Pengembangan model pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kemandirian santri di pondok pesantren tradidional (salafiyah) (studi pada Pondok Pesantren Salafiyah Al-Azhar Kec. Wajak Kab. Malang) / Madziatul Churiyah

Churiyah, Madziatul (2015) Pengembangan model pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal untuk meningkatkan kemandirian santri di pondok pesantren tradidional (salafiyah) (studi pada Pondok Pesantren Salafiyah Al-Azhar Kec. Wajak Kab. Malang) / Madziatul Churiyah. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kabupaten Malang merupakan kabupaten yang memiliki pondok pesantren terbanyak di Indonesia, sampai akhir tahun 2012 jumlahnya mencapai kurang lebih 630 pesantren dan 60% merupakan pondok pesantren salafiyah (tradisional), yang mempunyai ciri khas kitab klasik dan metode pengajarannya. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Salafiyah Al-Azhar Kec. Wajak Kab. Malang, yang mempunyai santri dari keluarga yang tidak mampu (dhuafa/ fakir miskin) dari daerah sekitar Kec. Wajak. Selain ilmu agama santri dibekali ilmu kewirausahaan dengan harapan setelah lulus dari pesantren santri mampu mandiri. Pesantren ini juga mempunyai keunikan dalam membelajarkan santrinya tentang kemasyarakatan yaitu santri pada tingkat 3 atau tingkat lanjut yang disebut juga ÔÇ£UlyaÔÇØ wajib tinggal di masyarakat sekitar pesantren selama 2 bulan. Sehingga perlu ada pembelajaran kewirausahaan untuk santri yang nantinya bermanfaat untuk santri juga bermanfaat untuk membelajarkan kepada masyarakat. Tentunya ketrampilan kewirausahaan yang dilatihkan kepada santri harus sesuai dengan kondisi atau potensi lokal yang ada di masyarakat. Pembelajaran ini dikenal dengan pembelajaran kewirausahaan sosial (social entrepreneurship). Tujuan penelitian secara rinci adalah (1) Mendeskripsikan kewirausahaan sosial dan potensi lokal di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Azhar Wajak Kab. Malang, (2) Menghasilkan model pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal yang telah melalui validasi ahli pembelajan, ahli materi dan pengguna, (3) Mengimplementasikan pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal pada kelompok kecil dan kelompok besar, (4) Mengukur efektivitas pelaksanaan pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal dalam meningkatkan kemandirian santri di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Azhar Wajak Kab. Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang dikembangkan oleh Rives (2006). Model yang sudah dikembangkan divalidasi oleh 3 tim ahli yaitu ahli pembelajaran, ahli materi dan ahli pesantren (pengguna). Uji coba produk dilakukan skala kecil dan uji coba skala besar, dengan desain one group pretest posttest. Jenis data terdiri dari 4 yaitu data hasil penelitian awal, data hasil pengembangan produk, data hasil implementasi produk, dan data kemandirian santri.Tekhnik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan kuantitatif. Analisis kuantitatif menggunakan uji t berpasangan, yang dianalisis dengan bantuan SPSS 18 for windows. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pelaksanaan kewirausahaan sosial di pesantren Al_azhar merupakan program inti di pesantren yang bertujuan meningkatkan ketrampilan santri juga membekali santri saat mereka magang di masyarakat. Pesantren Al-Azhar memiliki potensi lokal yang terdiri dari potensi sumber daya alam, potensi sumber daya manusia, dan potensi budaya. Potensi alam berupa wilayah yang terletak di lereng gunung semeru maka daerah ini merupakan daerah agraris, selain padi tanaman mendong juga menjadi produk unggulan Kec. Wajak, serta budi daya ikan tawar. Potensi SDM di pesantren merupakan santri yang berusia antara 11 hingga 25 tahun dengan pendidikan belajar ilmu-ilmu agama dari kitab-kitab klasik dengan metode bandongan dan wetonan. Potensi budaya, pesantren sebagai pusat budaya umat Islam masih terjaga kemurniannya, budaya pesantren yang diterapkan merupakan perwujudan dari pelaksanaan Al_QurÔÇÖan dan Hadits. (2) Pengembangan produk berupa model pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal dikembangkan dengan menggunakan model partisipatif sepuluh langkah. Pengembangan produk sudah melalui proses validasi tiga ahli yaitu ahli materi, ahli pembelajaran, dan pengguna (pesantren) yang ketiganya menunjukkan skor yang tinggi dengan kualifikasi sangat baik. (3) Implementasi model pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal dilakukan pada uji coba kelompok kecil kepada santri yang berjumlah 12 santri, dan kelompok besar yang berjumlah 42 santri. Pada uji coba kelompok besar ada 5 aspek yang akan dinilai yaitu ranah kognitif (pretest dan post test), ranah afektif, ranah psikomotorik, penilaian produktivitas pembelajaran, dan penilaian efektivitas & efisiensi pembelajaran. Hasil 5 penilaian tersebut rata-rata menunjukkan skor yang tinggi. (4) Kemandirian santri sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal dari hasil analisis uji t diperoleh nilai t= 46.221 dengan sig 0.000, maka ada perbedaan yang signifikan kemandirian santri sebelum dan sesudah pembelajaran, artinya pembelajaran ini dapat meningkatkan kemandirian santri. Saran dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal ini bisa dimanfaatkan khususnya untuk pesantren Al-Azhar dalam rangka mengembangkan program kewirausahaan sosial yang sudah berjalan serta pesantren-pesantren lain pada umumnya yang mempunyai program kewirausahaan namun belum berjalan dengan maksimal. Model ini bisa kembangkan lebih lanjut oleh pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama kab/kota/provinsi sebagai salah satu pedoman penyelenggaraan program pendidikan kewirausahaan di pesantrenn di wilayahnya. Hasil penelitian ini perlu dilaksanakan penelitian lanjutan yang lebih mendasar terkait dengan aplikasi pengembangan kewirausahaan sosial berbasis potensi lokal di pesantren. Diharapkan dengan berbagai penelitian yang dilakukan dapat memperkaya khazanah empiris dan teoritis bagi pengembangan kewirausahaan sosial. Hasil temuan yang dikembangkan dalam penelitian ini tidak untuk digeneralisasikan kepada semua kalangan, akan tetapi dapat juga menjadi bahan acuan pada kelompok yang memiliki kesamaan karakteristik baik dari segi peserta, materi ajar yang dikembangkan, maupun integrasi potensi lokal yang terdapat di lingkungan yang akan diteliti.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ekonomi (FE) > Jurusan Ekonomi Pembangunan (EKP) > S3 Pendidikan Ekonomi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 05 Feb 2015 04:29
Last Modified: 09 Sep 2015 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64799

Actions (login required)

View Item View Item