Retorika dalam diskusi kelas / Eva Eri Dia

Dia, Eva Eri (2018) Retorika dalam diskusi kelas / Eva Eri Dia. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Dia, Eva Eri. 2018. Retorika dalam Diskusi Kelas.Doktor. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Promotor (1) Prof. Dr. Suyono, M.Pd., Ko-Promotor I (2) Dr. Widodo Hs., M.Pd., Ko-Promotor II (3) Dr. Sunaryo H.S., S.H., M.Hum. Kata Kunci: retorika, piranti, pola, diskusi. Karakteristik bahasa mahasiswa dalam interaksi lisan perkuliahan dipengaruhi latar belakang sosial, pajanan bahasa dalam kelas, dan strategi yang digunakan oleh dosen. Strategi yang berpusat pada dosen dan strategi yang berpusat pada mahasiswa memiliki implikasi yang berbeda bagi proses pembelajaran di kelas. Strategi yang berpusat pada dosen memberikan kesempatan yang terbatas kepada mahasiswa untuk menggunakan fungsi bahasa. Sebaliknya, strategi yang berpusat pada mahasiswa memberikan kesempatan lebih banyak pada mahasiswa untuk melaksanakan pemilihan serta penggunaan kata (diksi) dan kalimat yang bervariasi serta kompleks. Dalam perkuliahan, mahasiswa diberi kesempatan lebih banyak untuk melakukan percakapan. Perrcakapan dalam hal ini terkait model diskusi sebagai strategi dalam proses pembelajaran. Diskusi diterapkan di perguruan tinggi tidak terlepas dari peran dosen dalam pengelolaan kelas pada proses pembelajaran. Kegiatan diskusi kelas dipilih dosen untuk melatih mahasiswa dalam berpikir kritis. Pemerian masalah penelitian ini didasarkan pada konteks atau faktor penenti interaksi, yaitu antara mahasiswa dengan mahasiswa, pola pertanyaan dengan jawaban, dan simpul dan asumsi kedua pihak. Penggunaan bahasa Indonesia dalam komunikasi antarmahasiswa dikaji dalam ranah retorika, karena dipandang sebagai fakta retorika. Penelitian ini dilaksanakan dengan tiga fokus, yakni piranti retorika, pola retorika, dan strategi retorika dalam diskusi kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan nonpartisipan, pencatatan (perekaman), dan dokumentasi. Data berupa paparan verbal lisan yang kemudian ditranskripsi menjadi data verbal tulis. Data yang diperoleh selanjutnya disegmentasi, diklasifikasi sesuai dengan kepentingan fokus penelitian. Pada teknik dokumentasi, peneliti melakukan proses perekaman selama diskusi berlangsung. Proses perekaman ini menggunakan jenis perekaman suara. Penentuan jenis perekaman ini dilakukan untuk menjaga suasana diskusi kelas yang berjalan normal tanpa terganggu dengan kehadiran peneliti. Sesuai dengan tahapan-tahapan analaisis korpus data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu meliputi tahap: (1) pengkodean dan reduksi data, (2) analisis data, dan (3) inferensi dan verifikasi. Instrumen pemandu analisis yang disiapkan meliputi: (1) panduan kodifikasi korpus data, (2) panduan analisis korpus data, dan (3) panduan inferensi. Penganalisisan data pada penelitian ini terdiri dari tahap, yaitu menyiapkan dan mengorganisasikan data, mereduksi data, dan menyajikan data. Berdasarkan hasil analisis diperoleh tiga temuan seperti berikut. Piranti retorika, ada tiga unsur yaitu logika, gaya bahasa, dan etika. Logika dalam hal ini dibagi menjadi empat, yaitu silogisme, analisis, generalisasi, dan hubungan kausal. Adapun gaya bahasa sebagai piranti logika ditemukan empat aspek, yaitu berdasarkan pilihan kata, nada, struktur kalimat, dan langsung tidaknya makna. Dalam pilihan kata terdapat gaya bahasa resmi, gaya bahasa tidak resmi, dan gaya bahasa percakapan. Gaya bahasa berdasarkan nada dibagi menjadi tiga bagian, yaitu gaya bahasa nada sederhana, gaya bahasa nada mulia, dan gaya bahasa nada menengah. Gaya bahasa berdasarkan struktur kalimat ditemukan adanya gaya bahasa klimaks, dan pararelisme. Sedangkan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna terdapat gaya bahasa retoris. Pada subbagian ketiga, yaitu tentang etika bertutur dalam diskusi kelas, meliputi maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan, maksim kesimpatisan, maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, dan maksim penghargaan. Proses analisis dan pembahasannya dibagi menjadi tiga bagian yaitu retorika penuh, retorika sebagian, dan retorika sedikit. Dalam diskusi kelas ditemukan penggunaan unsur retorika penuh (lengkap), sebagian (2-3 unsur), dan sedikit atau terbatas (1-2 unsur). Pada hasil analisis yang kedua, yaitu tentang pola retorika, ditemukan dua pokok, yaitu pola penalaran, dan pola argumentasi. Dalam pola penalaran dibagi menjadi tiga yaitu deskriptif, induktif, dan campuran. Pola penalaran deskriptif merupakan pola yang gagasan utama ada di awal paragraf, sedangakan induktif gagasan utama ada di akhir paragraf, lalu campuran gagasan utama ada di dua tempat yaitu awal dan akhir paragraf. Pada pola argumentasi dibahas dua pola, yaitu top down, dan bottom up. Strategi dalam retorika diskusi kelas ditemukan dalam dua kategori, yakni strategis bertanya dan strategi menjawab. Pada strategi bertanya dan diskusi kelas dapat diklasifikasi dalam empat rumus. Pertama, uraian+pertanyaan+partikal-kah terdapat pada tuturan audiens dan penanya. Kedua, uraian+pertanyaan+penjelasan terdapat pada tuturan dosen. Ketiga, pertanyaan+uraian terdapat pada tuturan penanya. Keempat, pertanyaan+penjelasan+pertanyaan terdapat pada tuturan penanya. Adapun pada strategi menjawab dalam diskusi kelas terdapat dua strategi, yaitu strategi jawaban langsung terdapat pada tuturan penjawab dan strategi jawaban tidaknya langsung terdapat pada tuturan penjawab.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S3 Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 Dec 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64348

Actions (login required)

View Item View Item