Pelaksanaan kurikulum muatan lokal PKLH (Pendidikan Kebersihan dan Lingkungan Hidup) di Sekolah Dasar Negeri 01 Balikpapan / Yesti Dwi Puranamasari

Puranamasari, Yesti Dwi (2016) Pelaksanaan kurikulum muatan lokal PKLH (Pendidikan Kebersihan dan Lingkungan Hidup) di Sekolah Dasar Negeri 01 Balikpapan / Yesti Dwi Puranamasari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Purnamasari, Yesti Dwi. 2016. Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal PKLH di SDN 01 Balikpapan. Skripsi. Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Zainul Abidin, M.Pd, (II) Arafah Husna, S.Pd, M.Med.Kom. Kata Kunci: Pelaksanaan, PKLH, Kurikulum Muatan Lokal. Persoalan krisis karakter cinta lingkungan atau hidup bersih saat ini sangat memprihatinkan. Sumber daya alam merupakan salah satu warisan karakter bangsa Indonesia yang perlu dilestarikan. Oleh sebab itu, salah satu alternatif yang bersifat preventif adalah mengembangkan kualitas budaya dan karakter bangsa melalui jalur pendidikan muatan lokal. Pendidikan muatan lokal sesuai ketetapan daerah di pelbagai lembaga sekolah memiliki karakteristik budaya dan kultural masing-masing. Namun, kebijakan baru terkait Kurikulum KTSP disempurnakan ke dalam Kurikulum 2013, berdampak pada pembelajaran muatan lokal setiap sekolah. SDN 01 Balikpapan merupakan salah satu sekolah unggulan berbasis lingkungan Adiwiyata di Balikpapan dan masih menggunakan Muatan Lokal PKLH. Berdasarkan penjabaran tersebut, bagaimanakah perencanaan dan pembelajaran program Muatan Lokal PKLH dilaksanakan sesuai dengan pedoman pengembangan kurikulum Muatan Lokal. Serta bagaimanakah bentuk usaha yang dilakukan untuk melestarkan Program PKLH. Oleh sebab itu, diperlukan penelitian mengenai pelaksanaan kurikulum Muatan Lokal PKLH di SDN 01 Balikpapan. Penelitian ini mencakup aspek perencanaan, pembelajaran dan usaha-usaha pelestarian Program PKLH di SDN 01 Balikpapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan interpretasi data bersifat kualitatif serta data kuantitatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2012 sampai bulan Februari 2013. Populasi dan sampel sebagai sumber data adalah kepala sekolah, guru waka kurikulum, guru Muatan Lokal PKLH dan siswa kelas VA, kelas VB dan siswa kelas Vc di SDN 01 Balikpapan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, pedoman wawancara, angket/kuestioner dan dokumentasi. Analisis data dimulai dari reduksi data, selanjutnya penyajian data sampai dengan keabsahan data menggunakan teknik pemeriksaan dan Tringulasi sebagai penarik kesimpulan dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian tahap perencanaan kurikulum Muatan Lokal PKLH dilakukan oleh diknas provinsi dan tim ahli dari pihak stakeholder terkait. Maka secara keseluruhan sudah memenuhi ketentuan pengembangan muatan lokal. Pada tahap Program PKLH, perencanaan program disusun sesuai pedoman pengembangan kurikulum Muatan Lokal berbasis KTSP. Dikarenakan Muatan Lokal PKLH diputuskan oleh Walikota bahwa muatan lokal wajib di Kota Balikpapan. Sedangkan pada tahap pembelajaran muatan lokal di SDN 01 Balikpapan berdiri sendiri, perencanaan silabus dan perangkat kurikulum lainnya diadaptasikan dalam pembelajaran di kelas. Selanjutnya penyusunan RPP dapat dikembangkan secara mandiri oleh guru Muatan Lokal PKLH sesuai kondisional sekolah. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran, masih terdapat kekurangan pada keterampilan mengajar dan mengelola kelas. Pembagian kelompok belajar siswa di dalam kelas berjumlah lebih banyak daripada kelompok belajar siswa di luar kelas. Guru menyampaikan materi PKLH lebih tekstual kelompok belajar di dalam kelas daripada kelompok belajar siswa di luar kelas lebih kontesktual. Sehingga, sebagian besar siswa tidak kondusif dan konsentrasi belajar tertuju pada pembelajaran PKLH khususnya praktek di luar kelas. Pada kegiatan penutup pembelajaran, guru tidak menyampaikan keterkaitan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang sudah dipelajari dengan materi selanjutnya. Pada tahap hasil pembelajaran penilaian dari segi afektif, kognitif, dan psikomotorik sudah sesuai dengan pengembangan muatan lokal. Sedangkan tahap tindak lanjut, siswa yang tidak mencapai SKL dengan nilai kriteria ketuntasan 70, mendapatkan penugasan PR atau pekerjaan rumah membuat produk hasil karya sebagai perbaikan untuk proses pembelajaran selanjutnya. Pada tahap program usaha pelestarian PKLH, pelaksanaan rutinitas program ÔÇ£Sabtu bersihÔÇØ setiap akhir pekan. Pada tahap hasil usaha pelestarian Program PKLH adalah siswa mampu menerapkan perilaku dan pola hidup bersih di lingkungan sekitarnya. Namun, struktur kepengurusan internal dan tim penanggung jawab untuk program tersebut belum dibentuk. Dikarenakan belum ada perkembangan surat keputusan dari diknas provinsi. Sebelumnya SDN 01 Balikpapan telah mengikuti program Adipura diknas provinsi meliputi kegiatan kerja bakti sosial siswa di pantai dan fasilitas umum di pasar kota. Kegiatan tersebut didokumentasikan sebagai pencapaian keberhasilan program luar sekolah. Saran bagi sekolah, sebaiknya pada pelaksanaan kurikulum Muatan Lokal PKLH perlu bekerjasama dengan seluruh pihak (baik dari pihak diknas dan stakeholder terkait serta seluruh warga sekolah) mengembangkan dan mengevaluasi setiap periode sesuai dengan kemampuan siswa. Mengingat pentingnya pembelajaran Muatan Lokal PKLH sejak dini sebagai pembekalan wawasan dan pengetahuan terkait karakteristik daerah saat ini selain mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan sekitarnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) > S1 Teknologi Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 10 Oct 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/645

Actions (login required)

View Item View Item