Face threatening acts in the teachers' talk during classroom interaction and their pedagogical implications / Rahmawati Aprilanita

Aprilanita, Rahmawati (2018) Face threatening acts in the teachers' talk during classroom interaction and their pedagogical implications / Rahmawati Aprilanita. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vii RINGKASAN Aprilanita, Rahmawati. 2018. Tindakan Mengancam Muka Dalam Pembicaraan Guru Selama Interaksi Kelas dan Implikasi Pedagogisnya. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Effendi Kadarisman, M.A, Ph.D, (II) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd, M.Ed. Kata kunci: interaksi kelas, guru bicara, tindakan mengancam muka, implikasi pedagogis Selama interaksi, para pendengar perlu mempertahankan harga dirinya, dan dihormati tetapi mereka sering dilanggar oleh suatu tindakan selama percakapan termasuk dalam interaksi kelas dan tindakan ini disebut sebagai "Face Threating Acts" (FTA) atau tindakan mengancam muka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi tindakan yang mengancam wajah dalam pembicaraan guru selama interaksi kelas mereka, pengaruh gender dalam produksi jenis FTA, alasan memproduksi jenis FTA dan implikasi pedagogis mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Para peserta terdiri dari 11 guru (6 perempuan dan 5 laki-laki) dari Sekolah Menengah Atas Negeri dan Sekolah Kejuruan Negeri di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Data penelitian ini diambil dari observasi untuk melihat FTA yang dihasilkan dalam pembicaraan dan wawancara guru untuk mengetahui perspektif guru tentang kesopanan dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris. Hasil analisis data menunjukkan bahwa para guru menghasilkan kesopanan positif atau FTA tipe 2 untuk 41,10% diikuti oleh FTA tipe 1: terus terang tanpa penghalusan pada untuk 36,20%, FTA tipe 3: kesopanan negatif untuk 22% dan FTA tipe 4: tindak tindak tutur samar-samar untuk 0,70%. Alasan untuk memproduksi jenis FTA adalah: guru menggunakan terus terang tanpa samar-samar (FTA tipe 1) ketika mereka memberi perintah dan peringatan ke kelas, kesopanan positif (FTA tipe 2) ketika mereka meminta pendapat / jawaban siswa, memuji siswa, memberikan pengantar dan undangan untuk berpartisipasi untuk kegiatan kelas, kesantunan negatif (FTA tipe 3) ketika mereka meminta pengulangan, dan meminta maaf ketika mereka membuat kesalahan, tindak tutur samar-samar (FTA tipe 4) ketika situasi tidak mendukung atau mengganggu kegiatan mereka dan mengganggu siswa yang terkait dengan sanksi; sementara faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan jenis FTA adalah: strategi belajar dan belajar dan kepercayaan pada tujuan pembelajaran dan kesopanan. Gender hanya mempengaruhi jumlah dari ucapan dari tipe tindakan mengancam muka bukan tinggi tipenya; guru wanita menghasilkan tipe tindakan mengancam muka dengan tipe lebih tinggi daripada guru pria. Implikasi pedagogis adalah: (1) guru harus menyadari bahwa kesopanan dan budaya sebagai bagian dari pendidikan karakter viii seperti yang tercantum pada Nawacita (Sembilan program utama Presiden Republik Indonesia) dan Kompetensi Inti dalam Kurikulum Nasional (Kurikulum 2013); (2) pentingnya menyertakan pemahaman budaya ke dalam materi dan kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan temuan-temuan di atas, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui deskripsi lengkap kesopanan guru bahasa Inggris di wilayah Pasuruan; sehingga disarankan untuk penelitian masa depan dapat dilakukan di sekolah swasta karena kondisinya berbeda dengan sekolah negeri..

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S2 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 May 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/58968

Actions (login required)

View Item View Item