The relationship among attitude, motivation, interest, and student's speaking ability / Wa Ode Heni Muja Apryani

Apryani, Wa Ode Heni Muja (2015) The relationship among attitude, motivation, interest, and student's speaking ability / Wa Ode Heni Muja Apryani. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Apryani, Wa Ode Heni Muja. 2015. Hubungan antara Sikap, Motivasi, Minat, dan Kemampuan Berbicara Siswa. Tesis. Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Johannes Ananto Prayogo, M.Pd., M.Ed., (II) Dr. Sri Rachmajanti, Dip. TESL, M.Pd. Keywords: sikap, motivasi, minat, kemampuan berbicara. Mengingat pentingnya pemahaman akan karakteristik siswa sebelum merancang aktivitas yang menarik dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, oleh karena itulah penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara sikap siswa, motivasi, dan minat yang telah diketahui sebagai faktor-faktor yang berpengaruh dalam berbicara. Penelitian ini menggunakan desain korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket sikap, angket motivasi, angket minat, dan tes lisan. Ada 30 siswa dari Madrasah Aliyah Pesantren Ummushabri Kendari yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dari kuesioner dan tes lisan dianalisis dengan menggunakan SPSS 16 dengan menghitung koefisien korelasi menggunakan korelasi rank Spearman. Hasil temuan menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan (p-value = 0,065) antara sikap siswa dan kemampuan berbicara mereka. Ini berarti bahwa kita tidak dapat mengandalkan sikap siswa dalam memprediksi kemampuan berbicara mereka. Selain itu, temuan menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan (p-value = 0,035) antara motivasi siswa dan kemampuan berbicara mereka. Ini berarti bahwa semakin tinggi motivasi, skor yang lebih tinggi dari berbicara dapat dicapai. Temuan juga menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan (p-value = 0,031) antara minat siswa dan kemampuan berbicara mereka. Ini berarti bahwa semakin tertarik siswa dalam belajar bahasa Inggris, skor yang lebih tinggi dari berbicara pun dapat dicapai. Oleh karena itu, motivasi dan minat siswa dalam belajar bahasa Inggris dapat menjadi prediktor yang dapat diandalkan dalam memprediksi kemampuan berbicara mereka. Meskipun demikian, minat (rs = 0,395) merupakan prediktor yang lebih baik dibandingkan dengan motivasi (rs = 0,386). Hal ini menunjukkan bahwa minat merupakan faktor terpenting untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Jika minat siswa untuk belajar bahasa Inggris dijaga dengan baik, kemampuan berbicara mereka pun akan meningkat. Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran ditujukan kepada guru bahasa Inggris dan peneliti selanjutnya. Untuk guru, disarankan agar membantu siswa untuk mengeksplorasi manfaat belajar bahasa Inggris bagi mereka secara pribadi dan agar supaya menghindari kebosanan dengan cara menetapkan tujuan pembelajaran yang menantang, mudah diatur, dan jelas. Setelah siswa menemukan manfaat dalam belajar bahasa Inggris bagi mereka secara pribadi, mereka akan menjadi tertarik untuk belajar. Ini berarti bahwa mereka akan menjadi lebih peduli dengan bahasa Inggris dan sebagian besar perasaan mereka menjadi lebih positif jika berkaitan dengan bahasa Inggris. Ketika siswa tertarik untuk belajar bahasa Inggris, mereka akan termotivasi dalam melakukan aktivitas apapun berkaitan dengan proses pembelajarannya. Mereka akan terus belajar, tak peduli dengan jenis kesulitan apapun yang mungkin muncul dalam proses tersebut. Selanjutnya, dengan menjadi termotivasi untuk belajar bahasa Inggris, siswa akan mempertahankan sikap yang baik selama kelas berlangsung. Kondisi ini tentu saja akan menciptakan keadaan yang kondusif untuk proses belajar-mengajar. Akibatnya, proses belajar siswa akan menjadi lebih optimal. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk menginvestigasi variabel berpengaruh lainnya dalam kemampuan berbicara misalnya bakat atau gaya belajar. Selain itu, sangatlah memungkinkan dan dianjurkan untuk menggunakan desain penelitian kausal-komparatif dan analisis jalur untuk menggali data secara lebih mendalam. Menggunakan desain penelitian kausal-komparatif akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang fenomena yang terlihat dari permukaan saja. Misalnya, hasil studi yang menggunakan desain penelitian kausal-komparatif akan dapat menjelaskan mengapa minat menjadi prediktor yang lebih baik daripada motivasi dalam memprediksi kemampuan berbicara siswa. Selain itu, penggunaan analisis jalur akan memberikan pola yang lebih akurat antar variabel. Hal ini akan membawa kita tidak hanya pada pemahaman tentang variabel apa yang menjadi prediktor terbaik untuk memprediksi kemampuan berbicara siswa tetapi juga pehamaman tentang variabel mana sajakah yang memiliki korelasi yang paling kuat dan yang paling lemah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Inggris (ING) > S2 Pendidikan Bahasa Inggris
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 04 Aug 2015 04:29
Last Modified: 09 Sep 2015 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/58748

Actions (login required)

View Item View Item