Blended learning implementation to ameliorate the no-English Departemen dstudentsÔÇÖ speaking skill / Iffatunnida

Iffatunnida (2018) Blended learning implementation to ameliorate the no-English Departemen dstudentsÔÇÖ speaking skill / Iffatunnida. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Iffatunnida. 2018. Implementasi Blended Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris bagi Mahasiswa non-Jurusan Bahasa Inggris. Tesis, Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1) Prof. Dr. Nur Mukminatien, M.Pd., (2) Prof. Dr. Yazid Basthomi, M.A. Kata kunci: blended learning; kemampuan berbicara; video Lingkup pendidikan, seiring dengan perkembangan teknologi seluler, juga menyesuaikan penggunaannya dalam proses belajar mengajar. Para pendidik menyatakan bahwa penggunaan teknologi membantu alur pengajaran mereka menjadi lebih baik dibanding pembelajaran tradisional di ruang kelas. Blended learning lalu diklaim sebagai penghubung antara ÔÇÿkebutuhan pembelajaran dalam kelasÔÇÖ dan ÔÇÿpembelajaran melalui teknologiÔÇÖ. Praktiknya dalam konteks EFL (Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing) telah diakui karena kelas Bahasa Inggris tidak memiliki waktu yang cukup sehingga mahasiswa tidak leluasa untuk melatih kemampuan Bahasa Inggrisnya. Dalam penelitian ini, pendekatan blended learning dilakukan dalam kelas Bahasa Inggris Intensif untuk mahasiswa Jurusan non-Bahasa Inggris. Mereka belajar di kelas tersebut sekali seminggu dengan beragam topik yang ditetapkan oleh institusi. Penelitian quasi-experimental digunakan untuk mengamati perubahan signifikan dari pencapaian mahasiswa dalam kemampuan berbicara Bahasa Inggris mereka setelah diberi perlakuan (treatment). Sampel dalam penelitian ini ialah mahasiswa Jurusan Psikologi, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semester tiga (tahun akademik 2017-2018). Kedua kelas lalu dikategorikan sebagai grup eksperimen dan kontrol dan diajar oleh dosen yang berbeda. Dalam grup eksperimen, mahasiswa diminta untuk melakukan tugas berbicara mereka dalam bentuk video dan mengunggahnya ke grup Facebook. Mereka memiliki kesempatan untuk menelaah video mereka dan juga teman sekelasnya serta memberikan masukan yang dibutuhkan. Sementara di grup kontrol, mahasiswa diajar menggunakan strategi cerita bersambung yang sering dipraktikkan oleh dosen-dosen kelas Bahasa Inggris Intensif di kampus tersebut ketika mengajarkan genre naratif. Penelitian ini dilakukan dalam lima pertemuan termasuk pretest dan posttest. Studi ini ditujukan untuk menemukan perbedaan sebelum dan sesudah tindakan, skor dari kedua grup lalu dibandingkan dan dianalisis menggunakan ToolPak Data Analysis yang terintegrasi dalam Microsoft Excel 2010. Nilai kedua grup lalu dihitung menggunakan t-Test: two sample assuming unequal variances untuk melihat perbedaannya. Hasil akhir menunjukkan bahwa mahasiswa yang diajar menggunakan blended learning mengalami peningkatan skor. Selisih skor sebelum dan sesudah tindakan di grup eksperimen meningkat 2.9 poin, sementara selisih di grup kontrol ialah 1.2 ÔÇô lebih rendah 1.7 dibanding grup eksperimen. Penemuan lainnya ialah tidak semua mahasiswa meningkat pencapaian kemampuan berbicaranya. Beberapa mahasiswa memiliki nilai yang sama di kedua tes. Meskipun begitu, jumlah mahasiswa tersebut di grup eksperimen hanya satu, sedangkan di grup kontrol ada 11 mahasiswa yang tidak menunjukkan peningkatan. Jawaban mahasiswa dalam kuesioner juga mengungkap bahwa melakukan tugas English speaking dalam bentuk video lebih disukai daripada melakukannya di depan kelas dan dosen. Karena mahasiswa saat ini sangat lihai dalam teknologi, mereka merasa senang ketika mengerjakan tugasnya dengan memanfaatkan gadget mereka. Menelaah video mereka sendiri juga dipercaya memberi mereka kesempatan untuk mengetahui letak kekurangannya. Karena mereka diberi kesempatan untuk memperbaiki penampilannya setelah mendapat saran dari teman dan dosen, mahasiswa dapat melakukan tugas atau video selanjutnya dengan lebih baik. Meskipun hasil penelitian blended learning ini positif, peneliti masih menganggap perlu untuk menyampaikan beberapa aspek untuk dipertimbangkan oleh dosenguru yang ingin menerapkan pendekatan serupa. Pertama, alokasi waktu harus cukup untuk memberikan penjelasan tentang materi serta latihan. Latihan dapat difokuskan untuk peningkatan tata bahasa dan pengucapan. Akan lebih baik lagi jika semua itu direncanakan sebelumnya sehingga dapat dilaksanakan dengan sempurna. Kedua, menyediakan waktu untuk memberi dan mendapatkan masukan dari teman dan dosen dipercaya akan membuat pembelajaran lebih bermakna. Masukan-masukan tersebut diharapkan dapat membuat mahasiswa makin peka akan kekurangannya dan membuatnya lebih bersemangat untuk menunjukkan sisi terbaik mereka.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S2 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/58972

Actions (login required)

View Item View Item