sertifikasi, studi banding, dan sebagainya. (2) Bagi guru-guru mata pelajaran, dalam pembelajaran, perlu adanya penggunaan metode-metode, media pembelajaran atau strategi yang baru dalam pembelajaran sehingga peserta didik lebih bersemangat dalam belajar. (3) Bagi peneliti lain yang tertarik untuk mengembangkan penelitian ini, disarankan untuk yang menjadi observer tidak hanya peneliti itu sendiri tetapi juga melibatkan orang lain seperti kepala sekolah untuk mengobserver kompetensi guru sehingga hasil lebih akurat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) > S1 Teknologi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 Oct 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/648

Actions (login required)

View Item View Item