Manajemen E-learning di perguruan tinggi (studi multikasus di Institut Teknologi Tugu Pahlawan Surabaya, Politeknik Elektronika Robotika Surabayam dan Universitas Gita Patria Surabaya) / Fatkul Anam

Anam, Fatkul (2012) Manajemen E-learning di perguruan tinggi (studi multikasus di Institut Teknologi Tugu Pahlawan Surabaya, Politeknik Elektronika Robotika Surabayam dan Universitas Gita Patria Surabaya) / Fatkul Anam. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata kunci: penyusunan program e-learning, struktur organisasi e-learning, pelaksanaan e-learning, evaluasi e-learning, perguruan tinggi. Teknologi informasi sebagai kunci pada era globalisasi telah berkembang sangat pesat sehingga memungkinkan setiap orang untuk mengakses informasi secara instan dalam berbagai bentuk. Perkembangan yang pesat dari teknologi informasi juga telah mengubah paradigma pendidikan. Proses belajar-mengajar tidak lagi dibatasi oleh ruang-ruang kelas secara fisik, tetapi berubah ke dalam ruang-ruang kelas maya (cyberclass/ virtual class). Potensi positif yang dimiliki teknologi tidak saja meningkatkan efesiensi dan efektivitas serta keluwesan proses pembelajaran, tetapi juga berdampak pada pengembangan materi, pergeseran peran guru/pelatih, dan semakin berkembangnya otonomi peserta didik. Fokus penelitian ini adalah manajemen e-learning di Institut Teknologi Tugu Pahlawan (ITTP) Surabaya, Politeknik Elektronika Robotika (PER) Surabaya, dan Universitas Gita Patria (UGP) Surabaya. Fokus penelitian tersebut dijabarkan lebih spesifik menjadi penyusunan program e-learning, penyusunan struktur organisasi e-learning, pelaksanaan e-learning, dan evaluasi e-learning. Penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multikasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga pendekatan, yaitu (1) wawancara mendalam (indepth interviewing), (2) pengamatan peranserta (participant observation), dan (3) dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan: derajat kepercayaan atau kredibilitas (credibility), ketergantungan (dependability), dan konfirmabilitas (confirmability).Analisis data dilakukan pada masing-masing kasus melalui dua pendekatan, yaitu (a) analisis kasus individu dan (b) analisis data lintas kasus. Berdasarkan fokus penelitian, simpulan penelitian ini dijelaskan sebagai berikut: pertama, penyusunan program e-learning, yaitu: (a) untuk keberhasilan penyelenggaraan e-learning perlu penetapan tujuan dan target yang akan dicapai baik oleh lembaga, dosen, mahasiswa, maupun pengelola e-learning, (b) tujuan dan target penyelenggaraan e-learning yang telah ditetapkan disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait sehingga ada pedoman dan kejelasan arah dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya, (c) untuk mencapai tujuan pembelajaran secara keseluruhan maka materi perkuliahan yang dirancang dosen sesuai dengan kurikulum dan karakteristik e-learning, perlu di-review oleh reviewer yang ditunjuk, serta mudah dan murah diakses oleh dosen dan mahasiswa, (d) materi perkuliahan yang di-upload dirancang dengan presentasi yang variatif, menarik, dan mudah diperbaharui (up-date) sehingga mahasiswa bisa belajar secara efektif dan efisien, merasa sangat tertarik dan antusias mengikuti materi perkuliahan melalui e-learning, (e) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan diperlukan perencanaan kebutuhan sumberdaya manusia yang mempunyai kompetensi di bidangnya sesuai dengan prinsip the right man on the right place, (f) dalam mencapai tujuan penyelenggaraan e-learning yang telah ditetapkan diperlukan perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana pendukung yang memadai termasuk menyediakan Buku Rancangan Pengajaran (BRP) berbasis e-learning dan Buku Pedoman Kerja Mahasiswa (BPKM) terkait penyelenggaraan e-learning, (g) agar tatakerja antarbagian dapat berjalan dengan optimal diperlukan Standart Operating Procedure (SOP) dan Instruksi Kerja (IK) yang bisa digunakan sebagai pedoman melaksanakan tugas oleh masing-masing bagian terkait penyelenggaraan e-learning. Kedua, penyusunan struktur organisasi e-learning, yaitu: (a) pendayagunaan sumberdaya manusia penyelenggaraan e-learning harus diatur dalam struktur organisasi khusus dan diikuti dengan penyusunan mekanisme kerja yang memadai sehingga organisasi pengelola e-learning dapat berfungsi secara efektif dan efisien, (b) deskripsi tugas, tanggung jawab, dan wewenang masing-masing organ terkait penyelenggaraan e-learning yang memadai perlu diikuti dengan penyusunan Standart Operating Procedure (SOP) dan instruksi kerja (IK) masing-masing organ tersebut sehingga bisa digunakan sebagai pedoman mengatur tata kerja antarbagian dalam melaksanakan tugas, (c) untuk penyelenggaraan e-learning diperlukan alokasi sarana dan prasarana yang memadai dan diikuti dengan penyusunan Standart Operating Procedure (SOP) pemanfaatannya sehingga bisa digunakan sebagai pedoman pemanfaatan sarana dan prasarana secara efektif dan efisien. Ketiga, pelaksanaan e-learning, yaitu: (a) demi tercapainya kesuksesan penyelenggaraan e-learning diperlukan upaya secara terus-menerus dalam meningkatkan kinerja dosen dan pengelola e-learning melalui penyelenggaraaan pendidikan, pelatihan dan pengembangan secara terprogram, dan pemotivasian yang salah satunya melalui mekanisme reward and punishment, (b) untuk mendukung kesuksesan penyelenggaraan e-learning diperlukan adanya pelatihan bagi mahasiswa, (c) untuk memberikan jaminan bahwa interaksi antarmahasiswa, mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan materi pembelajaran telah berjalan dengan baik diperlukan sistem yang memadai, terpola dengan baik, dan terdapat fitur chatting sehingga interaksi belajar bisa berjalan secara optimal. Keempat, evaluasi e-learning, yaitu: (a) monitoring/pengendalian secara menyeluruh selama proses penyelenggaraan e-learning diperlukan untuk memberikan jaminan bahwa pelaksanaan penyelenggaran e-learning telah sesuai dengan yang direncanakan, (b) evaluasi terhadap kinerja dosen, mahasiswa, dan pengelola terhadap proses penyelenggaraan e-learning dilakukan secara terprogram oleh tim atau lembaga khusus dengan parameter atau indikator yang baku untuk mengukur target keberhasilan dari masing-masing bagian yang terlibat, (c) pengendalian dan evaluasi yang dilakukan terhadap penyelenggaraan e-learning, baru sebatas proses penyelenggaraan tetapi belum menyentuh aspek yang substansial, yakni kemandirian, kreativitas, dan kompetensi mahasiswa sehingga belum diketahui efektivitas penyelenggaraan e-learning terhadap prestasi belajar mahasiswa. Implikasi penelitian ini, secara teoretis hendaknya penyelenggaraan e-learning mengacu pada teori manajemen, yang meliputi tahap-tahap kegiatan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengawasan (controlling). Sedangkan implikasi penelitian ini, secara teknis penyelenggaraan e-learning hendaknya diselenggarakan secara utuh (holistis), dengan semua tahapan mendapat perlakuan secara proporsional. Berdasarkan paparan data, temuan penelitian, dan simpulan hasil penelitian, beberapa saran direkomendasikan kepada pihak-pihak terkait, yaitu: dosen, pengelola perguruan tinggi, Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan peneliti berikutnya.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S3 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 16 Jul 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/63882

Actions (login required)

View Item View Item