Keefektifan Tes Pilihan Ganda Tiga Tingkat dan Tes Pilihan Ganda-Wawancara dalam Mengidentifikasi Miskonsepsi Asam-Basa pada Siswa dengan Kemampuan Berpikir Ilmiah Berbeda / Maya Erliza Anggraeni

Anggraeni, Maya Erliza (2018) Keefektifan Tes Pilihan Ganda Tiga Tingkat dan Tes Pilihan Ganda-Wawancara dalam Mengidentifikasi Miskonsepsi Asam-Basa pada Siswa dengan Kemampuan Berpikir Ilmiah Berbeda / Maya Erliza Anggraeni. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Anggraeni, Maya Erliza. 2017. Keefektifan Tes Pilihan Ganda Tiga Tingkat dan Tes Pilihan Ganda-Wawancara dalam Mengidentifikasi Miskonsepsi Asam-Basa pada Siswa dengan Kemampuan Berpikir Ilmiah Berbeda. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Drs. H. Effendy, M.Pd., Ph.D., (II) Dr. Munzil, M.Si. Kata-kata kunci: tes pilihan ganda, wawancara, tes pilihan ganda tiga tingkat, miskonsepsi, kemampuan berpikir ilmiah Asam-Basa merupakan materi pelajaran kimia untuk siswa SMA dan MA program IPA di kelas XI semester dua. Materi ini menuntut kemampuan berpikir ilmiah untuk memahaminya. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum sepenuhnya mengembangkan kemampuan tersebut. Akibatnya, materi tersebut berpotensi menjadi materi yang sulit dipahami oleh siswa. Kesulitan ini bila berlangsung secara konsisten dapat menyebabkan terjadinya miskonsepsi. Beberapa penelitian menunjukkan miskonsepsi berkaitan dengan kemampuan berpikir ilmiah. Semakin tinggi kemampuan berpikir ilmiah (KBI) siswa, miskonsepsi yang dialami oleh siswa semakin sedikit. Selama ini identifikasi miskonsepsi Asam-Basa menggunakan wawancara, tes pilihan ganda, tes pilihan ganda dua tingkat, dan tes pilihan ganda tiga tingkat. Wawancara paling banyak digunakan karena memberikan informasi yang rinci dan mendalam tentang miskonsepsi yang dialami oleh siswa, namun membutuhkan waktu yang lama. Tes pilihan ganda memerlukan waktu yang lebih singkat namun siswa berpeluang untuk menebak pilihan jawaban. Oleh karena itu, dikembangkan tes pilihan ganda disertai wawancara, tes pilihan ganda dua tingkat, dan tes pilihan ganda tiga tingkat. Persoalannya, sampai saat ini dapat dianggap belum ada penelitian yang membandingkan keefektifan tes pilihan ganda disertai wawancara dengan tes pilihan ganda tiga tingkat. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) mengidentifikasi miskonsepsi yang dapat teridentifikasi menggunakan tes pilihan ganda disertai wawancara dan tes pilihan ganda tiga tingkat, (b) mengidentifikasi miskonsepsi Asam-Basa ditinjau dari kemampuan berpikir ilmiah siswa, dan (c) mengetahui keefektifan tes pilihan ganda tiga tingkat dibandingkan dengan tes pilihan ganda disertai wawancara dalam mengidentifikasi miskonsepsi Asam-Basa. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah dua kelas homogen pola lima semester program IPA SMAN 8 Malang. Instrumen penelitian terdiri dari tes KBI, tes pilihan ganda disertai wawancara, dan tes pilihan ganda tiga tingkat. Tes KBI dikembangkan oleh Lawson. Terjemahan tes tersebut dalam bahasa Indonesia dilakukan oleh Risa Asnawi. Tes terjemahan tersebut memiliki koefisien reliabilitas, dihitung dengan rumus KR-20, sebesar 0,76. Tes pilihan ganda terdiri dari 31 butir soal. Tes ini memiliki validitas isi sebesar 91% dan koefisien reliabilitas, dihitung dengan rumus KR-20, sebesar 0,68. Tes pilihan ganda tiga tingkat merupakan tes pilihan ganda dua tingkat yang ditambah dengan pilihan yakin dan tidak yakin terhadap opsi jawaban pilihan dan alasan. Tes ini memiliki validitas isi sebesar 90% dan koefisien reliabilitas, ii dihitung dengan rumus KR-20, sebesar 0,74. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Miskonsepsi yang dapat teridentifikasi menggunakan kedua jenis tes adalah: 1) semakin besar konsentrasi larutan asam maka kekuatan asam bertambah, 2) semakin besar konsentrasi larutan basa maka kekuatan basa bertambah. Miskonsepsi yang hanya dapat teridentifikasi menggunakan pilihan ganda diikuti wawancara yaitu: 3) reaksi asam-basa Lewis menghasilkan proton atau ion H+, 4) reaksi asam-basa Lewis menghasilkan asam konjugat dan basa konjugat, 5) pada reaksi asam-basa Lewis terjadi transfer proton, 6) reaksi asam-basa Lewis menghasilkan pasangan asam-basa konjugat; (b) Jumlah miskonsepsi yang terjadi pada siswa yang termasuk dalam kategori berpikir concrete > low formal > upper formal; (c) Tes pilihan ganda disertai wawancara lebih efektif dibandingkan dengan tes pilihan ganda tiga tingkat dalam mengidentifikasi miskonsepsi materi asam-basa. Miskonsepsi yang paling banyak dialami oleh siswa secara berurutan yaitu miskonsepsi nomor 2, 1, 5, 6, 3 dan 4. Miskonsepsi nomor 3, 4, 5 dan 6 adalah miskonsepsi baru yang belum pernah dilaporkan pada penelitian lain.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Kimia (KIM) > S2 Pendidikan Kimia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Feb 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/60190

Actions (login required)

View Item View Item