Pengaruh learning cycle 5 fase-problem posing terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan kemampuan awal berbeda pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan / Fajar Nugroho

Nugroho, Fajar (2018) Pengaruh learning cycle 5 fase-problem posing terhadap hasil belajar dan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dengan kemampuan awal berbeda pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan / Fajar Nugroho. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Nugroho, Fajar. 2017. Pengaruh Learnig Cycle 5E-Problem Posing terhadap Hasil belajar dan Kemampuan Berfikir Tingkat Tinggi Siswa dengan Kemampuan Awal Berbeda pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Wayan Dasna, M.Ed., Ph.D., (II) Prof. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D. Kata kunci: learning cycle 5E, problem posing, hasil belajar, kemampuan berfikir tingkat tinggi, kemampuan awal. Kelarutan dan hasil kali kelarutan sebagai bagian dari ilmu kimia termasuk materi yang sulit. Ada dua alasan mempelajari ilmu kimia sulit yaitu konten materi dan proses pembelajaran. Konten materi kimia terdiri dari representasi makroskopik, submikroskopik, dan simbolik. Proses pembelajaran siswa yang jarang dibelajarkan dengan mengkaitkan ketiga representasi kimia dan mengkontruksi pemahaman mereka sendiri. Kemampuan awal juga berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman siswa dan kemampuan berfikir tingkat tinggi baik pemahaman konseptual maupun algoritmik. Salah satu alternatif mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan learning cycle 5E-problem posing, model pembelajaran kontruktivisme hasil perpaduan learning cycle 5E dan problem posing (pada fase explanation dan elaboration). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan hasil belajar dan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Glagah yang dibelajarkan model learning cycle 5E-problem posing, learning cycle 5E dan verifikasi pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan dengan kemampuan awal siswa berbeda. Penelitian menggunakan rancangan posttest only control design. Populasi penelitian adalah 170 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI MIA 1 (30 siswa) dengan model pembelajaran learning cycle 5E-problem posing, siswa kelas XI MIA 2 (30 siswa) dengan model pembelajaran learning cycle 5E, dan siswa kelas XI MIA 6 (30 siswa) dengan model pembelajaran verifikasi. Instrumen penelitian berupa instrumen perlakuan (RPP, bahan ajar dan LKS) dan instrumen pengukuran (tes sebanyak 23 soal pilihan ganda dan 7 soal essay). Nilai reliabilitas instrumen tes materi kelarutan dan hasil kali kelarutan adalah 0,970. Sesuai tujuan penelitian, analisis data menggunakan anakova dengan taraf signifikansi α sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan hasil belajar siswa SMA kelas XI yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E-problem posing, learning cycle 5E dan verifikasi pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Learning cycle 5E-problem posing lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa termasuk kemampuan konseptual dan algoritmik siswa, (2) terdapat perbedaan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa SMA kelas XI yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E-problem posing, learning cycle 5E dan verifikasi pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Learning cycle 5E-problem posing lebih efektif meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi termasuk kemampuan konseptual dan algoritmik siswa, (3) ada perbedaan hasil belajar siswa SMA kelas XI yang dibelajarkan model pembelajaran learning cycle 5E-problem posing, learning cycle 5Edan verifikasi dengan kemampuan awal berbeda pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Learning cycle 5E-problem posing lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa dengan kemampuan awal berbeda, termasuk kemampuan algoritmik namun kemampuan konseptual tidak jauh berbeda pencapainnya dengan learning cycle 5E, (4) terdapat perbedaan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa ii SMA kelas XI yang dibelajarkan model pembelajaran learning cycle 5E-problem posing, learning cycle 5E dan verifikasi dengan kemampuan awal berbeda pada materi kelarutan dan hasil kali kelarutan. Learning cycle 5E-problem posing lebih efektif meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi dengan kemampuan awal berbeda, termasuk kemampuan konseptual dan algoritmik, (5) tidak ada interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal siswa SMA kelas XI terhadap hasil belajar dan berfikir tingkat tinggi termasuk kemampuan konseptual dan algoritmik.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S2 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 30 Oct 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/60219

Actions (login required)

View Item View Item