Manajemen program traveling and teaching dan smart center komunitas 1000 guru Malang dalam peningkatan mutu sekolah (studi multim situs di MI Al-Huda Jambuwer dan MI Roudlotus Jannah Jabung Kabupaten Malang) / Asriadi

Asriadi (2018) Manajemen program traveling and teaching dan smart center komunitas 1000 guru Malang dalam peningkatan mutu sekolah (studi multim situs di MI Al-Huda Jambuwer dan MI Roudlotus Jannah Jabung Kabupaten Malang) / Asriadi. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

vi ABSTRAK Asriadi. 2018. Manajemen Program Traveling and Teaching dan Smart Center Komunitas 1000 Guru Malang dalam Peningkatan Mutu Sekolah (Studi Multi Situs di MI Al-Huda Jambuwer dan MI Roudlotul Jannah Kabupaten Malang). Tesis, Program Studi Manajemen Pendidikan, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ahmad Yusuf Sobri, S.Sos., M.Pd., (II) Dr. Sultoni, M.Pd. Kata Kunci : manajemen program traveling and teaching, manajemen program smart center, mutu sekolah. Program Komunitas 1000 Guru Malang mendorong keterlibatan seluruh stakeholder dalam penyelenggaraan pendidikan mulai dari tahap perumusan, pengambilan keputusan, pelaksanaan, hingga evaluasi yang diarahkan pada peningkatan mutu sekolah. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan mengungkap kontibusi positif Program Traveling and Teaching dan Smart Center Komunitas 1000 Guru Malang dalam peningkatan mutu sekolah. Program Traveling and Teaching merupakan kegiatan sosial di bidang pendidikan yang mengusung konsep pembelajaran menyenangkan di sekolah dasar dan pembagian donasi yang dikemas melalui penjelajahan sambil berbagi. Sedangkan Program Smart Center merupakan kegiatan lanjutan dan atau program jangka panjang yang fokus pada pemberian bantuan langsung ke sekolah baik secara fisik maupun non fisik dalam jangka waktu 12 bulan. Fokus penelitian ini mengungkapkan manajemen program komunitas 1000 Guru Malang yang meliputi: (1) perencanaan program traveling and teaching, (2) pelaksanaan program traveling and teaching, (3) evaluasi program traveling and teaching, (4) perencanaan program smart center, (5) pelaksanaan program smart center, (6) evaluasi program smart center, dan (7) indikator pencapaian mutu melalui program traveling and teaching dan smart center. Penelitian ini dilakukan dengan setting alamiah (natural) di dua sekolah yang memiliki kemiripan situs sehingga menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam, observasi berpartisipan, dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data dikelaskan berdasarkan data situs individu dan lintas situs kemudian diuraikan melalui temuan penelitian. Selanjutnya pengecekan keabsahan data yang dilakukan ialah triangulasi waktu, data, dan sumber, member check, mengklarifikasi bias, dan pengecekan kembali transkrip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program traveling and teaching dan smart center komunitas 1000 Guru Malang meliputi: (1) perencanaan program traveling and teaching, yakni menentukan kriteria sekolah sasaran, mengadakan survey, menyelesaikan persyaratan administrasi, membuka prekrutan relawan, dan terakhir relawan yang lolos wajib mengikuti pembekalan, (2) tahapan pelaksanaan program traveling and teaching, yakni seluruh relawan dan tim berkumpul di meeting point, kegiatan hari pertama di sekolah, pembukaan sekaligus upacara bendera, teaching I, teaching II, pembagian donasi, pentas seni, penutupan kegiatan di sekolah, sharing session antar relawan dan tim, serta kegiatan hari kedua dilanjutkan dengan traveling, (3) bentuk evaluasi program vii traveling and teaching dengan cara mengontrol perkembangan siswa melalui program ÔÇÿadik asuhÔÇÖ, dilajutkan pelaporan di group relawan dan tim, serta hasil evaluasi ditindaklanjuti melalui program smart center, (4) tahapan perencanaan program smart center, yakni merumuskan kriteria sekolah, menentukan sekolah, menentukan bentuk donasi, menentukan rincian biaya, kemudian menentukan donatur, dan terakhir penandatanganan MoU sekaligus menentukan jadwal pelaksanaan, (5) bentuk pelaksanaan program smart center ialah 1000 Guru Malang melibatkan sekolah baik secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan program, (6) bentuk evaluasi program smart center melalui dua cara, yaitu evaluasi langsung dan tidak langsung sedangkan model pelaporan sekolah berupa dokumentasi dan kwitansi penggunaan anggaran, dan (7) indikator pencapaian mutu sekolah melalui program taveling and tecahing dan smat center Komunitas 1000 Guru Malang diperoleh data berikut: pertama meningkatnya partsipasi masyarakat, orang tua, dan komite dalam pembangunan dan kegiatan sekolah, kedua membantu siswa meraih prestasi non akademik, ketiga meningkatkan motivasi siswa, dan keempat meningkatkan jumlah pendafataran siswa baru. Berdasarkan temuan hasil penelitian, maka dapat diberikan saran bagi: (1) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, selaku pemangku kebijakan maka diharapkan dapat memberikan kemudahan persyaratan administratif dan memberikan bantuan terhadap komunitas ataupun lembaga sosial masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan sehingga jangkauan program dapat lebih luas. Selain itu, memberikan reward bagi komunitas yang telah berkontribusi di bidang pendidikan, (2) Kepala Sekolah MI Al-Huda dan MI Roudlotul Jannah, merujuk pada implikasi program 1000 Guru Malang di sekolah sasaran menunjukkan pengaruh positif sehingga kepala sekolah diharapkan dapat lebih aktif mensosialisasikan sekolahnya terhadap komunitas atau lembaga masyarakat terkait untuk turut bekerjasama dan berkontribusi terhadap kegiatan sekolah yang diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan, (3) Guru MI Al-Huda dan MI Roudlotul Jannah. Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan mengajar aktif yang mengarahkan pada peningkatan motivasi siswa dan mutu sekolah, (4) Orang Tua Siswa MI Al-Huda dan MI Roudlotul Jannah, diharapkan aktif dalam memberikan informasi terkait sekolah yang memerlukan bantuan di daerahnya masing-masing sehingga dapat terjangkau oleh pihak-pihak terkait serta terlibat aktif dalam kegiatan sekolah, (5) Pengurus Komunitas 1000 Guru Malang. Pembekalan relawan sebaiknya dilakukan minimal tiga kali pertemuan sehingga tim dapat melakukan evaluasi sebelum relawan terjun ke lapangan, (6) Peneliti selanjutnya, mengingat keterbatasan waktu pada penelitian ini sehingga disarankan untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti program komunitas 1000 Guru lebih dari satu regional sehingga dapat memperkaya hasil temuan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 11 May 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/57647

Actions (login required)

View Item View Item