Budaya mutu pada sekolah unggulan: studi kasus di SD Islam Sabilillah Malang / Ali Afandi

Ali Afandi (2010) Budaya mutu pada sekolah unggulan: studi kasus di SD Islam Sabilillah Malang / Ali Afandi. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan dapat diupayakan melalui pengembangan sekolah yang baik atau sekolah yang efektif atau sekolah yang exellent (Sergiovanni, 1987) atau sekolah yang unggul (Newman). Dengan pengembangan sekolah yang baik diharapkan mampu menjadikan pendidikan yang berkualitas. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah melalui pengembangan sekolah tidak terlepas dari peranan sekolah dalam mengembangkan budaya mutu sekolah yang dikembangkan. Sekolah yang memiliki karakteristik atau sekolah unggullah yang mampu mencapai keberhasilan pendidikan sebagaimana yang diharapkan, karena sekolah unggul memiliki budaya sekolah (school culture) yang baik. Budaya sekolah merupakan faktor yang paling penting dalam membentuk siswa menjadi manusia yang penuh optimis, berani, tampil, berperilaku kooperatif, dan kecakapan personal dan akademik (Sergiovanni, 1984). Untuk itu perlu diteliti lebih lanjut budaya mutu yang ditampilkan oleh sekolah unggul dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengungkapkan spirit dan nilai-nilai yang dijadikan sumber budaya mutu sekolah; (2) menggambarkan budaya mutu sekolah yang tercermin dalam visi dan misi sekolah, struktur organisasi sekolah, deskripsi tu-gas sekolah, sistem dan prosedur kerja sekolah, kebijakan dan aturan-aturan sekolah, tata tertib sekolah, penampilan fisik sekolah, suasana, dan hubungan formal maupun informal dalam sekolah; (3) menggambarkan budaya mutu sekolah yang nampak dalam sikap dan perilaku kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya; dan (4) mendeskripsikan tahap-tahap pengembangan budaya mutu sekolah yang dilakukan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya, dan stakeholder sekolah. Sedangkan obyek penelitian ini adalah di Sekolah Dasar Islam Sabilillah Malang yang merupakan satuan pendidikan dasar yang bercirikan Islam. Sekolah Dasar Islam Sabililah Malang ini diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang pada Yayasan Sabilillah Malang di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Kota Malang. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan rancangan penelitian yang berkategori studi kasus. Adapun teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan tiga cara, yaitu: (1) wawancara mendalam, (2) observasi atau pengamatan berperan serta, dan (3) studi dokumentasi. Pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Data yang terkumpul dinalisis secara deskriptif dengan alur (a) reduksi data, (b) penyajian data, dan (c) penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan uji kredibilitas, transferabilitas, dependebilitas, dan konfir-mabilitas. Dari analisis data diperoleh temuan penelitian, sebagai berikut: (1) spirit dan nilai-nilai budaya mutu yang dijadikan sebagai landasan penyelenggaraan pendidikan adalah (a) spirit dan nilai-nilai perjuangan, (b) spirit dan nilai-nilai ibadah, (c) spirit dan nilai-nilai amanah, (d) spirit dan nilai-nilai kebersamaan, (e) spirit dan nilai-nilai disiplin, (f) spirit dan nilai-nilai profesionalisme, dan (g) spirit dan nilai-nilai menjaga eksistensi sekolah; (2) wujud budaya mutu sekolah nampak pada: (a) visi dan misi sekolah tercermin dalam program atau kegiatan sekolah, dan strategi pembelajaran yang diterapkan, (b) struktur organisasi dan deskripsi tugas sekolah tercermin dengan pembagian tugas yang jelas, garis instruktif dan koordinatif yang fungsional, (c) sistem dan prosedur kerja sekolah tercermin dengan sistem reward bagi siswa dan guru, dan upaya-upaya peningkatan profesional guru, (d) kebijakan dan aturan sekolah tercermin dalam proses pengambilan kebijakan atau keputusan sekolah yang melibatkan warga sekolah, (e) tata tertib sekolah tercermin dalam proses pembuatan tata tertib sekolah melalui team work yang solid, implementasi yang mengedepankan reward, dapat diterima dan dirasakan oleh warga sekolah dengan baik, (f) penampilan fisik (fasilitas) sekolah tercermin dengan usaha-usaha optimalisasi pemanfaatan fasilitas sekolah, perawatan, pemantauan dan evaluasi, (g) suasana dan hubungan formal dan informal tercermin dengan komunikasi melalui kooodinasi yang kontinyu, pengakuan bagi yang berprestasi, suasana saling menghormati, akrab, suasana maju, kreatif, inovatif, hubungan antar individu dan antara bawahan pimpinan yang baik, perhatian secara individu siswa oleh guru, serta pemberian tindakan yang jelas bagi warga sekolah yang melakukan pelanggaran di sekolah; (3) wujud budaya mutu pada sikap dan perilaku tercermin dengan sikap dan perilaku islami, sikap-sikap motivasi dan berprestasi, sikap keteladanan dan berjiwa sosial; dan (4) tahap-tahap pengem-bangan budaya mutu yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan lainnya dan stakeholder sekolah melalui 3 (tiga) tahap, yaitu: (a) tahap perumusan tujuan pengembangan yang dijiwai spirit dan nilai-nilai yang dilanjutkan dengan penetapan kebijakan, (b) tahap sosialisasi dan implementasi, dan (c) tahap evaluasi dan follow up.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Administrasi Pendidikan (AP) > S2 Manajemen Pendidikan
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Feb 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/57341

Actions (login required)

View Item View Item