Pengembangan bahan ajar membaca kritis berbasis intervensi responsif dengan multimedia / Endah Tri Priyatni

Priyatni, Endah Tri (2011) Pengembangan bahan ajar membaca kritis berbasis intervensi responsif dengan multimedia / Endah Tri Priyatni. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, membaca kritis, intervensi responsif, dan multimedia. Membaca kritis yang menekankan penggunaan keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan esensial bagi mahasiswa. Mahasiswa memerlukan keterampilan membaca kritis untuk memperoleh dan mengintegrasikan pengetahuan, memperluas dan memperdalam pengetahuan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan, dan menerapkan keterampilan membaca kritis dalam tugas yang bermakna. Akan tetapi, belum banyak lembaga pendidikan tinggi yang mengembangkan keterampilan membaca kritis secara intensif. Salah satu faktor penyebabnya adalah belum tersedianya bahan ajar membaca kritis yang sesuai dengan level kemampuan dan bidang ilmu yang ditekuni mahasiswa, serta dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis mahasiswa. Sejalan dengan uraian di atas, penelitian ini bertujuan (1) mengembangkan program kegiatan membaca kritis yang terintegrasi dengan program intervensi responsifnya untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis mahasiswa S1 jurusan/prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dalam paket multimedia dan (2) mengkaji efektivitas produk dalam meningkatkan keterampilan membaca kritis mahasiswa S1 jurusan/prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Untuk mencapai tujuan di atas, digunakan desain penelitian pengembangan yang diadaptasi dari model Recursive, Reflective Design and Development (R2D2). Ada dua fokus dalam pengembangan ini, yaitu fokus penetapan dan fokus penentuan desain dan pengembangan. Pada fokus penetapan, dilakukan penetapan spesifikasi produk dan penetapan tim partisipatif. Pada fokus penen-tuan desain dan pengembangan, dilakukan (1) penentuan desain dan pengem-bangan program kegiatan membaca kritis, (2) penentuan desain dan pengembangan program intervensi responsif, (3) uji coba produk, (4) telaah ahli dan praktisi, dan 5) uji efektivitas produk. Uji efektivitas produk dilakukan untuk melihat efektivitas produk dalam peningkatan kemampuan membaca kritis mahasiswa, menggunakan rancangan praeksperimen dengan pretes-postes kelom-pok tunggal (tanpa kelompok kontrol). Data uji coba produk dan telaah ahli dan praktisi berupa data kualitatif sedangkan data uji efektivitas produk berupa data kuantitatif. Analisis data kualitatif dilakukan dengan teknik analisis domain dengan prinsip kritis dan reflektif, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan SPSS 16,0 for windows. Pengembangan ini telah menghasilkan produk berupa program kegiatan membaca kritis yang terintegrasi dengan program intervensi responsifnya dan dikemas dalam paket multimedia. Program kegiatan membaca kritis memuat delapan kegiatan, yaitu kegiatan membaca kritis 1 sampai dengan 8. Pada kegiatan 1 disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) menentukan isu pokok dan (2) menentukan tujuan. Pada kegiatan 2, disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) menentukan substansi/isi teks yang dibaca dan (2) mengintegrasikan substansi/isi esensial teks yang telah ditemukan. Pada kegiatan 3, disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) mengaitkan butir-butir informasi esensial yang telah ditemukan agar mudah disimpan dalam ingatan jangka panjang dan (2) menambahkan informasi pada informasi esensial yang telah ditemukan agar mudah dipanggil kembali. Pada kegiatan 4, disajikan kegiatan untuk meningkatkan empat keterampilan pokok, yaitu (1) membandingkan, (2) mengklasifikasi, (3) mengurutkan, dan (4) merepresentasikan. Pada kegiatan 5, disajikan kegiatan untuk meningkatkan empat keterampilan pokok, yaitu (1) mengidentifikasi atribut dan komponen, (2) mengidentifikasi pola-pola dan hubungannya, (3) mengidentifikasi ide pokok, dan (4) mengidentifikasi kesalah-an. Pada kegiatan 6, disajikan kegiatan untuk meningkatkan tiga keterampilan pokok, yaitu (1) menyimpulkan, (2) memprediksi, dan (3) mengelaborasi. Pada kegiatan 7, disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) membuat ringkasan dan (2) merekonstruksi. Pada kegiatan 8, disajikan kegiatan untuk meningkatkan dua keterampilan pokok, yaitu (1) menetapkan kriteria dan (2) memverifikasi. Kedelapan kegiatan yang dikembangkan tersebut bersifat continuum (suatu rangkaian yang merupakan satu kesatuan) dan kedelapan kegiatan tersebut diperlukan oleh seorang pembaca kritis agar dapat menentukan isi/informasi umum dari teks yang dibaca, mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi, mengolah informasi secara kritis untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh atas isi bacaan, mengklarifikasi kebenaran isi informasi, mengintegrasikan informasi, dan memberikan penilaian atas gagasan penulisnya. Program kegiatan membaca kritis yang telah dihasilkan tersebut terintegrasi dengan program intervensi responsifnya. Ada tiga hal yang dikembangkan dalam program intervensi responsif, yaitu (1) konsep-konsep teoretis tentang delapan keterampilan berpikir yang ditingkatkan dalam membaca kritis, (2) praktik membaca kritis, dan (3) penjelasan istilah-istilah teknis. Seluruh program intervensi responsif yang dikembangkan difungsikan sebagai program remedial untuk mengoptimalkan penguasaan keterampilan membaca kritis. Produk hasil pengembangan ini telah diuji efektivitasnya dengan uji t sampel berpasangan. Dari hasil statistik uji beda terhadap seluruh aspek keterampilan membaca kritis menunjukkan bahwa penggunaan bahan ajar membaca kritis berbasis intervensi responsif dengan multimedia dalam pembelajaran membaca kritis mampu meningkatkan kemampuan membaca kritis mahasiswa. Hasil uji coba dan angket mahasiswa juga menunjukkan keunggulan produk ini. Produk ini mampu menumbuhkan antusiasme dan gairah belajar mahasiswa. Di sisi lain, produk dalam paket multimedia ini juga memiliki kelemahanan bawaan, yaitu kurang sesuai digunakan untuk melaksanakan pem-belajaran kolaboratif yang multiarah dan dari hasil statistik uji beda per aspek keterampilan menunjukkan bahwa produk ini belum mampu meningkatkan satu aspek keterampilan membaca kritis, yaitu keterampilan menggeneralisasi. Sejalan dengan hal tersebut, produk ini perlu dikembangkan lebih lanjut dan perlu disosialisasikan kepada pihak terkait, khususnya para pengampu matakuliah membaca.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S3 Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 Oct 2011 04:29
Last Modified: 09 Sep 2011 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64252

Actions (login required)

View Item View Item