Pengembangan paket bimbingan dan konseling kesehatan reproduksi remaja untuk siswa sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) / Arif Ainur Rofiq

Arif Ainur Rofiq (2010) Pengembangan paket bimbingan dan konseling kesehatan reproduksi remaja untuk siswa sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) / Arif Ainur Rofiq. Masters thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Observasi semakin meningkatnya kasus- kasus remaja usia 12 s.d. 21 tahun berisiko terhadap kesehatan reproduksinya. Hubungan badan /entercouse pranikah setiap tahunnya, menyebabkan meningkat jumlah Kehamilan yang Tidak Diinginkan( KTD), aborsi yang disengaja (aborsi kriminalis/ abortus profocatus ), dan Penyakit Menular Seksual (PMS). Untuk itu perlu diadakan penelitian untuk mengatasinya. MasalahÔÇômasalah tersebut di atas terjadi pada remaja awal (puberty) yang tidak bisa memahami dirinya (bagian- bagian tubuhnya dan perubahan-perubahan yang terjadi). Kemudian, mengakses pengetahuan seksual yang salah dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, antara lain dari Blu film, TV, Buku porno, majalah dewasa dan teman yang kurang baik. Adapun informasi pengetahuan seksual dari sekolah sangat minim, sehingga Bimbingan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja yang berfungsi sebagai preventif dan developmental sangat efektif dikembangkan pada siswa SLTP/SMP kelas 7 sedini mungkin mereka diberikan pengetahuan seksual yang benar dari sekolah. Agar upaya penanggulangan tersebut dapat dicapai secara efektif, diperlukan seperangkat media yang dapat digunakan untuk keperluan tersebut diatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan suatu produk berupa paket bimbingan konseling, yaitu Paket Bimbingan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PBK- KRR). Terdiri dari buku panduan untuk konselor, panduan untuk siswa, dan materi Bimbingan Konseling- KRR yang teruji akseptabilitasnya. Paket tersebut dikembangkan dengan menempuh tiga tahap, yaitu prapengembangan, saat pengembangan, dan pascapengembangan. Pada tahap pra pengembangan yang dilakukan adalah studi kepustakaan dan observasi, tahap saat pengembangan adalah penyusunan draft meliputi tujuan umum, tujuan khusus, alat evaluasi, strategi bimbingan serta materi bimbingan konseling, sedangkan pascapengembangan adalah Ujicoba tahap I dan uji coba tahap II. Pada Ujicoba tahap I paket diuji oleh 2 orang ahli, yakni; ahli isi (ahli kesehatan reproduksi remaja), dan ahli Bimbingan dan Konseling, serta diuji oleh calon pengguna (2 orang konselor SMP). Adapun pada ujicoba tahap II (ujicoba efektifitas paket) dilakukan pada 16 siswa SMP yang terjaring berdasarkan skala-KRR, dan dilakukan observasi penilaian spesifikasi produk. Selanjutnya data yang diperoleh dari uji ahli, uji konselor pada uji coba tahap I, dan data efektifitas paket serta data observasi penilaian spesifikasi produk pada uji coba tahap II dianalisa menggunakan teknik analisa kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dengan menganalisa data dari wawancara dan diskusi. Sedangkan data kuantitatif diperoleh dengan menganalisa instrumen penelitian yaitu uji akseptabilitas dan skor pre test ÔÇô post test dari sakala ÔÇôKRR, termasuk data observasi penilaian spesifikasi produk. Data kualitatif diuraikan secara naratif, data kuantitif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik nonparametrik Wilcoxon. Hasil penilaian akseptibilitas paket Bimbingan Konseling-KRR oleh para ahli dan konselor. Kebergunaan paket adalah sangat berguna untuk pengembangan Bimbingan Konseling-KRR pada siswa SLTP di tinjau dari aspek kebergunaan paket. Jika ditinjau dari aspek kelayakan paket, maka paket Bimbingan Konseling-KRR layak (praktis dan efektif) untuk diterapkan pada siswa SLTP. Sedangkan jika ditinjau dari aspek ketepatan paket, maka paket ini sangat tepat untuk pengembangan bimbingan konseling-KRR pada siswa SLTP. Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa paket bimbingan konseling-KRR sudah berguna, layak, dan tepat untuk siswa SLTP. Data hasil uji beda wilcoxon antara skor pretest dan postest, menunjukkan bahwa ada berbedaan kesadaran diri siswa terhadap kesehatan reproduksinya antara sebelum diberikan bimbingan konseling dan sesudah diberikan Bimbingan dan Konseling-KRR. Hal ini, dinyatakan dengan seluruh aspek Bimbingan dan Konseling-KRR signifikan sesudah Bimbingan dan Konseling-KRR diberikan kepada siswa. Jadi paket PBK-KRR efektif untuk meningkatkan kesadaran diri siswa tentang kesehatan reproduksi remaja. Dari data observasi spesifikasi produk menunjukkan bahwa respon siswa rata-rata diperoleh penilaian yang baik, dan pada respon mengasyikkan diperoleh penilaian yang sangat baik, teknik bimbingan yang digunakan berupa permainan-permainan yang ternyata cukup menarik perhatian siswa. Jadi dapat dikatakan bahwa PBK-KRR memiliki spesifikasi produk (menarik, menyenangkan, mengasyikan, menggairahkan) yang sangat bermanfaat bagi siswa SLTP.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) > S2 Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 08 Feb 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/56069

Actions (login required)

View Item View Item