Kisah hidup Achmad Rosidi sebagai relawan pendidikan masyarakat melalui teater "Cuci Otak" / Alim Harun Pamungkas

Pamungkas, Alim Harun (2011) Kisah hidup Achmad Rosidi sebagai relawan pendidikan masyarakat melalui teater "Cuci Otak" / Alim Harun Pamungkas. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kata Kunci: Relawan Pendidikan, Pendidikan Luar Sekolah Pada tahun 2004 Achmad Rosidi mendirikan Teater Cuci Otak di Kota Pasuruan Jawa Timur sebagai wadah aktifitas positif dan rehabilitasi anak jalanan, remaja yang terlibat kasus kriminalitas dan masalah keluaga serta pelajar yang tidak berprestasi di sekolahnya. Keseriusan Achmad Rosidi telah menghantarkan Teater Cuci Otak menjadi wakil Indonesia dan benua Asia pada festival seni Internasional yang digelar oleh Contesting The World (CTW) di Manchester, Inggris pada 18 Juli 2010. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan biografi. Penggalian data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis Data dilakukan dengan (1) menentukan tahapan pengalaman hidup sesuai kisah, (2) mereduksi dan menyusun kronologi kisah, (3) mengidentifikasi makna di balik setiap tahapan kisah, (4) menentukan keterkaitan teori Pendidikan Luar Sekolah dengan kisah hidup. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman hidup Achmad Rosidi merupakan perwujudan dorongan yang mempengaruhi munculnya keputusan untuk melakukan tindakan dengan sukarela. Makna dari setiap kondisi yang dialami selama hidupnya menimbulkan impian tentang kondisi ideal. Impian ini selanjutnya dipertimbangkan bersama dengan nilai-nilai. Pengalaman, kesadaran dan impian ini kemudian bersatu dan saling mempengaruhi tindakan sukarelanya yang diwujudkan kedalam Teater Cuci Otak sebagai suatu gerakan perubahan. Untuk menyebut gerakan perubahan yang dilakukan oleh Achmad Rosidi, digunakan istilah personal movement. Gerakan perubahan tersebut merupakan hasil dari kesukarelaan Achmad Rosidi yang dipengaruhi dorongan yang kuat dari dalam dirinya sehingga melahirkan suatu keputusan tindakan atas dasar kehendak (act of will). Kehendak tersebut juga dipengaruhi oleh pengalaman belajarnya sendiri maupun orang lain. Serangkaian hasil pengalaman belajar tersebut mempengaruhi munculnya tindakan perubahan yang dilakukan oleh Achmad Rosidi. Dengan demikian pendidikan merupakan wahana yang dapat mendorong munculnya kesukarelaan sebagai konsekuensi lahirnya sikap kritis. Sikap kritis menjadikan seseorang memiliki kepekaan terhadap kondisi dan kesadaran terhadap nilai-nilai universal seperti kemanusiaan. Terutama pendidikan luar sekolah sebagai salah satu jalur pendidikan yang memiliki misi untuk memenuhi kebutuhan belajar masyarakat sesuai dengan landasan filosofis pendidikan luar sekolah yang bercita-cita untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, keadilan dan aktualisasi diri manusia secara universal. Berdasar pada cita-cita mulia dan luhur tersebut, kesukarelaan merupakan hal terpenting yang menjadi tajuk utama dalam pembelajaran pada pendidikan luar sekolah.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S2 Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 02 Feb 2011 04:29
Last Modified: 09 Sep 2011 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/57802

Actions (login required)

View Item View Item