Karakteristik morfologi anatomi dan agronomi plasma nutfah kedelai (Glycine maz L.Merill) sebagai bahan pengembangan e-modul berbasis inkuiri untuk siswa kelas X SMA / Fitri Ningsih

Ningsih, Fitri (2018) Karakteristik morfologi anatomi dan agronomi plasma nutfah kedelai (Glycine maz L.Merill) sebagai bahan pengembangan e-modul berbasis inkuiri untuk siswa kelas X SMA / Fitri Ningsih. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Ningsih, Fitri. 2017. Karakteristik Morfologi, Anatomi, dan Agronomi Plasma Nutfah Kedelai (Glycine max L. Merril) sebagai Bahan Pengembangan E-Modul Berbasis Inkuiri untuk Siswa Kelas X SMA. Tesis. Program Studi Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Siti Zubaidah, M. Pd., (II) Dr. Heru Kuswantoro, M. P. Kata Kunci: Kedelai, Morfologi, Anatomi, Agronomi, E-Modul, Inkuiri Kandungan minyak nabati dan protein yang terdapat di kedelai sangat tinggi, sehingga bermanfaat untuk kesehatan. Manfaatnya yaitu sebagai zat antioksidan, pencegah kanker, menjaga kestabilan kolesterol darah, dan kesehatan tulang. Kedelai sering dikonsumsi dalam bentuk makanan seperti tauco, tahu, makanan ringan, dan tempe. Konsumsi kedelai sering meningkat tiap tahun. Meningkatnya permintaan kedelai tidak diimbangi dengan hasil produksi, maka dilakukan impor kedelai oleh pemerintah. Produksi kedelai yang rendah disebabkan oleh mutu benih kurang bagus, serangan hama, dan luas areal tanam kurang. Terdapat bermacam cara dalam mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah membentuk varietas unggul. Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu sebelum merakit varietas unggul adalah mengetahui terlebih dahulu sumber gen plasma nutfah tersebut. Pengetahuan tersebut bisa didapatkan melalui karakterisasi agronomi, morfologi, dan anatomi kedelai. Hasil karakterisasi kedelai tersebut bisa digunakan sebagai bahan dalam menyusun bahan ajar Kingdom Plantae. Bahan ajar Biologi yang digunakan guru SMA Negeri 5 Malang dalam mengajar yaitu e-modul, UKBM, dan buku paket. Namun, penggunaan bahan ajar tersebut tidak dapat meningkatkan minat siswa karena warna tulisan dan gambarnya hitam putih serta penjabaran materi susah dipahami. Saat ini, sekolah sedang merealisasikan penggunaan e-modul dalam aktivitas belajar. Sekolah mengingikan adanya e-modul yang diintegrasikan dengan kegiatan ilmiah. Kegiatan ilmiah dapat ditemukan pada pembelajaran inkuiri. Pembelajaran inkuiri dapat melatih siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Pembelajaran inkuiri dapat diberdayakan dengan menggunakan bahan ajar seperti modul. Hasil penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa modul berbasis penemuan dapat digunakan dalam menigkatkan karakter mandiri, hasil belajar, dan keaktifan siswa. Pembelajaran menggunakan modul berbasis inkuiri akan menjadi menarik jika ditampilkan dalam bentuk e-modul. Penelitian terbagi dua yaitu eksperimen dan pengembangan. Penelitian eksperimen tentang karakterisasi agronomi, morfologi, dan antomi kedelai yang dilaksanakan di Inlitkabi, Jambegede, Malang dari bulan Desember 2017 hingga Maret 2018. Plasma nutfah kedelai yang digunakan adalah MLGG 0582, MLGG 0739, MLGG 0757, MLGG 0276, MLGG 0583, MLGG 0745, MLGG 0523, MLGG 0707, MLGG 0617, dan MLGG 0714. Analisis data yang digunakan adalah korelasi untuk mengetahui keterkaitan antar karakter, uji t untuk mengetahui perbedaan dari dua karakter berpasangan, dan ANOVA untuk mengetahui keragaman antar plasma nutfah. Penelitian kedua tentang pengembangan e-modul berlandaskan inkuiri yang isinya dilengkapi dari hasil penelitian eksperimen. Model pengembangan e-modul yang digunakan adalah ADDIE dengan tahapan analisis, desain, mengembangkan, implementasi, dan evaluasi. E-modul divalidasi dan dinilai oleh praktisi lapangan, ahli materi, dan ahli bahan ajar. Uji keterbacaan dilakukan oleh siswa SMA. Hasil dari kedua penelitian yang telah dilakukan yaitu (1) perbedaan karakter plasma nutfah terdapat pada karakter tebal mahkota, tebal benang sari, lebar kelopak, panjang benang sari, lebar mahkota, panjang daun, ukuran morfologi polong, ukuran biji, jumlah stomata atas daun, lebar stomata atas daun, panjang stomata bawah daun, jumlah trikoma bawah, ukuran trikoma bawah daun, jumlah trikoma polong, lebar trikoma polong, panjang polen, indeks P/E, jumlah cabang, umur berbunga, tinggi tanaman, dan berat 100 biji. (2) modul sangat layak digunakan dengan persentase 91,5% dari ahli konsep, 92% dari ahli bahan ajar, dan praktis dari praktisi dengan nilai 87,94%. Hasil keterbacaan e-modul dikategorikan baik dengan persentase 77,54%.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S2 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/60768

Actions (login required)

View Item View Item