Analisis reverse docking senyawa alami pada jahe (Zingiber officinale) sebagai anti-autis dan pengembangannya untuk modul matakuliah Bioteknologi berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang / Binti Hifdhotun Al Aslaha

Al Aslahah, Binti Hifdhotun (2018) Analisis reverse docking senyawa alami pada jahe (Zingiber officinale) sebagai anti-autis dan pengembangannya untuk modul matakuliah Bioteknologi berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang / Binti Hifdhotun Al Aslaha. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Al Aslahah, Binti Hifdhotun. 2018. Analisis Reverse Docking Senyawa Alami pada Jahe (Zingiber officinale) sebagai Anti-Autis dan Pengembangannya untuk Modul Matakuliah Bioteknologi Berbasis Project Based Learning (PjBL) untuk Mahasiswa Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang. Tesis, Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. agr. Mohamad Amin, M.Si. (II) Dr. Abdul Gofur, M.Si. Kata Kunci: jahe, modul, PjBL, reverse docking, senyawa alami. Keterampilan abad 21 yang harus dikuasai salah satunya adalah keterampilan dalam memanfaatkan teknologi. Keterampilan tersebut tertuang dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Perguruan Tinggi level VI (Sarjana/Diploma IV) yaitu mampu memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta terampil dalam menyelesaikan masalah. Integrasi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang diterapkan dalam matakuliah Bioteknologi. Terdapat berbagai metode untuk menunjang Bioteknologi diantaranya Bioinformatika. Bioinformatika memanfaatkan database dan komputer dan merupakan cara terbaru untuk menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitar. Permasalahan dalam bidang kesehatan penting untuk diselesaikan misalnya angka kejadian autis yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Penanganannya adalah dengan mengungkap senyawa alami yang berpotensi sebagai anti-autis. Senyawa alami tersebut diantaranya 6-Gingerol, 10-Shogaol, dan 6-Paradol yang dapat ditemui di Jahe (Zingiber officinale). Autis dapat disebabkan oleh adanya inflamasi pada sistem saraf pusat (neuroinflamasi). Neuroinflamasi dapat disebabkan oleh regulasi protein p38α yang secara progresif menghasilkan agen pro-inflamasi. Bioinformatik dapat digunakan untuk mengungkap potensi senyawa alami sebagai anti-autis. Implementasi bidang keilmuan tersebut dapat disajikan dalam bentuk modul agar dapat digunakan sebagai panduan dalam proses pembelajaran. Hasil analisis kebutuhan mahasiswa menunjukkan bahwa mahasiswa membutuhkan modul hasil penelitian dengan pendekatan Bioinformatik berbasis Project Based Learning (PjBL). Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap I dilakukan untuk mengungkap potensi senyawa alami pada jahe sebagai anti-autis dan tahap II dilakukan untuk menghasilkan modul Bioteknologi hasil penelitian dengan pendekatan Bioinformatika berbasis PjBL dengan sintaks (1) start with essential question (2) design a plan for the project (3) create a schedule (4) monitor the students and the progress of the project (5) assess the outcome (6) evaluate the experience. Metode penelitian tahap I atau penelitian Bioinformatika menggunakan metode reverse docking. Adapun tahap II dilakukan dengan mengikuti model penelitian dan pengembangan Analyze, Design, Develop, Evaluate. Instrumen penelitian tahap I meliputi database di internet dan software PyRx, PyMol, dan Discovery Studio. Instrumen penelitian tahap II meliputi angket analisis kebutuha, vii pedoman wawancara, lembar validasi ahli materi, ahli modul, dan praktisi lapangan, serta angket respon mahasiswa. Hasil penelitian tahap I menunjukkan bahwa binding affinity 6-Gingerol, 10-Shogaol, dan 6-Paradol secara berurutan - 6,3 kkal/mol; -6,1 kkal/mol; dan -7,1 kkal/mol. 6-Gingerol, 10-Shogaol, dan 6- Paradol merupakan inhibitor protein p38α sehingga dapat mencegah neuroinflamasi, oleh karena itu penelitian ini sangat potensial terutama untuk penderita autis. Hasil penelitian tahap II menunjukkan validasi ahli materi, ahli modul, praktisi lapangan, serta respon mahasiswa secara berurutan 89,61%; 94,26%; 76,04%; dan 90,06%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) 6-Gingerol, 10-Shogaol, dan 6-Paradol diprediksi cukup baik sebagai anti-autis (2) beradasarkan validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul yang dikembangkan layak untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran Bioteknologi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S2 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 26 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/60775

Actions (login required)

View Item View Item