Konstruksi multikulturalisme dalam buku tematik terpadu untuk SD/MI kelas IV terbitan Pusat Kurikulum dan perbukuan ediri revisi 2016 / Sumirah Butet

Butet, Sumirah (2018) Konstruksi multikulturalisme dalam buku tematik terpadu untuk SD/MI kelas IV terbitan Pusat Kurikulum dan perbukuan ediri revisi 2016 / Sumirah Butet. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Butet, Sumirah. 2017. Konstruksi Multikulturalisme dalam Buku Tematik Terpadu untuk SD/MI Kelas IV Terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan Edisi Revisi 2016. Tesis. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Prof.Dr.Djoko Saryono, M.Pd., (2) Dr.Taufik Dermawan, M.Hum. Kata Kunci : multikulturalisme, konstruksi, pedagogi kritis, analisis wacana kritis Foucault-Mills Penelitian ini mengonstruksi muatan multikulturalisme dalam buku teks Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi Revisi untuk kelas IV pada tema 1 hingga tema 9. Data penelitian berupa elemen teks bacaan dan gambar yang menunjukkan muatan multikulturalisme. Muatan multikulturalisme didasarkan atas indikator multikulturalisme yaitu Apresiasi Pluralitas Budaya, Hakikat Manusia dan HAM, Tanggung Jawab Masyarakat Dunia, dan Tanggung Jawab Planet Bumi. Elemen teks yang dianalisis berupa teks bacaan yang terdapat pada unit-unit buku teks yakni Teks Ayo Membaca, Teks Latihan, dan Teks Literasi. Elemen gambar yang dianalisis yakni gambar tokoh pencerita dari berbagai latar belakang suku budaya bahkan agama di Indonesia yaitu Dayu dari Bali, Edo dari Irian, Lani dari etnis Tionghoa, Udin dari Betawi, Siti yang beragama Islam, dan Beni yang beragama Kristen. Elemen gambar tersebut terdapat pada Teks Apersepsi dan Teks Penguatan. Data penelitian tersebut dianalisis menggunakan metode hermeneutika Ricoeur dengan paradigma fenomenologi dibantu analisis wacana kritis FoucaultMills. Rumusan pertama yakni integrasi isi, menerapkan level distansiasi (penafsiran) dan interpretasi semantik dibantu dengan konsep mulikulturalisme. Rumusan kedua, konstruksi pengetahuan, menerapkan level interpretasi semantik tingkat kedua berdasarkan temuan pada rumusan pertama. Rumusan ketiga, bentuk ideologi multikultural, menerapkan level apropriasi (katarsis) dengan dibantu analisis wacana kritis Foucault-Mills. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh beberapa temuan. Pertama, ditemukan sejumlah indikator dari integrasi multikulturalisme pada teks maupun gambar yang mencakup Apresiasi Pluralitas Budaya, Hakikat Manusia dan HAM, Tanggung Jawab Masyarakat Dunia, dan Tanggung Jawab Planet Bumi. Kedua, ditemukan bentuk konstruksi multikulturalisme berdasarkan jabaran atau pengembangan indikator dari integrasi multikulturalisme pada temuan pertama. Secara umum, konstruksi tersebut jika diibaratkan sebagai sebuah bangunan, terdiri atas pondasi, tiang, dan atap. Pondasi dalam konstruksi tersebut adalah keragaman Indonesia. Tiang dalam konstruksi tersebut di antaranya unsur-unsur keragaman Indonesia yang terbentuk berdasarkan pengembangan indikator multikulturalisme pada temuan pertama. Ketiga, ditemukan ketimpangan atau ketidaksetaraan budaya yang dikemas dalam buku teks oleh penulis. Berdasarkan pembacaan Foucault-Mills atas posisi subjek-objek dan posisi pembaca, unsur-unsur multikulturalisme dalam integrasi isi tidak ditanamkan secara seimbang sehingga tidak terjadi kesetaraan budaya. Haltersebut terlihat dari ketidaksetaraan antar budaya, ketimpangan sikap atas keragaman kultural, dan dominasi sudut pandang budaya mayoritas. Selain itu, secara umum, penulis menjadi subjek pengontrol wacana, sementara pembaca (siswa) diposisikan sebagai objek penurut melalui kode budaya tertentu maupun secara langsung. Tujuan multikulturalisme yang memanusiakan dan demokratis tidak terwujud karena sejumlah wacana budaya dalam buku teks cenderung ditampilkan dari sudut pandang penulis. Keterlibatan siswa sebagai pembaca teks belum dimaksimalkan. Berdasarkan beberapa temuan penelitian, diberikan saran-saran kepada beberapa pihak. Kepada guru, sebaiknya dapat menggunakan penelitian ini sebagai acuan untuk lebih selektif dalam pemilihan materi tentang multikultural. Guru sebaiknya mempertimbangkan materi yang tidak didominasi budaya tertentu, menghindari rasisme, dan menerapkan pendidikan yang demokratis. Kepada penulis buku teks, sebaiknya mengakomodasi keragaman budaya dan memperkaya muatan multikulturalisme dengan budaya yang masih terpinggirkan. Keragaman budaya serta sudut pandang salah satunya bisa diusahakan dengan melibatkan perwakilan penulis dari setiap daerah di Indonesia. Penulis juga diharapkan menyusun materi yang dapat membuat siswa lebih komunikatif dalam menyampaikan pendapat berdasarkan sudut pandangnya. Kepada pembuat kebijakan, sebaiknya menyusun indikator-indikator dalam kurikulum yang lebih mengakomodasi keragaman budaya Indonesia, menghindari rasisme, dan demokratis.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Sastra (FS) > Jurusan Sastra Indonesia (IND) > S2 Pendidikan Bahasa Indonesia
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Jan 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/58187

Actions (login required)

View Item View Item