Local wisdom kecakapan blantik dalam menilai kualitas raja kaya (studi kasus pembentgukan kecakapan blantik di Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang) / Joko Hariyanto

Hariyanto, Joko (2018) Local wisdom kecakapan blantik dalam menilai kualitas raja kaya (studi kasus pembentgukan kecakapan blantik di Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang) / Joko Hariyanto. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Hariyanto Joko. 2018. Local Wisdom Kecakapan Blantik dalam Menilai Kualitas Raja Kaya (Studi Kasus pada Pembentukan Kecakapan Blantik Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang). Pembimbing (I) Prof. Dr. Supriyono M. Pd. (II) Dr. Endang Sri Redjeki M.S. Kata Kunci Transfer of Knowledge Kearifan Lokal Pendidikan Informal Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses transfer of knowledge kecakapan blantik dalam menilai kualitas raja kaya. Blantik adalah peran atau status seseorang dalam transaksi jual beli binatang sapi kambing dan kerbau. Transaksi jual beli raja kaya pada masyarakat Jawa pada umumnya berdasarkan sistem penanggalan Jawa atau pasaran. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan jenis studi kasus untuk meneliti proses transfer of knowledge kecakapan blantik dalam menilai kualitas raja kaya di Desa Jatiguwi Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 (tiga) orang dan dibantu oleh informan pendukung 4 (empat) orang pada setiap subjek penelitian sehingga informan pendukung sejumlah 8 orang. Instrumen yang dipergunakan adalah wawancara observasi dan studi dokumen. Analisa data dilakukan dengan tahapan reduksi data display data pengambilan keputusan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi yaitu triangulasi sumber data danmetode triangulasi. Proses belajar yang harus dikuasai peserta didik dalam pembentukan kecakapan blantik Pada tahap pertama yaitu tahap nuntun tahap awal seorang calon blantik belajar menggiring sapi kambing dan kerbau. Pada tahapan yang kedua yaitu tahap dolin merupakan tahapan dalam mengarahkan bakat dan minat. Tahapan yang ketiga yaitu tahap nguwasne yaitu merupakan tahapan melihat dan memahami ciri-ciri raja kaya yang baik dan tidak baik. Tahap yang keempat yaitu tahap ngrungokne merupakan tahapan seorang calon blantik mendengarkan setiap blantik bertransaksi secara langsung dan memahami etika dalam bertransaksi. Tahapan yang kelima yaitu tahap nafsir atau angen-angen merupakan tahapan pengggabungan dari tahapan-tahapan sebelumnya tahapan ini sangat menentukan berhasil tidaknya seorang calon blantik menjadi blantik yang hebat. Proses transfer of knowledge kecakapan blantik dalam menilai kualitas raja kaya merupakan upaya dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya masyarakat Jawa hal ini bertujuan agar nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi jati diri dan ciri khas dari bangsa ini tetap lestari. Saran (1) Bagi pengembang praktik PLS diharapkan mulai memberikan perhatian khusus dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan informal dalam upaya pewarisan kearifan lokal.(2) Bagi sumber belajar dan peserta didik untuk lebih aktif dalam proses pewarisan kearifan lokal blantik raja kaya. (3) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan mulai memberikan perhatian khusus dalam pengelolaan dan pengembangan pendidikan informal dalam upaya pewarisan nilai-nilai kearifan lokal.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S2 Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 26 Jun 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/57886

Actions (login required)

View Item View Item