Kesantunan berbahasa di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo / Muhammad Amirul Halim

Halim, Muhammad Amirul (2018) Kesantunan berbahasa di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo / Muhammad Amirul Halim. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Halim, Muhammad Amirul. 2018. Kesantunan Berbahasa Di SMK NU Sunan Ampel Poncokusumo. Tesis, Program Studi S2 Keguruan Bahasa, Fakultas Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Primardiana Hermilia Wijayati, M.Pd., (II) Dr. Roekhan, M.Pd. Kata Kunci: Kesantunan berbahasa, jenis kesantunan, penyebab kesantunan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan maksim kesantunan dan jenis kesantunan berbahasa, serta alasan penggunaan bahasa yang santun dan tidak santun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini yaitu transkrip rekaman, catatan lapangan, dan hasil wawancara. Sumber data penelitian ini yaitu tuturan verbal antara guru, siswa, karyawan dan penjaga kantin sekolah. Pengecekan keabsahan data melalui triangulasi data, perpanjangan pengamatan dan pemeriksaan rekan sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan tujuh maksim kesantunan, yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan, maksim kesimpatian, dan maksim pertimbangan. Maksim penghargaan ditemukan yang paling banyak. Hal tersebut karena dalam interaksi yang ditemukan banyak mengandung ungkapan yang memiliki maksud tertentu. Maksim penghargaan ditemukan berbagai jenis, yakni maksim penghargaan berterimakasih, meminta maaf, menyalahkan, memuji, menyarankan dan mengeluh. Jenis kesantunan berbahasa ditemukan jenis kurmat (hormat), andhap asor (rendah diri), empan papan (sadar akan tempat), dan tepa selira (tenggang rasa). Penggunaan kata sapaan dan bahasa Jawa halus untuk menghormati lawan tutur berdasarkan skala jarak sosial dan status sosial sering digunakan oleh penutur maupun mitra tutur sebagai bentuk dari kepatuhan keempat aspek budaya kesantunan berbahasa. Alasan siswa menggunakan bahasa yang santun yaitu ajaran orang tua, dan tidak mau dianggap anak yang tidak santun. Alasan guru menggunakan bahasa yang santun yaitu menganggap dirinya sebagai contoh bagi siswa dan ingin mengajari cara berbicara santun. Alasan karyawan menggunakan bahasa yang santun karena mereka menghormati lawan bicara?¼ dan ada juga yang menggunakan bahasa campuran apabila berbicara dengan orang yang lebih muda dan akrab. Alasan penjaga kantin menggunakan bahasa yang santun karena penjaga kantin mampu memosisikan dirinya saat berhadapan dengan siapa dan dalam kondisi apa. Selain itu ditemukan pula masyarakat sekolah lebih menganggap bahwa bahasa Jawa krama lebih santun dibandingkan menggunakan bahasa Indonesia. Hal itu karena mereka memahami bahwa bahasa Jawa adalah bahasa ibu dan bahasa yang memiliki tingkatan bahasa tidak seperti bahasa Indonesia yang tidak memiliki tingkatan. Alasan siswa menggunakan bahasa tidak santun yaitu, tidak bisa bahasa krama, lupa bahasa krama, terpengaruh teman, keceplosan menggunakan Jawa ngoko dan, karena marah. Alasan guru dan karyawan menggunakan bahasa tidak santun yaitu, sedang bercanda, keceplosan menggunakan Jawa ngoko, dan karena marah. Alasan penjaga kantin menggunakan bahasa tidak santun karena sedang marah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S2 Keguruan Bahasa
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 07 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/58275

Actions (login required)

View Item View Item