Praktik Kekuasaan Bahasa Perempuan Bugis Guru Bahasa Indonesia dalam Wacana Kelas / Asri Ismail

Ismail, Asri (2018) Praktik Kekuasaan Bahasa Perempuan Bugis Guru Bahasa Indonesia dalam Wacana Kelas / Asri Ismail. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Ismail, Asri. 2018. Praktik Kekuasaan Bahasa Perempuan Bugis Guru Bahasa Indonesia dalam Wacana Kelas. Tesis, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Anang Santoso, M.Pd.,(2) Dr. Sunoto, M.Pd. Kata Kunci: praktik kekuasaan, kekuasaan perempuan, bahasa perempuan, kosakata membuka, kosakata menginteraksi, kosakata menutup. Penelitian ini memaparkan praktik kekuasaan dalam kosakata guru perempuan Bugis pada wacana kelas Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis (AWK) yang menganalisis fitur kosakata dari dimensi teks, yang meliputi: (1) pola klasifikasi yang tergambar dalam teks, (2) kata-kata ideologis yang diperjuangkan, (3) proses-proses leksikal, (4) relasi makna ideologis, (5) ekspresi eufemistik, (6) kata-kata formal dan informal yang mencolok, (7) Evaluasi positif dan negatif, (8) metafora. Analisis wacana kritis (AWK) yang digunakan adalah model Norman Fairclough yang menggabungkan dimensi teks, praktik kewacanaan, dan praktik sosiokultural. Ranah wacana yang diteliti adalah wacana kelas. Oleh karena itu, fokus penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yang meliputi, (1) wujud kosakata sebagai bentuk praktik kekuasaan yang digunakan guru perempuan Bugis pada saat membuka pelajaran, (2) ) wujud kosakata sebagai bentuk praktik kekuasaan yang digunakan guru perempuan Bugis pada saat menginteraksi pelajaran, (3) wujud kosakata sebagai bentuk praktik kekuasaan yang digunakan guru perempuan Bugis pada saat menutup pelajaran. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Amali dan SMAN 1 Ulaweng Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Prosedur pengumpulan data meliputi, perekaman video, pencatatan lapangan, dan wawancara. Tahapan analisis data terkait praktik kekuasaan bahasa perempuan Bugis ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi dan penarikan kesimpulan. Pada tahap pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan tiga cara, yaitu (1) ketekunan pengamatan, (2) pemeriksaan rekan sejawat, dan (3) tringulasi. vii Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru perempuan Bugis dalam wacana kelas telah melakukan praktik kekuasaan. Dalam proses membuka pelajaran kedelapan fitur tersebut, ada 1 fitur kosakata yang tidak ditemukan, yakni kata-kata formal dan informal yang mencolok. Yang ada hanya , yakni (1) pola klasifikasi yang tergambar dalam teks, (2) kata-kata ideologis yang diperjuangkan, (3) proses-proses leksikal, (4) relasi makna ideologis, (5) ekspresi eufeumistik, (7) evaluasi positif dan negatif, dan (8) metafora. Pada proses menginteraksi pelajaran, tahap ini ditemukan paling banyak bentuk ekspresi kekuasaan yang dilakukan oleh guru perempuan Bugis. Sebanyak 8 fitur kosakata yang mengandung unsur kekuasaan dalam proses menginteraksi pelajaran, yakni (1) pola klasifikasi yang tergambar dalam teks, (2) kata-kata ideologis yang diperjuangkan, (3) proses-proses leksikal, (4) relasi makna ideologis, (5) ekspresi eufeumistik, (6) kata-kata formal dan informal yang mencolok, (7) evaluasi positif dan negatif, dan (8) metafora. Bentuk-bentuk kekuasaan tersebut didayagunakan guru perempuan bugis untuk melanggengkan kekuasaan yang dimiliki. Hal itu ditandai dengan berulangnya, beberapa fitur yang terungkap pada saat membuka pelajaran. Pada tahap menutup pelajaran, tahap ini ditemukan banyak bentuk praktik kekuasaan yang dilakukan oleh guru perempuan Bugis. Sebanyak 8 fitur kosakata yang mengandung unsur kekuasaan dalam proses pembelajaran yakni (1) pola klasifikasi yang tergambar dalam teks, (2) kata-kata ideologis yang diperjuangkan, (3) prosesproses leksikal, (4) relasi makna ideologis, (5) ekspresi eufeumistik, (6) kata-kata formal dan informal yang mencolok, (7) evaluasi positif dan negatif, dan (8) metafora. Hanya saja, fitur eufemisik tidak ditemukan dalam fase menutup pelajaran.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S2 Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 28 May 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/58208

Actions (login required)

View Item View Item