Pengaruh pembelajaran berbasis inkuiri dengan konteks isu-isu sosiosantifik terhadap keterampilan scientific explanation siswa SMA pada materi Kimia Larutan / Fitri Aldresti

Aldresti, Fitri (2018) Pengaruh pembelajaran berbasis inkuiri dengan konteks isu-isu sosiosantifik terhadap keterampilan scientific explanation siswa SMA pada materi Kimia Larutan / Fitri Aldresti. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

v RINGKASAN Aldresti, Fitri. 2018. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Inkuiri dengan Konteks Isu-Isu Sosiosaintifik terhadap Keterampilan Scientific Explanation Siswa SMA pada Materi Kimia Larutan. Tesis, Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Sri Rahayu, M.Ed., Ph.D, (II) Dr. Fauziatul Fajaroh, M.S. Kata-kata Kunci: inkuiri, isu-isu sosiosaintifik, scientific explanation Keterampilan scientific explanation atau keterampilan menjelaskan secara ilmiah merupakan salah satu kompetensi penting dalam literasi sains. Keterampilan tersebut dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis inkuiri dengan konteks isu-isu sosiosaintifik (Socioscientific Issues) pada materi kimia larutan di SMA. Salah satu model pembelajaran inkuiri adalah POGIL. Model tersebut memfasilitasi siswa untuk mengemukakan ide-ide mereka secara terbuka sehingga melatih siswa dalam membangun sebuah scientific explanation terkait isu-isu dalam SSI. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menguji perbedaan keterampilan scientific explanation siswa yang dibelajarkan dengan model POGIL berkonteks Socioscientific Issues (SSI), model POGIL, dan metode konvensional; dan (2) mengetahui kualitas scientific explanation siswa yang dibelajarkan dengan model POGIL berkonteks Socioscientific Issues (SSI), model POGIL, dan metode konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian mixed method. Penelitian kuantitatif dilakukan sesuai dengan quasi experiment posttest-only design. Pengambilan sampel dilakukan pada SMA N di Malang dengan teknik convenience sampling sehingga diperoleh tiga kelas (n = 85). Satu kelas bertindak sebagai kelas eksperimen I yang menerapkan model POGIL berkonteks SSI, satu kelas bertindak sebagai kelas eksperimen II yang menerapkan model POGIL, dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang menerapkan metode konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas: instrumen perlakuan dan instrumen pengukuran. Instrumen perlakuan merupakan instrumen yang digunakan saat kegiatan pembelajaran meliputi silabus pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Sedangkan instrumen pengukuran merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur hasil perlakuan yang diberikan yaitu tes scientific explanation (r = 0,748) berupa pertanyaan terbuka terkait artikel Socioscientific Issues (SSI) yang disajikan di dalam tes. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dalam 12 kali pertemuan. Peneliti melaksanakan pembelajaran untuk menerapkan perlakuan terhadap sampel penelitian, memberikan tes, dan mengumpulkan data sebagai hasil perlakuan dan pengukuran dalam penelitian. Data penelitian diperoleh dari jawaban tertulis terhadap tes scientific explanation tersebut yang kemudian diklasifikasi berdasarkan taksonomi SOLO. Penentuan kualitas scientific explanation siswa dilakukan oleh dua orang penilai yang memeriksa secara vi terpisah. Analisis inter-rater reliability dengan menggunakan uji Kappa dilakukan dan diperoleh persentase coding agreement sebesar 0,899 dengan kategori reliabilitas tergolong sangat tinggi. Selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan uji Kruskall-Wallis untuk mengetahui adanya perbedaan keterampilan scientific explanation siswa antara kelas eksperimen I, kelas eksperimen II, dan kelas kontrol. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pertama, ada perbedaan yang signifikan antara keterampilan scientific explanation siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POGIL berkonteks SSI dengan siswa yang dibelajarkan model POGIL dan siswa yang dibelajarkan dengan metode konvensional. Selain itu juga ada perbedaan yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model POGIL berkonteks SSI dengan siswa yang dibelajarkan model POGIL; antara siswa yang dibelajarkan dengan model POGIL berkonteks SSI dengan siswa yang dibelajarkan metode konvensional; dan antara siswa yang dibelajarkan dengan model POGIL dengan siswa yang dibelajarkan metode konvensional. Kedua, kualitas scientific explanation siswa yang dibelajarkan dengan model POGIL berkonteks SSI mencapai tingkatan yang lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model POGIL dan metode konvensional. Kualitas scientific explanation tertinggi siswa pada kelas dengan model POGIL berkonteks SSI adalah level extended abstract dengan persentase sebesar 19,64%; sedangkan kualitas scientific explanation tertinggi siswa pada kelas dengan model POGIL adalah level relational dengan persentase sebesar 6,90%. Sementara itu, kualitas scientific explanation tertinggi siswa pada kelas dengan metode konvensional adalah level relational dengan persentase sebesar 1,79%.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S2 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 25 May 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/60192

Actions (login required)

View Item View Item