Sintesis CA-x(ZnO)/ITO-PET Dan Karakterisasi Microstructure serta Sifat Listriknya Sebagai Bahan Superkapasitor / Ayu Azrurin Mustikasari

Mustikasari, Ayu Azrurin (2018) Sintesis CA-x(ZnO)/ITO-PET Dan Karakterisasi Microstructure serta Sifat Listriknya Sebagai Bahan Superkapasitor / Ayu Azrurin Mustikasari. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Mustikasari, Ayu Azrurin. 2018. Sintesis CA-x(ZnO)/ITO-PET Dan Karakterisasi Microstructure serta Sifat Listriknya Sebagai Bahan Superkapasitor, Tesis, Program Studi Fisika, Pascasarjana. Supervisor: (1) Dr. Markus Diantoro, M.Si., (2) Nandang Mufti, S.Si., M.T., Ph.D Kata Kunci: CA, partikel nano ZnO , Konduktivitas, Surface, Konstanta Dielektrik, dan Microstructure. Cellulose Acetate (CA) merupakan turunan selulosa yang memiliki porositas yang tinggi. Struktur mesoporinya dapat digunakan untuk difusi ion dalam superkapasitor. Penambahan ZnO pada CA membentuk film komposit CA-x(ZnO) untuk meningkatkan sifat listrik dan elektrokimianya. Penelitian ini bertujuan membuat film CA-x(ZnO)/ITO-PET dan menginformasikan sifat fisis meliputi microstructure, konduktivitas surface dan dielektrik dengan dua metode deposisi berbeda yaitu blending dan layer by layer. Telah dilakukan fabrikasi film dalam dua seri metode yaitu metode blending dan metode layer by layer. Metode blending yang dilakukan secara insitu dengan pembentukan larutan CA-x(ZnO)/ITO-PET. Metode deposisi layer by layer dilakukan dengan melapiskan CA diatas substrat, kemudian dilapiskan nanopartikel ZnO diatasnya. Selain itu penambahan ZnO juga dijadikan sebagai variabel bebas selanjutnya dari setiap metode deposisi. Sehingga dalam penelitian ini dikaji 2 kelompok sampel yaitu film seri M1 dan film seri M2. Microstructure, morfologi, konduktivitas surface dan konstanta dielektrik dikarakterisasi dan diuji menggunakan instrumen XRD, SEM-EDAX, metode 4 probe dan LCR-meter. Secara umum penambahan ZnO pada film seri M1 dan M2 menunjukkan kristalinitas fase CA lebih besar dibandingkan dengan fase ZnO. Ukuran butir pada fase CA dan ZnO masing-masing pada film seri M1 adalah berkisar 65-69,2 dan 49-63,7 nm. Sedangkan ukuran butir film seri M2 pada fase CA dan ZnO sebesar 66-78,4 dan 49-63,7 nm. Penambahan ZnO menurunkan ukuran butir dari kedua fase. Strain film seri M1 bernilai negatif pada fase CA dan ZnO masing-masing -0,572 dan -2,164. Strain film seri M2 pada fase CA bernilai positif dan fase ZnO bernilai negatif masing-masing sebesar 0,1962 dan -2,16. Porositas film seri M1 menurun seiring dengan ZnO yang ditambahkan, sedangkan meningkat pada film seri M2. Ukuran butir, porositas, dan strain dianalisis sebagai parameter yang mempengaruhi sifat listrik pada film seri M1 atau M2. Gugus ikatan dan interaksinya menunjukkan hilangnya ikatan hidrogen yang digantikan oleh adanya lembah baru yang muncul akibat penambahan ZnO. Konduktivitas surface film seri M1 dan M2 menurun seiring dengan penambahan ZnO. Film seri M1 dan M2 termasuk kedalam material semikonduktor dengan nilai konduktivitas sebesar 10-4 S/cm. Sedangkan konstanta dielektrik film seri M1 dan M2 meningkat seiring dengan penambahan ZnO yang diberikan. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa film seri M1 lebih baik dibandingkan dengan film seri M2 pada penambahan ZnO sebesar 0,5 gram.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S2 Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 13 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/60244

Actions (login required)

View Item View Item