Pembinaan profesionalitas guru berbasis budaya pesantren (studi multi situs di MTs Nurudh Dholam, SMP Baburrohmah, SMP Ngadisari Nurul Iman, Kabupaten Bangkalan) / Eli Masnawati

Masnawati, Eli (2018) Pembinaan profesionalitas guru berbasis budaya pesantren (studi multi situs di MTs Nurudh Dholam, SMP Baburrohmah, SMP Ngadisari Nurul Iman, Kabupaten Bangkalan) / Eli Masnawati. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Masnawati, Eli. 2018. Pembinaan Profesionalitas Guru Berbasis Budaya Pesantren di Bangkalan Madura (Studi Multi Situs di MTs Nurrudh Dholam, SMP Ngadisari Nurul Iman, SMP, Baburrohmah Sekolah Pesantren Kabupaten Bangkalan). Disertasi. Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Ibrahim Bafadal, M.Pd (2) Prof. Dr. H. Ali Imron, M.Pd. M.Si. (3) Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd., M. Si. Katakunci: pembinaan, profesionalitas guru, budaya pesantren. Sekolah lingkungan Pesantren menggunakan teknik, teori pembinaan yang baik dan terencana secara kontekstual berlandaskan Alquran, hadits, agama Islam dan budaya masyarakat Madura yang selama ini belum dikaji, pembinaan diPesantren secara empirik dilakukan hasilnya efektif, efiseien dan bagus menjadi fenomena faktor-faktor pendukung keberhasilan pembinaan adanya kekuatan budaya pesantren yang dilakukan oleh ketua yayasan (kyai dan nyai), pengasuh atau pembina, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pengawas, komite, guru senior dan stakeholder. Kemandirian dan loyalitas tinggi karena ikatan keturunan, kerabat dan mantan santri pesantren semakin memudahkan pembinaan profesionalisme guru sehingga terwujud output pendidikkan berkualitas sesuai sistem pendidikan nasional bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan menemukan dan mendiskripsikan fenomenologi pembinaan profesionalitas guru berbasis budaya pesantren di Bangkalan Madura yang meliputi: (1) pola interaksi dalam pembinaan guru berbasis budaya Pesantren (2) pendekatan-pendekatan pembinaan guru berbasis budaya pesantren (3) keterlibatan stakeholder dalam pembinaan guru berbasis budaya pesantren (4) evaluasi dan pengawasan pelaksanaan pembinaan guru berbasis budaya pesantren. Jenis penelitian kualitatif dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penganalisisan data dilakukan dua langkah yaitu penganalisisan situs individu dan analisis lintas situs. Pengecekan keabsahan data dengan uji kredibilitas, uji konfirmabilitas, uji transferabilitas dan uji dependabilitas. Penelitian ini menghasilkan pertama pola interaksi dalam pembinaan ada 5 pola yaitu (1) pola interaksi pengajian rutin satu bulan sekali. (2) Pola interaksi imtikhan (3) Pola interaksi sholat berjamaah. (4)Pola interaksi silatur rahmi. (5) Pola interaksi pertemuan rutin satu bulan sekali. Kedua ada empat pendekatan pembinaan guru (1) pendekatan kelompok. (2) pendekatan individu (3) pendekatan senioritas. (4) pendekatan birokrasi pesantren. Ketiga keterlibatan stakeholder dalam pembinaan yang terlibat (1) pak kepala desa tokoh masyarakat (2) komite sekolah (3) dosen dari UTM (Universitas Truno Joyo) Bangkalan (4) kepala sekolah SMPN 2 Kamal (5) pengawas sekolah. stakeholder sendiri menjadi ketua yayasan, Pembina atau pengasoh dan kepala sekolah merupakan tokoh pemuda, para guru tokoh masyarakat. Keempat evaluasi dan pengawasan meliputi 3 hal (1) pemberi evaluasi dan pengawasan yang dilakukan oleh ketua yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, pembina, i pengawas sekolah, guru senior, komite sekolah. (2) followup pelaksanaan evaluasi dan pengawasan disesuaikan kondisi perkembangan perubahan masing masing guru. (3)reward penghargaan keberhasilan pembinaan bagi yang dibina sudah berhasil maupun guru yang belum berhasil. Berdasarkan temuan penelitian maka disarankan bahwa setiap pelaksanaan pembinaan perlu memperhatikan pengunaan pola interaksi dalam pembinaan hendaknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing guru. Pemilihan dan penggunaan pendekatan pembinaan hendaknya memperhatikan permasalahan apakah permasalahan dialami banyak guru ataukah hanya beberapa guru dan memperhatikan pribadi psikologis guru. Perlu sekali menggalih dan menggalang loyalitas stakeholder sebagai bentuk kepedulian dalam pembinaan. Pemberian penghargaan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan keberhasilan pelaksanaan pembinaan bagi guru yang dibina, selain itu perlu memperhatikan lebih intensif guru yang belum berhasil dalam pembinaan dan perlu juga diberikan penghargaan untuk memotivasi guru mencapai peningkatan profesionalitasnya. Pembinaan dilakukan sesuai prosedur maka hasil pembinaan profesionalitas guru berbasis budaya pesantren berjalan secara efektif dan efisien mendapatkan hasil secara maksimal guru semakin professional dalam menjalankan profesinya ii

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Dec 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64027

Actions (login required)

View Item View Item