Pengembangan model supervisi berbasis pendekatan klinis dalam meningkatkan kompetensi manajerial kepala SMP di Kabupaten Banyuwangi / Alfian

Alfian (2018) Pengembangan model supervisi berbasis pendekatan klinis dalam meningkatkan kompetensi manajerial kepala SMP di Kabupaten Banyuwangi / Alfian. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Alfian. 2018. Pengembangan Model Supervisi Berbasis Pendekatan Klinis dalam Meningkatkan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Banyuwangi. Disertasi, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. (II) Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si. (III) Dr. Imron Arifin, M.Pd. Kata kunci: model supervisi, pendekatan klinis, kompetensi manajerial kepala sekolah Sumber daya pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan supervisi di sekolah ada tiga unsur, yaitu guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Ketiganya memiliki tugas dan peran masing-masing. Keberadaan pengawas di sekolah untuk memberikan layanan bantuan terhadap guru dan kepala sekolah di dalam menghadapi kesulitan di dalam proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah. Temuan di lapangan, pengawas sekolah selama ini lebih fokus pada kegiatan monitoring kegiatan sekolah dan pembelajaran dalam bentuk supervisi akademik. Sedangkan pembinaan terhadap kepala sekolah dalam bentuk supervisi manajerial cenderung tidak pernah dilakukan. Pola hubungan yang kaku sebagai atasan dan bawahan antara pengawas sekolah dengan kepala sekolah, serta tidak adanya instrumen pengukuran pencapaian kompetensi manajerial kepala sekolah secara objektif menjadi penyebab rendahnya pelaksanaan supervisi manajerial. Supervisi dengan pendekatan klinis dipandang sangat cocok untuk dikembangkan menjadi model supervisi, dengan sistem pendukung perangkat instrumen kompetensi manajerial kepala sekolah. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dua produk: (1) Panduan Model Supervisi Berbasis Pendekatan Klinis, dan (2) Perangkat Instrumen Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah. Metode penelitian dan pengembangan dilakukan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan model yang dihasilkan. Uji kelayakan dilakukan oleh tiga ahli, dan uji kepraktisan dilakukan oleh pengawas sekolah sebagai pengguna produk. Uji kelayakan dan kepraktisan mengikuti unsur-unsur pengembangan model, yaitu sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak instruksional dan pengiring dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif persentase. Sedangkan uji keefektifan dianalisis dengan menggunakan statistik nonparametris untuk mengetahui rata-rata capaian kompetensi manajerial kepala sekolah sebelum dan setelah dilakukan tindakan implementasi model supervisi berbasis pendekatan klinis. Prosedur penelitian dan pengembangan dilakukan dengan langkah: perencanaan dan studi pendahuluan, pengembangan desain produk, uji coba produk, produk akhir, dan diseminasi. Perencanaan dan studi pendahuluan dilakukan untuk kepentingan analisis kebutuhan penyelesaian masalah di lapangan. Pengembangan desain produk dilakukan dengan cara studi kepustakaan tentang teori-teori supervisi pendekatan klinis, supervisi manajerial, dan kompetensi kepala sekolah. Uji coba desain produk dilakukan secara terbatas ii terhadap tiga kepala sekolah dan uji diperluas pada 12 kepala sekolah. Produk akhir merupakan rancangan final atas dua produk yang dihasilkan setelah dilakukan revisi. Dan diseminasi adalah kegiatan sosialisasi terhadap pemangku kepentingan atas dua produk agar lebih bermakna dan bermanfaat. Hasil analisis data validasi ahli menunjukkan apresiasi yang sangat tinggi terhadap produk. Hasil uji kepraktisan produk dari pengawas sekolah menunjukkan kategori baik hingga sangat baik. Dan hasil analisis data pretest dan postest pada uji coba terbatas dan diperluas memperlihatkan perbedaan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa model supervisi berbasis pendekatan klinis sangat layak diimplementasikan dalam pelaksanaan supervisi manajerial. Revisi produk dilakukan berdasarkan hasil setiap langkah pengujian. Revisi pertama dilakukan setelah validasi ahli, revisi kedua saat uji kepraktisan oleh pengawas sekolah, kemudian revisi saat dilakukan uji coba terbatas dan uji coba diperluas. Dari rangkaian proses uji kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan, dihasilkan produk akhir berupa panduan model supervisi berbasis pendekatan klinis dan perangkat instrumen kompetensi manajerial kepala sekolah. Panduan model supervisi berbasis pendekatan klinis disarankan dapat dimanfaatkan pengawas sekolah dan kepala SMP di Kabupaten Banyuwangi, yayasan penyelenggara pendidikan, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Untuk itu, diseminasi produk perlu dilakukan terhadap MKKS SMP, MKPS, yayasan penyelenggara pendidikan swasta, Dinas Pendidikan, dan Kemdikbud RI, baik secara langsung ataupun melalui buku dan jurnal ilmiah. Produk perangkat instrumen kompetensi manajerial kepala sekolah dapat dimanfaatkan oleh pengawas sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi untuk dikembangkan menjadi perangkat penilaian kinerja kepala sekolah. Pengembangan ini dapat dilakukan dengan memasukkan empat kompetensi kepala sekolah lainnya ke dalam perangkat instrumen, yaitu kompetensi kepribadian, sosial, supervisi, dan kewirausahaan. Sehingga dapat diperoleh hasil penilaian kinerja kepala sekolah secara lebih valid dan objektif.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 Dec 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/64026

Actions (login required)

View Item View Item