Gerakan komunitas berbasis volunteerisme dalam pengembangan masyarakat adat (studi fenomenologi pada Komunitas Lakoat Kujawas di Desa Taiftoh, Mollo Utara) / Ambara Saraswati Mardani

Mardani, Ambara Saraswati (2019) Gerakan komunitas berbasis volunteerisme dalam pengembangan masyarakat adat (studi fenomenologi pada Komunitas Lakoat Kujawas di Desa Taiftoh, Mollo Utara) / Ambara Saraswati Mardani. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Mardani, Ambara Saraswati, 2018. Gerakan Komunitas Berbasis Volunteerisme Dalam Pengembangan Masyarakat Adat: Studi Fenomenologi Pada Komunitas Lakoat Kujawas di Desa Taiftob, Mollo Utara. Tesis, Program Studi Pendidikan Luar Sekolah, Pascasarjana, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Ach. Rasyad, M.Pd (2) Dr. Hardika, M.Pd. Kata kunci: komunitas, volunteerisme, pengembangan masyarakat, masyarakat adat Gerakan volunteerisme merupakan sebuah wujud ekspresi yang paling mendasar di dalam hubungan antar manusia. Hal ini terkait erat dengan kebutuhan manusia akan tumbuhnya ÔÇ£perasaanÔÇØ bahwa mereka berguna bagi orang lain, sekaligus sebagai wujud aktualisasi diri dengan terpenuhinya kebutuhan untuk berpartipasi di dalam lingkungan masyarakat baik dalam lingkup kecil atau yang lebih luas. Munculnya semangat volunteerisme disebabkan oleh berkembangnya persepsi tentang nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kebebasan di dalam setiap diri manusia. Seseorang yang memegang teguh nilai-nilai yang diperjuangkan, akan memunculkan sikap volunteerisme dalam tindakan-tindakan sosialnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang bertujuan untuk menggali dan mengkaji tentang gerakan komunitas berbasis volunteerisme dalam pengembangan masyarakat adat di Mollo Utara. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam yang terbuka, pengamatan partisipatoris, dan studi dokumentasi. Pada penelitian ini ditemukan keterlibatan komunitas dalam bekerja dengan masyarakat adat melalui jaringan volunteer terbagi dalam tiga agenda besar yang mencakup (1) Pengembangan literasi, seni dan budaya melalui perpustakaan desa; (2) Pengembangan kewirausahaan sosial; dan (3) Pengembangan Ekowisata Desa. Agenda kerja komunitas dibuat berdasarkan identifikasi kebutuhan masyarakat dan pemetaan potensi sumberdaya di desa. Melalui jaringan volunteer, komunitas menjalankan fungsinya sebagai (1) pendidik masyarakat (public educator), (2) penghubung jaringan (connector), (3) perencana program (planner), (4) pelaksana program (implementor), (5) fasilitator (facilitator), (6) stimulan terhadap pemikiran-pemikiran baru (mind stimulator) dan (7) katalisator potensi (potential catalyst) dari potensi yang telah dimiliki oleh masyarakat desa. Melalui gerakan komunitas berbasis volunteerisme, masyarakat secara aktif melawan peminggiran dan keterbatasan melalui upaya mandiri yang mengajak seluruh elemen masyarakat adat di desa untuk terlibat menuju perubahan dan kesejahteraan yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian, saran ditujukan terutama bagi akademisi dan praktisi Pendidikan Luar Sekolah untuk lebih proaktif di dalam pengembangan kajian dan program terkait masyarakat adat dalam perspektif Pendidikan Luar Sekolah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S2 Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 22 Jan 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/57892

Actions (login required)

View Item View Item