Peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu sekolah di SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 1 Malang / Firman Ashadi

Ashadi, Firman (2014) Peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu sekolah di SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 1 Malang / Firman Ashadi. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Ashadi, Firman. 2014. Peran Kepala Sekolah dalam Peningkatan Mutu Sekolah di SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 1 Malang. Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan. Pascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji K. H. M. A., Ph. D. (II) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd Kata kunci: peran kepala sekolah, mutu sekolah, SMA     Paradigma baru manajemen pendidikan dalam rangka meningkatkan kualitas secara efektif dan efisien, perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Dalam hal ini, pengembangan SDM merupakan proses peningkatan kemampuan manusia agar mampu melakukan pilihan-pilihan. Proses pengembangan SDM tersebut harus menyentuh berbagai bidang kehidupan yang tercermin dalam pribadi pimpinan, termasuk pemimpin pendidikan seperti kepala sekolah.     Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan diperlukan upaya optimalisasi terhadap semua komponen, pelaksana, dan kegiatan pendidikan. Salah satu paling penting yang harus dilakukan adalah melalui optimalisasi peran kepala sekolah. Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Berkembangnya semangat kerja, kerjasama yang harmonis, minat terhadap perkembangan pendidikan, suasana kerja yang kondusif dan menyenangkan, perkembangan mutu profesional diantara para guru banyak ditentukan kualitas kepemimpinan kepala sekolah.     Fokus penelitian ini yaitu peran kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan sebagai, a) edukator (pendidik); b) manajer; c) administrator; d) supervisor (penyelia); e) leader (pemimpin); f) pencipta iklim kerja; dan g) wirausahawan. Komponen peningkatan mutu pendidikan, a) faktor siswa; b) faktor guru; c) faktor kurikulum; d) faktor sarana dan prasarana pendidikan; e) faktor pengelolaan sekolah; f) faktor proses belajar mengajar; g) faktor pengelolaan dana; h) faktor supervisi dan monitoring. Strategi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu, a) peningkatan kualitas guru; b) peningkatan materi; c) peningkatan dalam menggunakan metode; d) peningkatan sarana dan prasarana; dan e) peningkatan kualitas pembelajaran.    Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan rancangan studi multisitus, analisis data lintas situs dimaksudkan untuk memadukan dan membandingkan temuan-temuan yang dihasilkan dari seluruh situs. Data yang diperoleh melalui: (1) observasi; (2) wawancara; dan (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pola interaktif dimana kegiatan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berlangsung dalam suatu siklus yang bersifat interaktif. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan adalah (1) ketekunan pengamatan ; (2) triangulasi; dan (3) pengecekan anggota (member chek).    Kesimpulan penelitian ini, 1) peran kepala sekolah ialah sebagai pemimpin sekolah yang harus memiliki tanggung jawab besar, untuk itu kepala sekolah bekerja dan dengan tangan orang lain untuk memperlancar sistem di sekolah. Kepala sekolah bekerja dengan mendayagunakan SDM yang ada. Seperti dijelaskan pada bab sebelumnya, kepala sekolah mempunyai peran sebagai; a) edukator, yakni kepala sekolah mengajar guru dan siswa; b) manajer, ialah bekerja sesuai dengan prosedur P-D-C-A; c) Administrator, maksudnya penggunaan anggaran untuk mendukung PBM; d) Supervisor, ialah kepala sekolah secara aktif memprogram dan melaksanakannya dengan baik tentu dengan teknik dan metode yang tepat sesuai keluhan guru. Dan setelah itu hasil dari supervisi ini nantinya akan diberikan pengarahan kalau itu kurang, dan akan diberikan apresiasi kalau itu mengesankan dan bagus; e) leader, maksudnya adalah, kepala sekolah menjadi contoh atau panutan semua warga sekolah, diibaratkan seperti imam dalam sebuah sholat, yang mana makmum harus mengikuti gerakan imam didepan; f) pencipta iklim kerja, yakni kepala sekolah mampu menciptakan kondisi kerja yang harmonis dan penuh persaudaraan; dan g) wirausahawan, maksudnya adalah kepala sekolah menanamkan sifat ulet, pekerja keras, pantang menyerah dan kreatif pada guru dalam mengajar di kelas khusunya, dan mampu memberikan pelayanan prima pada warga sekolah pada umumnya; 2) Komponen Peningkatan Mutu Pendidikan ialah faktor-faktor penting yang harus diusahakan sempurna. Seperti pembinaan rutin bagi guru dan staf, hal ini sangat penting untuk meningkatkan kompetensinya dalam melayani peserta didik. Proses belajar mengajar juga menjadi acuan utama untuk meningkatkan mutu sekolah, karena kegiatan inilah yang menjadi tumpuan utama menjadikan peserta didik cerdas. Sarana prasana tentu sangat menunjang kegiatan proses belajar mengajar, untuk itu peserta didik harus terpuaskan hasratnya akan sarana prasarana yang memenuhi kualitas dan kuantitas, ketika ada masalah ataupun kendala, tinggal bagaimana SDM mensiasatinya dan memanfaatkan dengan baik. Supervisi dan monitoring diperlukan untuk pemeriksaan secara rutin dan terprogram sehingga dapat diketahui kelemahan-kelemahan yang terjadi. Hasil kegiatan supervisi ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kembali program yang akan datang. Indikator mutu ialah terwujudnya prestasi akademik dan nonakademik, baik siswa, guru, maupun sekolah sendiri. Sekolah dikatakan bermutu jika visi dan misi sekolah terwujudkan dengan usaha dari seluruh warga sekolah; dan 3) Strategi kepala sekolah adalah langkah-langkah strategis yang harus diterapkan oleh kepala sekolah untuk mendongkrak mutu sekolah, yang mana langkah strategi tersebut adalah melibatkan berbagai pihak untuk satu tujuan, yakni meningkatkan mutu sekolah. Dengan kerjasama aktif sekolah dengan stake holder lain diharapkan akan mampu mewujudkan mutu sekolah, serta pula kepala sekolah secara aktif menghidupkan peran serta warga sekolah sesuai tupoksinya masing-masing.    Saran yang dapat diberikan diantaranya: (1) bagi kepala sekolah SMA N 3 dan SMA N 1 Malang untuk meningkatkan perannya dalam mutu sekolah di setiap bidang apakah itu SDM, sarana prasarana maupun layanan pada warga sekolah sehingga mampu mewujudkan pendidikan yang bermutu.; (2) untuk kepala Dinas Pendidikan Kota Malang disarankan supaya memprogramkan pengembangan sekolah unggul lainnya agar merata; (3) untuk Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan supaya aktif dalam mempogramkan pengembangan SDM khususnya kepala sekolah dalam mengoptimalkan perannya meningkatkan mutu sekolah; dan (4) bagi peneliti lain disarankan untuk melakukan penelitian pengembangan dengan menambah variabel, menggunakan subjek lain serta memperkaya teori-teori yang digunakan dalam penelitian selanjut

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 Jun 2014 04:29
Last Modified: 09 Sep 2014 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/57541

Actions (login required)

View Item View Item