Pengaruh pembelajaran geografi berbasis masalah dengan blended learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA / Cindya Alfi

Alfi, Cindya (2016) Pengaruh pembelajaran geografi berbasis masalah dengan blended learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa SMA / Cindya Alfi. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Alfi, Cindya. 2016. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Blended Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA. Tesis, Program Studi Pendidikan Geografi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd, (II) Dr. Ach. Amirudin, M.Pd. Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, blended learning, berpikir kritis Model pembelajaran yang mampu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata adalah pembelajaran berbasis masalah yang dapat menstimulus siswa menemukan masalah dan mengajukan solusinya. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis siswa dapat berkembang. Berkaitan dengan kemajuan literasi teknologi saat ini muncul blended learning yang menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh menggunakan jaringan internet. Siswa dapat mengakses materi pembelajaran Geografi dan berdiskusi secara fleksibel dimana pun dan kapan pun yang diinginkan. Hal tersebut sangat membantu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menemukan informasi sebagai penyelesaian dari masalah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pembelajaran Geografi berbasis masalah dengan blended learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Negeri Kota Malang. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment). Subjek penelitian meliputisi siwa kelas XI SMA Negeri 4 Malang kelas XI IPS 1 dan siswa kelas XI IPS 2. Instrument dalam penelitian ini berupa soal pretest dan postest. Data yang dianalisis dalam penelitian ini berupa gain score kemampuan berpikir kritis siswa. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa (gain score) kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Rata-rata gain score kelas eksperimen sebesar 15,62 sedangkan rata-rata gain score kelas kontrol sebesar 12,4 sehingga didapatkan selisih sebesar 3,22 poin. hasil analisis data diketahui bahwa nilai signifikansi dari Independent Sample t-Test adalah 0,003 < 0,05. Artinya, antara kelas kontrol dan eksperimen memiliki perbedaan sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Geografi berbasis masalah dengan blended learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada guru geografi untuk 1) memanfaatkan dan mengembangkan pembelajaran geografi berbasis masalah dengan blended learning menjadi lebih optimal, 2) menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa lebih mudah memahami permasalahan di sekitarnya, 3) memastikan semua siswa telah terdaftar pada kelas online dan mampu menggunakannya, 4) menambah media pembelajaran pada kelas online berupa video, gambar atau animasi untuk menunjang pemahaman siswa, 5) penggunaan platform yang dapat diakses dengan mudah oleh siswa pada kelas online.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S2 Pendidikan Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Jun 2016 04:29
Last Modified: 09 Sep 2016 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/62353

Actions (login required)

View Item View Item