Strategi pemimpin dalam membangun budaya organisasi untuk meraih keunggulan kompetitif (studi multikasus di Universitas Anak Bangsa, Universitas Anak Persada, dan Universitas Anak Negeri) / Budi Haryanto

Haryanto, Budi (2019) Strategi pemimpin dalam membangun budaya organisasi untuk meraih keunggulan kompetitif (studi multikasus di Universitas Anak Bangsa, Universitas Anak Persada, dan Universitas Anak Negeri) / Budi Haryanto. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v ABSTRAK Budi Haryanto. 2018. Strategi Pemimpin dalam Membangun Budaya Organisasi untuk Meraih Keunggulan Kompettif (Studi Multikasus di Universitas Anak Bangsa, Universitas Anak Persada, dan Universitas Anak Negeri). Disertasi. Program Stdi Manajemen Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., (II) Prof. Dr. I Nyoman S. Degeng, M.Pd., (III) Dr. H. A. Supriyanto, M.Pd., M.Si. Keywords: strategi pemimpin, membangun budaya organisasi, keunggulan kompetitif Penelitian ini membahas bagaimana pemimpin perguruan tinggi swasta membangun budaya yang dijadikan pijakan untuk meraih keunggulan bersaing, dan menandai strategi pemimpin perguruan tinggi membangun budaya organisasi pada era liberalisasi pasar. Perguruan tinggi swasta dinilai lembaga yang rentan terhadap pengaruh perubahan konstelasi masyarakat dan regulasi pemerintah, maka penelitian ini bermaksud memberikan sumbangan pemikiran tentang budaya organisasi yang mendukung kemampuan bersaing lembaga. Fokus utama penelitian adalah strategi pemimpin membangun budaya organisasi untuk meraih keunggulan kompetitif. Fokus utama ini dipecah dalam beberapa sub fokus (1) Persepsi pemimpin perguruan tinggi terhadap tekanan eksternal yang bercorak persaingan sebagai tantangan pengembangan lembaga; (2) Model membangun budaya organisasi perguruan tinggi untuk meraih keunggulan kompetitif di tengah persaingan; (3) Metode membangun budaya organisasi perguruan tinggi dalam meraih keunggulan kompetitif pada era persaingan; (4) Wujud pembangunan budaya organisasi perguruan tinggi untuk meraih keunggulan kompetitif menghadapi tantangan persaingan. Penelitian menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Dalam kegiatan ini, peneliti adalah instrumen utama. Data penelitian berupa ucapan, perbuatan, sikap para informan warga kampus Unviersitas Anak bangsa, Universitas Anak Persada, dan Universitas Anak Negeri dan konteks lingkungan yang menyertai kejadian. Dalam pengumpulan data melalui observasi, observasi partsipasi aktif menggunakan catatan lapangan, selanjutnya pengumpulan data lewat wawancara menggunakan pedoman wawancara dan tape recorder. Hasil penelitian menunjukkan (1) persepsi pemimpin perguruan tinggi terhadap tekanan eksternal; (a) para pemimpin perguruan tinggi menyadari bahwa lingkungan eksternal lembaga pendidikan tinggi becorak dinamis dan penuh ketidakpastian; (b) peta persaingan perguruan tinggi semakin ketat karena berdirinya pesaing baru yang dibiayai pelaku bisnis yang bermodal kuat; (c) ancaman model pembelajaran daring sebagai tantangan yang datang dari perguruan tinggi asing karena keunggulan teknologi informasi; (d) adanya sikap optimisme pemimpin perguruan tinggi menghadapi berbagai tekanan eksternal bermodalkan kepercayaan masyarakat. (2) Model membangun budaya organisasi perguruan tinggi untuk meraih keunggulan kompetitif; (a) nilai-nilai lembaga yang diformalkan merupakan nilai-nilai kebidupan sehari-hari yang telah menetap cukup lama di lembaga termasuk yang bersumber dari nilai agama; (b) model membangun budaya organisasi di perguruan tinggi berdasarkan dua model, yakni pemodelan, dan membangun rancangan disain manajemen; (c) asumsi dasar menjadi nilai yang dapat diandalkan dalam mempertahankan lembaga; (d) fenomena ketokohan muncul karena kebutuhan anggota baru untuk menyelaraskan nilai dan perilaku personal dengan norma ideal lembaga; (e) vi kekurangan budaya organisasi perguruan tinggi setting penelitian ini ada pada innovation dan change responsive. (3) metode membangun budaya organisasi perguruan tinggi dalam meraih keunggulan kompetitif; (a) upaya-upaya menyemaikan budaya organisasi perguruan tinggi yang dijumpai pada setting penelitian didominasi oleh teknik sosialisasi; (b) budaya-budaya manajemen mutu dinilai masih relevan dalam menghadapi pesaingan; (c) kualifikasi dosen terutama di bidang penelitian dan publikasi menjadi salah satu penentu mutu perguruan tinggi. (4) Wujud pembangunan budaya organisasi perguruan tinggi untuk meraih keungulan; (a) wujud budaya akademik perguruan tinggi berada pada tahapan mempersiapkan SDM; (b) perbaikan budaya pelayanan adalah gambaran umum tiga setting penelitian; (c) budaya korporasi kuat ditunjukkan dengan merata dan mendalamnya pemahaman dan penghayatan budaya itu di seluruh anggota. Temuan makro penelitian meliputi (1) Neoliberalisme menjadi atmosfir yang dihirup seluruh penyelenggara perguruan tinggi sehingga mempengaruhi cara pandang dan kebijakan pemimpin dalam mengelola lembaga; (2) Budaya pragmatis yang berdampak langsung pada nilai ekonomis dan sosiologis menjadi pilihan kebijakan pemimpin perguruan tinggi dan menetapkan konsep manajemen mutu; (3) Strategi untuk menerapkan manajemen mutu melalui pemodelan pemimpin, dan merancang program, dan disain manajemen; (4) untuk meraih kenggulan kompetitif para pemimpin mengandalkan konsep manajemen mutu dan kepemilikan segmen pasar yang relatif permanen. Berdasarkan hasil penelitian, diajukan saran-saran (1) Bagi lembaga perguruan tinggi yang diteliti, seyogyanya: (a) terus mengikuti perkembangan lingkungan eksternal yang bersifat dinamis dan besisfat adaptif. (b) Membangun dan mempertahankan budaya organisasi yang kuat perlu dilakukan secara serempak di antara lima pilar yang disyaratkan. (c) Pemilihan strategi pengembangan budaya organisasi berdasarkan peta kekuatan lembaga dan sumberdaya serta kualitas tantangan eksternal. (d) Pembinaan SDM yang merupakan program strategis harus diupayakan lebih konkrit. (2) Bagi perguruan tinggi lain (a) Penyelenggaraan perguruan tinggi saat ini menghadapi tekanan yang cepat berubah, lembaga pendidikan tinggi perlubersifat adaptif dan inovatif. (b) Budaya organisasi perguruan tinggi dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif (3) Bagi pengembang teori manajemen pendidikan (a) upaya pembentukan budaya organisasi yang kuat memerlukan dukungan lima pilar yang digerakkan secara serentak dan berkesinambungan. (b) Strategi membangun budaya organisasi di perguruan tinggi harus mempertimbangkan peta kekuatan lembaga dan sumberdaya serta kualitas tantangan eksternal. (4) Bagi Peneliti lain: yang berminat terhadap masalah penelitian ini, sebaiknya diarahkan kepada subyek penelitian perguruan tinggi yang sudah mencapai keunggulan kompetitif agar mendapatkan konsep yang lebih akurat.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64031

Actions (login required)

View Item View Item