Pengembangan model konseling islami untuk meningkatkan tanggungjawab akademik di MAN Malang 3 / Amiruddin

Amiruddin (2017) Pengembangan model konseling islami untuk meningkatkan tanggungjawab akademik di MAN Malang 3 / Amiruddin. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Amiruddin. 2016. Pengembangan Model Konseling Islami Untuk Meningkatkan Tanggungjawab Akademik di MAN 3 Malang. Tesis, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Adi Atmoko, M.Si.,(II) Prof. Dr. Nur Hidayah., M.Pd. Kata Kunci: model konseling Islami, tanggungjawab akademik. Konseling berasal dari kata ÔÇ£counselingÔÇØ adalah kata dalam bentuk makna dari ÔÇ£to counselingÔÇØ secara etimologi berarti ÔÇ£to give adviceÔÇØ atau memberikan saran dan nasihat. Konseling juga memiliki arti memberikan nasehat; atau memberianjuran kepada orang lain secara tatap muka (face to face). Mengingat pentingnya konseling keagamaan tersebut, di Amerika Serikat, didirikan berbagai lembaga penasihatan agama yang bekerjasama dengan kedokteran jiwa seperti di New York misalnya, telah didirikan Yayasan Amerika tentang agama dan kedokteran jiwa (The Amerika Foundation of Religion and Psychotherapy) di sini juga tampak bagaimana eratnya hubungan antara konseling agama dengan perawat medis terhadap penyakit kejiwaan. Terdapat bukti-bukti bahwa kebanyakan orang yang menderita penyakit jiwa adalah mereka yang telah kehilangan religious reference (pedoman hidup keagamaan) atau meninggalkan ajaran dan nilai-nilai agama (Munir, 2013: 32). Agama merupakan kekuatan yang hebat dalam hidup manusia dan harus dinilai sebagai sarana yang diterima masyarakat untuk menangani ketakutan, ancaman dan penderitaan yang lewatcara-cara lain tidak mungkin ditanggung. Agama merupakan perkara yang berarti bagi manusia baik secara perseorangan maupun secara bersama sebagai kelompok. (Crapps, 1993:71,75). Teori-teori konseling yang ada dalam buku Corey sebagai dasar pijakan untuk mengembangkan model konseling Islami yang diawali dengan pandangan tentang manusia atau hakekat manusia, perkembangan tingkahlaku; manusia yang sehat dan tidak sehat, hakekat konseling, pengubahan konseling dan mekanisme pengubahan konseling. Jadi tujuan dalam penelitian ini adalah mengembangkan model konseling Islami untuk meningkatkan Tanggungjawab Akademik di MAN Malang 3. Metode dalam penelitian ini adalah penulis menggunakan model pengembangan dari Borg dan Gall (1983). Penelitian pengembangan menurut Borg & Gall (1983) ini adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan menvalidasi sebuah produk pendidikan. Berdasarkan hasil penilaian dari beberapa penguji ahli dan konselor sekolah sebagai pengguna, maka dapat disimpulkan bahwa hasil penilaian produk oleh penguji ahli I menghasilkan skor rata-rata 21% dengan klasifikasi kurang tepat, hasil revisi di uji ahli 2 menghasilkan skor rata-rata 25% dengan klasifikasi tepat (revisi). Sedangkan uji ahli 2 orang konselor sekolah menghasilkan skor rata-rata 28% klasifikasi tepat, serta dilanjutkan penguji 4 menghasilkan skor rata-rata 29 klasifikasi tepat. Saran kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan tentang menguji keefektifan atau mengimplementasikan model konseling Islami untuk meningkatkan tanggungjawab akademik siswa, agar penelitian ini lebih sempurna sesuai yang diharapkan.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) > S2 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Jan 2017 04:29
Last Modified: 09 Sep 2017 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/56862

Actions (login required)

View Item View Item