Analisis anatomi dan fisiologi tumbuhan eceng gondok (eichhornia crassipes (Mart.) Solms) untuk fitoremediasi limbah cair di sungai Badeg Kecamatan Sukun, Malang sebagai buku ajar matakuliah pencemaran lingkungan / Haslinda Yasti Agustin

Agustin, Haslinda Yasti (2014) Analisis anatomi dan fisiologi tumbuhan eceng gondok (eichhornia crassipes (Mart.) Solms) untuk fitoremediasi limbah cair di sungai Badeg Kecamatan Sukun, Malang sebagai buku ajar matakuliah pencemaran lingkungan / Haslinda Yasti Agustin. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Agustin, Haslinda Yasti. 2014. Analisis Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan Eceng Gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms) untuk Fitoremediasi Limbah Cair di Sungai Badeg Kecamatan Sukun, Malang Sebagai Buku Ajar Matakuliah Pencemaran Lingkungan. Tesis. Program Pendidikan Biologi, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Endang Suarsini, M. S., (II) Prof. Dr. Mimien Henie Irawati, M. S. Kata Kunci: anatomi eceng gondok, fisiologi eceng gondok, fitoremediasi, limbah cair, pencemaran lingkungan, Malang     Air merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup, akan tetapi yang terjadi saat ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih dari hari ke hari. Salah satu penyebab utama yaitu kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh limbah industri. Sebagai contoh sungai Badeg di Kecamatan Ciptomulyo Malang yang sudah tercemar limbah krom dari industri penyamakan kulit, sehingga kualitas airnya menurun. Salah satu cara paling efisien dalam memperbaiki kualitas perairan adalah fitoremediasi, dan tumbuhan yang berfungsi sebagai fitoakumulator yang baik adalah eceng gondok. Eceng gondok bukan merupakan tanaman konsumsi sehingga aman digunakan untuk fitoremediasi, bahkan tumbuhan ini memiliki mekanisme pertahanan diri dalam menghadapi stress lingkungan dengan meningkatkan kandungan ligninnya. Hal ini juga berdampak baik bagi kualitas serat eceng gondok. Penelitian dampak fitoremediasi ini dari segi anatomi dan fisiologi eceng gondok masih kurang, sehingga diperlukan pembahasan mengenai hal tersebut. Hasil dari penelitian ini dituangkan dalam bentuk buku ajar untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa yang menempuh matakuliah Pencemaran Lingkungan di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi air sungai Badeg dan mengidentifikasi kandungan logam beratnya, mengetahui dampak fitoremediasi dari segi anatomi dan fisiologi, serta menghasilkan produk berupa buku ajar untuk matakuliah Pencemaran Lingkungan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan berbasis penelitian (research and development), yang dibagi dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama (untuk memperoleh data kualitas air sungai Badeg termasuk kandungan logamnya), tahap kedua (untuk memperoleh data tentang dampak fitoremediasi dari segi anatomi dan fisiologi eceng gondok), dan tahap ketiga (menggunakan model pengembangan Borg & Gall untuk memperoleh data pengembangan buku ajar dari lembar validasi ahli materi, ahli bahan ajar, praktisi pendidikan (dosen), dan mahasiswa), yang kemudian semua data tersebut dianalisis. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh tiga simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, ditemukan krom valensi 6 (Cr6+) pada Sungai Badeg dan kadarnya sangat tinggi, yaitu ulangan pertama 7,794 mg/L dan ulangan kedua 7,870 mg/L. Kadar ini jauh melebihi baku mutu limbah cair yang diperbolehkan dibuang ke lingkungan. Selain itu juga ditemukan logam lain dalam sampel air Sungai Badeg, antara lain: P (34,135 mg/L), Ca (11,836 mg/L), Ti (1,113 mg/L), Fe (10,949 mg/L), Ni (2,060 mg/L), dan Cu (5,562 mg/L). Kedua, secara anatomi terdapat perbedaan ketebalan lignin yang tampak pada xilem akar eceng gondok. Eceng gondok yang tumbuh pada medium limbah memiliki xilem yang lebih tebal daripada xilem yang tumbuh di medium hidroponik HoaglandÔÇÖs. Ada perbedaan kandungan logam berat Cr6+ yang signifikan antara akar dan daun eceng gondok yang tumbuh di medium hidroponik dengan di medium limbah. Ada perbedaan pertambahan panjang, berat, dan biomassa yang signifikan antara eceng gondok yang tumbuh di medium hidroponik dengan di medium limbah, akan tetapi dari variabel jumlah daun tidak ada perbedaan yang signifikan. Ada perbedaan kandungan klorofil (klorofil a, klorofil b, dan total klorofil) yang signifikan antara eceng gondok yang tumbuh di medium hidroponik dengan di medium limbah.     Ketiga, produk berupa buku ajar tentang Fitoremediasi (Upaya Menjaga Kualitas Lingkungan Perairan) ini mencakup masalah air, pencemaran air akibat logam berat, fitoremediasi, aplikasi fitoremediasi secara sederhana, dan dampak fitoremediasi logam berat khususnya Cr6+ dilihat dari anatomi dan fisiologi tumbuhan eceng gondok. Buku ini dirancang dengan bahasa yang mudah dimengerti dan disertai dengan gambar-gambar yang mendukung. Pada setiap bab dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan terkait masalah lingkungan yang dapat memancing pola pikir mahasiswa untuk lebih peduli lingkungan dan menemukan solusi permasalahan. Penjelasan mengenai fitoremediasi, aplikasi, dan dampaknya pada tumbuhan dijelaskan secara lengkap pada buku ini. Kekurangan buku ajar ini adalah masih perlu ditambah lagi masalah-masalah nyata perairan di Indonesia, alat dan bahan selama penelitian perlu disebutkan dengan jelas agar prosedur kerja dapat dipahami dengan baik, serta perlu adanya glosarium untuk menjelaskan istilah-istilah biologi yang penting.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Biologi (BIO) > S2 Pendidikan Biologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 17 Oct 2014 04:29
Last Modified: 09 Sep 2014 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/60497

Actions (login required)

View Item View Item