Pengembangan model pembelajaran classroom resources untuk memfasilitasi belajar anak hiperaktif pada sekolah dasar inklusi / Sri Joeda Andajani

Andajani, Sri Joeda (2011) Pengembangan model pembelajaran classroom resources untuk memfasilitasi belajar anak hiperaktif pada sekolah dasar inklusi / Sri Joeda Andajani. Doctoral thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Program Studi Teknologi Pembelajaran, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr I Nyoman S Degeng, M.Pd, (II) Prof Dr I Wayan Ardhana, M.A, (III) Prof. Dr H Punaji Setyosari, M.Pd, M.Ed. Kata Kunci: Classroom Resources, Memfasilitasi Belajar Hasil observasi dari studi lapangan, menunjukkan bahwa permasalahan yang mendasar dalam kelas untuk anak hiperaktif bersama anak normal pada SD Inklusi, adalah (a) guru belum mempersiapkan diri dalam pemberian pelayanan pembelajaran, (b) persiapan perencanaan pembelajaran terfokus pada kelas dengan siswa yang homogen, (c) pemanfaatan sumber belajar sebagai media pembelajaran yang terbatas menjadikan kurang maksimal dalam pencapaian kemajuan belajar, (d) mengelola pembelajaran kelompok belum mencapai hasil terhadap perubahan perilaku belajar, dan (e) pelaksanaan penilaian yang aktif autentik masih bersifat penilaian umum dengan menyamaratakan semua siswa. Tujuan penelitian ini secara khusus, adalah (1) untuk menghasilkan prototipe model pembelajaran classroom resources untuk memfasilitasi belajar anak hiperaktif melalui pendekatan pembelajaran yang interaktif inspiratif menyenangkan menantang dan memotivasi, (2) menguji ketepatan model pembelajaran classroom resources untuk memfasilitasi belajar anak hiperaktif, dan (3) menguji tingkat efektivitas dan efisiensi pengelolaan model pembelajaran classroom resources untuk memfasilitasi belajar anak hiperaktif. Penelitian pengembangan yang diterapkan adalah model Borg & Gall (1983) melalui 9 langkah-langkah siklus. Data yang diperoleh melalui pelaksanaan evaluasi dikelompokkan menjadi 3 bagian: (1) hasil uji ahli teknologi pembelajaran dan ahli Pendidikan Luar Biasa, (2) hasil uji coba lapangan utama atau skala kecil, (3) hasil uji coba lapangan nyata atau skala besar. Pengukuran tingkat efektivitas dari hasil 2 ujicoba tersebut diperoleh data kuantitatif dan dianalisis dengan menggunakan teknik presentase. Kemudian mengukur efektivitas untuk mengetahui perubahan kemampuan sosial dan emosi dianalisis menggunakan teknik penskoran. Pengukuran tingkat efisiensi produk pengembangan model pembelajaran classroom resources, menunjukkan suatu keberhasilan apabila adanya kesesuaian untuk target yang diharapkan dengan tersedianya fasilitas belajar anak hiperaktif kelas I di sekolah dasar inklusi. Peroleh hasil pengembangan model pembelajaran classroom resources untuk memfasilitasi belajar anak hiperaktif ini proses pengembangan, antara lain (1) desain penataan kelas yang interaktif inspiratif menyenangkan menantang dan memotivasi, (2) melakukan perencanaan pembelajaran, (3) tersedianya sumber belajar berbasis media video dan audio pembelajaran, (4) pembelajaran kooperatif tipe TAI dan guru pendamping PLB dan tutor teman sebaya, serta (5) bentuk pengembangan topik pembelajaran baik dengan pendekatan tematik maupun mata pelajaran dikemas melalui program video dan audio. Tingkat efektivitas hasil ujicoba lapangan utama atau skala kecil dalam pengelolaan model pembelajaran classroom resources untuk memfasilitasi belajar anak hiperaktif, dengan pemanfaatan program video dan audio pembelajaran pada tema ÔÇØDiri SendiriÔÇØ judul program ÔÇØMengenal Bagian-Bagian TubuhÔÇØ, hasil analisis data diperoleh 91,22%. Untuk judul program ÔÇØTata Tertib di Rumah dan SekolahÔÇØ, hasil analisis data diperoleh 92,57%. Untuk mata pelajaran ÔÇØBahasa InggrisÔÇØ judul program ÔÇØCardinal NumberÔÇØ hasil analisis data diperoleh 91,22%. Hasil ujicoba lapangan utama atau skala kecil pada 3 judul program video dan audio pembelajaran, menunjukkan bahwa anak hiperaktif mengalami perubahan perilaku belajar dalam kegiatan pembelajaran kelas. Pada perubahan kemampuan sosial dan emosi, menunjukkan hasil dengan pemanfaatan program video dan audio pembelajaran untuk tema ÔÇØDiri SendiriÔÇØ judul program ÔÇØMengenal Bagian-Bagian TubuhÔÇØ hasil analisis data diperoleh skor 24. Untuk judul program ÔÇØTata Tertib di Rumah dan SekolahÔÇØ hasil analisis data diperoleh skor 25. Program video dan audio pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Inggris, judul program ÔÇØCardinal NumberÔÇØ, hasil analisis data diperoleh skor 25. Hasil ujicoba lapangan nyata atau skala besar, dengan pemanfaatan program video dan audio pembelajaran pada tema ÔÇØDiri SendiriÔÇØ judul program ÔÇØMengenal Bagian-Bagian TubuhÔÇØ, hasil analisis data diperoleh 93,24%. Untuk judul program ÔÇØTata Tertib di Rumah dan SekolahÔÇØ, hasil analisis data diperoleh 93,92%, Pada mata pelajaran bahasa Inggris, judul program ÔÇØCardinal NumberÔÇØ, hasil analisis data diperoleh 91,89%. Hasil ujicoba lapangan nyata atau skala besar pada 3 judul program video dan audio pembelajaran, menunjukkan bahwa anak hiperaktif mengalami perubahan perilaku belajar dalam kegiatan pembelajaran kelas. Pada perubahan kemampuan sosial dan emosi anak hiperaktif, menunjukkan bahwa dengan pemanfaatan program video dan audio pembelajaran dengan tema ÔÇØDiri SendiriÔÇØ judul program ÔÇØMengenal Bagian-Bagian TubuhÔÇØ, hasil analisis data diperoleh skor 25. Untuk judul program ÔÇØTata Tertib di Rumah dan SekolahÔÇØ, hasil analisis data diperoleh skor 25. Pada mata pelajaran bahasa Inggris, judul program ÔÇØCardinal NumberÔÇØ, hasil analisis data diperoleh skor 25. Berdasar tingkat efektivitas pengelolaan model pembelajaran classroom resources, menunjukkan peningkatan dalam perubahan perilaku belajar dan kemampuan sosial maupun emosinya. Tingkat efisiensi, menunjukkan hasil bahwa ketersedianya model pembelajaran classroom resources untuk memfasilitasi belajar adanya kesesuaian dengan target yang diharapkan pada anak hiperaktif di sekolah dasar inklusi. Dengan demikian,model pembelajaran classroom resources untuk memfasiltasi belajar anak hiperaktif yang secara interaktif inspiratif menyenangkan menantang dan memotivasi telah berhasil dilaksanakan oleh guru kelas bersama guru pendamping PLB. Artinya, pemberian pelayanan pembelajaran difasilitasi bentuk ruangan kelas yang dilengkapi berbagai sumber belajar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak hiperaktif bersama anak normal, sehingga semua siswa mudah bersosialisasi antar teman tanpa membeda-bedakan dengan cara saling berkomunikasi, persahabatan, bekerjasama dan tolong menolong.

Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Teknologi Pendidikan (TEP) > S3 Teknologi Pembelajaran
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 23 May 2011 04:29
Last Modified: 09 Sep 2011 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/63567

Actions (login required)

View Item View Item