Analisis sifat magnetik, kandungan unsur, morfologi serta remanen megnetik tanah perkebunan apel Coban Talun Kota Batu Indonesia / Diah Sukma Haryati

Haryati, Diah Sukma (2018) Analisis sifat magnetik, kandungan unsur, morfologi serta remanen megnetik tanah perkebunan apel Coban Talun Kota Batu Indonesia / Diah Sukma Haryati. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Haryati Diah Sukma. 2018. Analisis Sifat Magnetik Kandungan Unsur Dan Morfologi Serta Remanen Magnetik Perkebunan Apel Coban Talun Kota Batu Malang Indonesia. Tesis. Program Studi Fisika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Zulaikah M.Si. (II) Dr. Sunaryono M.Si. Kata kunci Suseptibilitas Magnetik unsur tanah perkebunan morfologi mineral magnetik. Penelitian tentang Agromagnetism masih jarang dilakukan. Agromagnetism adalah cabang ilmu pengetahuan yang mengidetifikasi mineral magnetik pada tanah perkebunan dan tanah pertanian. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi mineral magnetik pada tanah perkebunan Apel Kota Batu dengan menggunakan Bartington MS2B untuk mengukur suseptibilitas magnetik dan X-Ray Fluoroscence untuk mengetahui kandungan unsur kimia tanah. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil 10 titik pada perkebunan Apel Manalagi dan 10 titik pada perkebunan Apel Anna di Kota Batu. Hasil pengukuran menunjukkan suseptibilitas magnetik 967 lf pada perkebunan Apel Kota Batu berada pada rentang 2 577 - 8 258 x 10-6 m3kg-1 menunjukkan sifat mineral magnetik termasuk SP (superparamagnetik) dan jenis butir mineralnya termasuk SD (Single Domain). Sedangkan nilai suseptibilitas magnetik 967 lf pada Perkebunan Apel Pujon berada pada rentang 6.539 - 16.243 x 10-6 m3kg-1. Dan nilai suseptibilitas magnetik pada Perkebunan Apel Poncokusumo berada pada rentang 9.391 - 18.491 x 10-6 m3kg-1. Hasil pengujian menggunakan XRF menunjukkan unsur-unsur yang terdapat pada Perkebunan Apel Kota Batu antara lain Al Si P K Ca Ti V Cr Mn Fe Cu Zn Eu dan Re. Unsur yang memiliki persentase tertinggi adalah unsur Fe sebesar 45 45%. Persentase Fe pada perkebunan Apel Pujon sebesar 68 4% dan Perkebunan Apel Poncokusumo sebesar 65 6%. Mineral penyusun pada perkebunan Apel diduga Olivine karena mengandung unsur Mg Fe dan Si dan persentase Fe nya kurang dari 55%. Hasil pengujian menggunakan SEM-EDX menunjukkan sampel mineral magnetik perkebunan apel Kota Batu memiliki bentuk bulat dan oktahedral. Bentuk oktahedral berasal dari proses pedhogenic sedangkan bentuk bulat berasal dari proses antropogenic. Hasil uji VSM diketahui bahwa sampel tersebut bersifat ferimagnetik dan termasuk Multidomain (MD).

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S2 Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 12 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/59966

Actions (login required)

View Item View Item