The dynamic equivalence: structural and sociocultural adjustments in the translation version of the novel resurrection / Norisma Alif Fujiyanti

Fujiyanti, Norisma Alif (2018) The dynamic equivalence: structural and sociocultural adjustments in the translation version of the novel resurrection / Norisma Alif Fujiyanti. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi RINGKASAN Fujiyanti, Norisma Alif. 2018. Dynamic Equivalence: Penyesuaian Struktural dan Sosiokultural dalam Versi Terjemahan Novel Resurrection. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Effendi Kadarisman, M.A, Ph.D, (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi, S.Pd., M.A. Kata Kunci: Kesetaraan Dinamis dalam Terjemahan, Penyesuaian Struktural, Penyesuaian Sosiokultural, Novel Resurrection, Versi Bahasa Indonesia Novel Resurrection. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pencapaian kesetaraan dinamis dalam terjemahan melalui Penyesuaian Struktural dan Penyesuaian Sosiokultural. Berkenaan dengan kualitas dalam terjemahan, Peneliti mengangkat terjemahan dari penerjemah kredibel yakni Arif Subiyanto sebagai objek utama penelitian. Data penelitian diperoleh dari novel Resurrection versi original yang ditulis oleh Tucker Malarkey (2006) dan versi Bahasa Indonesia yang diterjemahkan oleh Arif Subiyanto dan dipublikasikan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2007. Penelitian ini berfokus pada bagaimana Arif Subiyanto melaksanakan Penyesuaian Struktural dan Penyesuaian Sosiokultural dalam menerjemahkan novel Resurrection. Peneliti menentukan 30 halaman sebagai sampel di mana 10 halaman berasal dari bagian awal: halaman 3 - 22, 10 halaman dari bagian tengah: halaman 171 - 190 dan 10 halaman diambil dari bagian akhir: halaman 341 - 361 dari novel. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam bahasa sumber yang setara dengan kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam bahasa target. Kesetaraan tersebut merupakan hasil dari Penyesuaian Struktural yang terdiri dari Penyesuaian Leksikal, Penyesuaian Morfo-sintaksis dan Pengaturan Wacana, serta Penyesuaian Sosiokultural yang terdiri dari Penyesuaian Sosiopragmatik dan Penyesuaian Budaya. Data yang diperoleh direkap dan dianalisis lebih lanjut berfokus pada lima penyesuaian tersebut dan didukung oleh data yang berasal dari hasil wawancara dengan penerjemah tentang pertimbangan penerjemah dalam menerjemahkan novel Resurrection. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penyesuaian Struktural memiliki frekuensi digunakan yang lebih tinggi daripada Penyesuaian Sosiokultural. Berdasarkan frekuensi penggunaan tersebut, Penyesuaian Leksikal memiliki angka frekuensi tertinggi dengan total 723 entri atau 55,57%, diikuti oleh Penyesuaian Wacana dengan total 270 entri atau 20,75%, kemudian Penyesuaian Morfo-sintaksis dengan total 223 entri atau 17,15%, diikuti oleh Penyesuaian Sosiopragmatik dengan total 45 entri atau 3,46% dan Penyesuaian Budaya dengan frekuensi penggunaan terendah yakni 40 entri atau 3,07%. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerjemah melaksanakan Penyesuaian Struktural dan Penyesuaian Sosiokultural. Berdasarkan frekuensi penggunaan diketahui bahwa frekuensi penggunaan Penyesuaian Struktural lebih tinggi daripada Penyesuaian Sociokultural dengan urutan penyesuaian sebagai berikut: Penyesuaian Leksikal, Penyesuaian Wacana, Penyesuaian Morfo-sintaksis, vii Penyesuaian Sosiopragmatik dan Penyesuaian Budaya. Urutan berdasarkan frekuensi penggunaan ini wajar sebab Penyesuaian Struktural, yang terdiri dari Penyesuaian Leksikal, Penyesuaian Morfo-sintaksis, dan Penyesuaian Wacana berkaitan dengan jumlah kata yang tak terhitung pada bahasa tertentu, perbedaan struktur, pola dan aturan antar bahasa dan cara penerjemah dalam menyampaikan ide penulis dan cerita dengan mempertimbangkan kohesi dan koherensi. Sementara itu, Penyesuaian Sosiokultural, yang terdiri dari Penyesuaian Sosiopragmatik dan Penyesuaian Budaya, berfokus pada fungsi bahasa yakni sebagai alat komunikasi yang dipengaruhi oleh budaya di mana bahasa tersebut digunakan. Hal ini berkaitan dengan penggunaan implikasi, makna tersirat dari kata, klausa, frase dan kalimat dan hubungannya dengan masyarakat serta budaya di mana suatu bahasa tertentu digunakan. Ada dua cara yang digunakan oleh penerjemah, Arif Subiyanto dalam melakukan Penyesuaian Leksikal, yaitu: 1) dengan menjelaskan atau menggambarkan situasi yang terjadi dalam cerita, perasaan dan emosi yang terletak dalam cerita, atau bahkan dengan menggambarkan hal tertentu yang terdapat dalam cerita, 2) dengan mengabaikan kata - kata dengan arti yang sama yang terdapat dalam kamus dan memutuskan untuk menciptakan ekspresi sendiri atau memutuskan untuk menggunakan ekspresi lain dalam bahasa target yang memiliki arti yang sama. Dalam melakukan Penyesuaian Wacana, penerjemah menambahkan kata penghubung dalam bahasa target, menyesuaikan kata penghubung di bahasa sumber ke dalam kata penghubung di bahasa target dan memberikan informasi tambahan untuk menyampaikan ide penulis. Sementara itu, cara penerjemah dalam melakukan Penyesuaian Morfo-sintaksis adalah dengan menata ulang susunan kata, mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif dan menggabungkan beberapa kalimat di bahasa sumber ke dalam satu kalimat di bahasa target, begitupun sebaliknya. Dalam melakukan Penyesuaian Sosiopragmatik, penerjemah tidak hanya mempertimbangkan konteks tetapi juga implikatur, makna tersirat dari suatu ujaran tertentu, alasan memilih suatu ucapan tertentu, serta hubungan penggunaan bahasa dengan masyarakat seperti tingkat kesopanan dan sebagainya. Sementara itu, ada tiga cara bagaimana penerjemah melakukan Penyesuaian Budaya, yaitu dengan: 1) tidak menerjemahkan ucapan bahasa sumber ke dalam bahasa target karena tidak ada kata dalam bahasa target yang memiliki makna setara, 2) sama dengan cara pertama, namun, penerjemah memberikan informasi tambahan dalam bahasa target, 3) mengganti ekspresi bahasa sumber tertentu, seperti pepatah, ke ekspresi dalam bahasa target.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S2 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 10 Sep 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/59947

Actions (login required)

View Item View Item