Pengembangan model pembelajaran inquiry linkm maps (PILM) untuk meningkatkan kemampuan berpikir fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang / Salis Ahda

Ahda, Salis (2012) Pengembangan model pembelajaran inquiry linkm maps (PILM) untuk meningkatkan kemampuan berpikir fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang / Salis Ahda. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Keyword: model pembelajaran, inquiry link maps, kemampuan berpikir. Peningkatan kualitas pendidikan fisika senantiasa perlu dilakukan. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan fisika adalah peningkatan kua-litas guru terutama dalam memfasilitasi, memotivasi, dan mendorong siswa untuk belajar fisika. Guru fisika memiliki tugas utama menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, dapat menarik minat dan antusias siswa serta dapat memotivasi siswa untuk senantiasa belajar fisika dengan baik dan semangat. Untuk itu diperlu-kan variasi pembelajaran dan model pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk berpikir, aktif, kreatif, menyenangkan, dan memotivasi untuk senantiasa belajar fisika dengan semangat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model PILM dan menguji keefektifannya. Desain penelitian ini mengacu pada Research & Development yang terdiri dari studi pendahuluan, pengembangan model, dan uji model. Hasil pengem-bangan model PILM adalah kerangka teoritik, sintaks, bahan ajar, lembar kerja siswa, perangkat penilaian, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Validasi terhadap model PILM dilakukan oleh 2 expert dan 3 user. Hasil validasi menyatakan bahwa hasil pengembangan model PILM adalah valid, sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran.Uji model PILM dilaksanakan di kelas XI IPA SMA Negeri 8 Malang dengan rancangan penelitian kuasi eksperimen. Dari populasi kelas XI IPA dipilih secara acak 2 kelas sebagai sampel penelitian. Kelas XI IPA 2 terpilih sebagai kelas eksperimen, dilakukan pembelajaran dengan model PILM dan kelas XI IPA 1 terpilih sebagai kelas kontrol, dilakukan pembelajaran langsung. Dalam uji keefektifan model PILM juga dikaji dampak instruksional dan dampak pengiringnya. Dampak instruksional meliputi: kemampuan berpikir, konstruksi pengetahuan, ketrampilan kooperatif, dan sikap berpikir ilmiah. Dampak pengiring meliputi: sikap positif terhadap fisika dan kemandirian. Untuk uji keefektifan model PILM dilakukan dengan membandingkan kemampuan akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dengan kemampuan awal yang sama. Uji perbandingan kemampuan akhir dilakukan dengan uji-t terhadap nilai postes, hasilnya diperoleh thitung = 2,81 > ttabel = 2,00 dengan taraf signifikan 5 %. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuan akhir siswa di kedua kelas. Rata-rata nilai siswa di kelas eksperimen yang diajar dengan model PILM = 81,09 lebih tinggi dari rata-rata nilai siswa kelas kontrol yang diajar dengan pembelajaran langsung = 73,94. Ini berarti model PILM efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir fisika siswa. Sebesar 91,6% siswa merespon positif terhadap model PILM, menyatakan bahwa model PILM menarik, menyenangkan, meningkatkan pemahaman, keterampilan bekerjasama, dan semangat belajar fisika. 94,00% siswa merasakan kesan yang sangat baik terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan model PILM. Model PILM berdampak pada kemampuan berpikir siswa, proses konstruksi secara bermakna, keterampilan berpikir ilmiah, dan keterampilan kooperatif.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) > Jurusan Fisika (FIS) > S2 Pendidikan Fisika
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 26 Jun 2012 04:29
Last Modified: 09 Sep 2012 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/59671

Actions (login required)

View Item View Item