Kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan metakognisi dengan pembelajaran berbasis masalah terhadap sswa SMA pada topik Kalor / Aprilita Ekasari

Ekasari, Aprilita (2018) Kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan metakognisi dengan pembelajaran berbasis masalah terhadap sswa SMA pada topik Kalor / Aprilita Ekasari. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Ekasari, Aprilita. 2018. Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kemampuan Metakognisi dengan Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Siswa SMA pada Topik Kalor. Tesis. Program Studi Pendidikan Fisika. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Markus Diantoro, M.Si. (II) Dr. Parno, M.Si. Kata Kunci : kemampuan pemecahan masalah, kemampuan metakognisi, kalor, pembelajaran berbasis masalah, mixed methods embedded experimental model Kemampuan pemecahan masalah sangat penting untuk ditingkatkan guna menunjang kompetensi siswa dalam memecahkan masalah fisika yang dihadapi maupun masalah dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan kemampuan metakognisi mempengaruhi peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa. Telah dilakukan penelitian awal kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan metakognisi siswa SMA di Tulungagung masih rendah sebesar 41,2% dan 39,4%. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan metakognisi dari tiga sekolah yang memiliki tingkatan yang berbeda yaitu SMA A, SMA B, SMA C yang dibelajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah pada topik kalor. Penelitian ini menggunakan desain penelitian mixed methods embedded experimental model. Subjek penelitian terdiri dari tiga sekolah, 44 siswa kelas 11 MIPA 8 SMA A, 36 siswa kelas 11 MIPA 2 SMA B, dan 30 siswa kelas 11 MIPA 1 SMA C pada tahun ajaran 2016/2017. Data mencangkup data kuatitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari pretest, pottest, observasi dan catatan lapangan. Data kuantitatif dianalisis dengan uji effect zise, uji n-gain, pair t-test, serta uji hipotesis anova. Data kualitatif dianalisis dengan koding dan reduksi data. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa SMA A mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan metakognisi tinggi. Sedangkan SMA C mengalami peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan metakognisi rendah. Hasil yang didapat sebagai berikut, kemampuan pemecahan masalah siswa SMA A memiliki N-gain skor rata-rata sebesar 0,59, dan effect size 2,11; sedangkan kemampuan metakognisi memiliki N-gain skor rata-rata sebesar 0,49; dan effect size 1,93. Kemampuan pemecahan masalah siswa SMA B memiliki N-gain skor rata-rata sebesar 0,41; dan effect size 1,66; sedangkan kemampuan metakognisi memiliki N-gain skor rata-rata sebesar 0,51; dan effect size 2,33. Kemampuan pemecahan masalah siswa SMA C memiliki N-gain skor rata-rata sebesar 0,41; dan effect size 1,66; sedangkan kemampuan metakognisi memiliki N-gain skor rata-rata sebesar 0,46; dan effect size 2,55. Selain itu hasil uji statistik anova menunjukan adanya perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan metakognisi dari tiga sekolah yang memiliki tingkatan yang berbeda yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis masalah terkait topik kalor.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S2 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Jul 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/59927

Actions (login required)

View Item View Item