Kajian morfologi anatomi dan agronomi persilangan kedelai (Glycine max L. Merril) Indonesia dengan genotipe introduksi Korea Utara serta pemanaatannya sebagai modul SMA / Agung Fauzi Hidayatullah

Hidayatullah, Agung Fauzi (2018) Kajian morfologi anatomi dan agronomi persilangan kedelai (Glycine max L. Merril) Indonesia dengan genotipe introduksi Korea Utara serta pemanaatannya sebagai modul SMA / Agung Fauzi Hidayatullah. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hidayatullah, Agung Fauzi. 2018. Kajian Morfologi Anatomi dan Agronomi Persilangan Kedelai (Glycine max L. Merril) Indonesia dengan Genotipe Introduksi Korea derta Pemanfaatannya Sebagai Modul SMA. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M.Pd., (II) Dr. Heru Kuswantoro, M.P. Kata Kunci: Morfologi, Anatomi, Agronomi, Kedelai, Modul Tanaman kedelai merupakan tanaman pangan utama setelah tanaman padi dan jagung. Hal ini menunjukkan bahwa kedelai dimanfaatkan oleh banyak kalangan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, sehingga produksi tinggi kedelai perlu dilakukan untuk mencukupi kebutuhan bahan baku masyarakat. Peningkatan jumlah permintaan akan kedelai semakin meningkat setiap tahunnya karena sifat multiguna tanaman yang dapat digunakan diberbagai macam olahan pangan. Ketersediaan kedelai tidak sebanding dengan kebutuhan dalam negeri. Adanya permasalahan tersebut berakibat munculnya keputusan pemerintah akan impor kedelai untuk dapat mencukupi kebutuhan pangan Nasional. Banyak cara yang telah dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya perbaikan varietas dengan pelaksanaan kajian karakter kedelai yang diharapkan dapat memunculkan genotipe baru. Genotipe tersebut antara lain G1 (Daemang ?ù Lawit), G2 (Daewon ?ù Lawit), G3 (Daewon ?ù Agromulyo), G4 (Daehwang ?ù Lawit) dan G5 (Shonghak ?ù Lawit). Pengamatan karakter kedelai dilakukan untuk mendapatkan informasi lengkap terkait karakteristik tanaman yang diamati. Pengamatan morfologi, anatomi dan agronomi kedelai dipilih untuk menentukan perbedaan karakter pada setiap genotipe tanaman kedelai. Hal ini dikarenakan perbedaan karakter menjadi salah satu faktor yang erat kaitannya dengan produktivitas kedelai yang dihasilkan. Karakter morfologi kedelai menentukan bentuk ukuran fisik dan struktur tubuh tanaman. Anatomi kedelai memperlihatkan bentuk karakter yang menunjukkan struktur mikroskopis tanaman. Agronomi kedelai menampakkan pengaruh biotik dan abiotik yang mempengaruhi tanaman kedelai. Informasi tentang karakter morfologi anatomi dan agronomi tanaman kedelai perlu diketahui oleh masyarakat serta siswa SMA. Pada bidang pendidikan, pemerintah telah mencanangkan pendidikan dalam upaya peningkatan pengetahuan di mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dengan adanya Kompetensi Dasar (KD) 3.7 Memahami proses budidaya tanaman pangan di wilayah setempat melalui pengamatan dari berbagai sumber dan 4.7 Mempraktikkan budidaya tanaman pangan sesuai teknik dan prosedur. Pada kelas XI KD tersebut siswa dapat melalui pembelajaran secara langsung di dalam kelas serta melakukan praktik budidaya, khususnya budidaya tanaman kedelai. Untuk memenuhi ketercapaian pembelajaran, siswa membutuhkan bahan ajar berupa modul pembelajaran tentang budidaya tanaman kedelai unggul yang dapat dipelajari secara mandiri maupun berkelompok. Hal ini didukung dengan hasil analisis kebutuhan yang menyatakan bahwa guru membutuhkan bahan ajar yang di dalamnya tersusun langkah-langkah ilmiah berupa modul yang spesifik seperti budidaya tanaman kedelai. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 tahap, yaitu pertama, tahap eksperimen berupa kajian morfologi anatomi dan agronomi tanaman kedelai Indonesia dengan genotipe introduksi Korea, menggunakan RAK yang dilaksanakan pada bulan Maret 2017 sampai Mei 2017 di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Kendalpayak, Malang. Penelitian tahap kedua, tahap pengembangan modul pembelajaran menggunakan model ADDIE oleh Welty (2007). Pengembangan modul dilakukan hanya sampai tahap pengembangan disebabkan adanya keterbatasan waktu dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan pada masing-masing karakter morfologi, anatomi dan agronomi genotipe tanaman kedelai (2) terdapat pengaruh langsung bernilai besar dan positif yang ditunjukkan oleh tinggi tanaman, jumlah polong isi dan jumlah biji per tanaman, sedangkan jumlah polong hampa, umur polong masak dan jumlah daun memiliki pengaruh langsung besar dan negatif terhadap berat biji per tanaman, (3) pengembangan modul budidaya tanaman kedelai unggul menunjukkan kategori sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran yang dibuktikan dengan hasil validasi oleh validator bahan ajar dan materi sebessar 94,64% dan 94,23%, selain itu hasil uji kepraktisan dan keterbacaan sebesar 91,67% dan 76,36%.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S2 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 26 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/60773

Actions (login required)

View Item View Item