Hedges and Boosters in the 'background of the study' section of ELT students' thesis proposal: written and spoken discourses / Risda Asfina

Asfina, Risda (2017) Hedges and Boosters in the 'background of the study' section of ELT students' thesis proposal: written and spoken discourses / Risda Asfina. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRACT Asfina, Risda. 2017. Hedges and Boosters in the ÔÇÿBackground of the StudyÔÇÖ Section of ELT StudentsÔÇÖ Thesis Proposal: Written and Spoken Discourses. Thesis, Graduate Program in English Language Teaching, Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Prof. A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D., (2) Dr. Utari Praba Astuti, M.A. Keywords: hedges, boosters, ELT students, written discourse, spoken discourse Hedges and boosters are considered as important interactional metadiscourse devices which show the writerÔÇÖs/speakerÔÇÖs degree of confidence in the truth of a proposition and his/her attitude to the readers/listeners in academic discourse. Some scholars say that there are several distinctive points between written and spoken languages, one of which is preciseness. With regard to this idea, this study aims at investigating and comparing the use of hedges and boosters by ELT students in both written and spoken discourses seen from their thesis proposals and thesis proposal presentations particularly the ÔÇÿbackground of the studyÔÇÖ section. The research questions are: (1) how do ELT students employ hedges and boosters in written and spoken discourses in terms of types and frequency?, (2) in which discourse (written or spoken) do ELT students employ more hedges?, (3) in which discourse (written or spoken) do ELT students employ more boosters?, and (4) what is the distribution of hedges and boosters variants used by ELT students in written and spoken discourses? Dealing with the objective of the study and the research questions, this study used descriptive qualitative research design. In addition, this study employed corpus-based approach which utilized a concordance software, i.e. AntConc (3.4.4) to examine the frequency of hedges and boosters based on their types. The research subjects were 20 ELT graduate students registered in 2015 at Universitas Negeri Malang. Furthermore, the use of hedges and boosters was examined based on hedges taxonomy adapted from Salager-Meyer and Hyland and boosters taxonomy adapted from Hinkel and Hyland. The first finding of this study revealed that in terms of types and frequency, the patterns of the use of hedges (from the most to the least frequently used type) by ELT students in written and spoken discourses were almost similar: WD: SÔÇôApÔÇôEmÔÇôExÔÇôCh, and SD: SÔÇôApÔÇôExÔÇôEmÔÇôCh, and the patterns of the use of boosters in both discourses were similar: EÔÇôPÔÇôA (see p.27 for legends). Secondly, ELT students employed more hedges in written discourse than spoken discourse. Thirdly, ELT students employed more boosters in spoken discourse than written discourse. Lastly, 65.28% of hedges variants and 65.93% of boosters variants provided in the taxonomies were used by ELT students in both discourses. Overall, they used more hedges and boosters variants in written discourse than spoken discourse. The results of this study provide the implication for ELT practitioners to improve their teaching methodology and evaluation with regard to ELT studentsÔÇÖ use of hedges and boosters by putting these devices as parts of priority in teaching both academic writing and speaking for academic purposes. ABSTRAK Asfina, Risda. 2017. Hedges dan Boosters pada BagianÔÇÿLatar Belakang PenelitianÔÇÖ Usulan Tesis Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris: Wacana Tertulis dan Lisan. Tesis, Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. A. Effendi Kadarisman, M.A., Ph.D., (2) Dr. Utari Praba Astuti, M.A. Kata kunci: hedges, boosters, mahasiswa pendidikan bahasa inggris, wacana tertulis, wacana lisan Hedges dan boosters dianggap sebagai ungkapan interactional metadiscourse yang penting yang menunjukkan tingkat keyakinan penulis/pembicara terhadap kebenaran proposisi dan sikapnya terhadap pembaca/pendengar dalam wacana akademis. Beberapa ahli mengatakan bahwa ada beberapa poin pembeda antara bahasa tulisan dan lisan. Salah satunya adalah presisi. Sehubungan dengan gagasan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan penggunaan hedges dan boosters oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dalam wacana tertulis dan lisan dilihat dari usulan tesis dan presentasi usulan tesis khususnya bagian 'latar belakang penelitian'. Pertanyaan penelitiannya adalah: (1) bagaimana mahasiswa PBI menggunakan hedges dan boosters dalam wacana tertulis dan lisan dari segi tipe dan frekuensi?, (2) pada wacana mana (tertulis atau lisan) mahasiswa PBI menggunakan lebih banyak hedges?, (3) pada wacana mana (tertulis atau lisan) mahasiswa PBI menggunakan lebih banyak boosters?, dan (4) bagaimana distribusi varian hedges dan boosters yang digunakan oleh mahasiswa PBI dalam wacana tertulis dan lisan? Sehubungan dengan tujuan dan pertanyaan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif deskriptif. Selain itu, penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis korpus dengan menggunakan perangkat lunak konkordansi, yaitu AntConc (3.4.4), untuk menyelidiki frekuensi hedges dan boosters berdasarkan tipe-tipenya. Subjek penelitian ini adalah 20 mahasiswa pascasarjana PBI angkatan 2015 di Universitas Negeri Malang. Selanjutnya, penggunaan hedges dan boosters dikaji berdasarkan taksonomi hedges yang diadaptasi dari Salager-Meyer dan Hyland dan taksonomi boosters yang diadaptasi dari Hinkel dan Hyland. Temuan pertama penelitian ini menunjukkan bahwa dari segi tipe dan frekuensi, pola penggunaan hedges (dari tipe yang paling sering hingga paling jarang digunakan) oleh mahasiswa PBI pada wacana tertulis dan lisan hampir sama: WT: S-Ap-Em-Ex-Ch, dan WL: S-Ap-Ex-Em-Ch, dan pola penggunaan boosters pada kedua wacana sama: E-P-A (lihat hal.27 untuk penjelasan simbol). Kedua, mahasiswa PBI menggunakan lebih banyak hedges dalam wacana tertulis daripada wacana lisan. Ketiga, mahasiswa PBI menggunakan lebih banyak boosters dalam wacana lisan daripada wacana tertulis. Terakhir, 65,28% varian hedges dan 65,93% varian boosters yang ada pada taksonomi digunakan oleh mahasiswa PBI pada kedua wacana. Secara keseluruhan, mereka menggunakan lebih banyak varian hedges dan boosters dalam wacana tertulis daripada wacana lisan. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi praktisi PBI untuk meningkatkan metodologi dan evaluasi pengajaran mereka berkaitan dengan penggunaan hedges dan boosters oleh mahasiswa PBI dengan menempatkannya sebagai bagian dari prioritas dalam pengajaran menulis dan berbicara untuk tujuan akademis.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S2 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 15 Jun 2017 04:29
Last Modified: 09 Sep 2017 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/58882

Actions (login required)

View Item View Item