Dinamika kehidupan sosial masyarakat etnis Dayak Tidung dan etnis Bugis di Kelurahan Selumit pasca konflik september 2010 Tarakan / Darmayanti

Darmayanti (2018) Dinamika kehidupan sosial masyarakat etnis Dayak Tidung dan etnis Bugis di Kelurahan Selumit pasca konflik september 2010 Tarakan / Darmayanti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Darmayanti. 2017. Dinamika Kehidupan Sosial Masyarakat Etnis Dayak Tidung dan Etnis Bugis di Kelurahan Selumit Pasca Konflik September 2010 Tarakan. Skripsi. Prodi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A., Ph.D (II) I Dewa Putu Eskasasnanda, S.Ant, M.A Kata Kunci: Konflik, Etnis Dayak Tidung, Etnis Bugis, Dinamika Konflik pernah terjadi antara etnis Dayak Tidung dan etnis Bugis di Kota Tarakan pada tahun 2010. Konflik diakibatkan peristiwa kriminal yang berupa pembunuhan pada salah seorang anggota etnis Dayak Tidung oleh etnis Bugis. Banyak faktor yang memicu konflik terjadi di antaranya yang utama adalah rasa dendam dan kecemburuan sosial. Benturan antara kedua kelompok etnis ini menyebabkan seluruh masyarakat kota ketakutan dan membuat mereka harus mengungsi. Roda perekonomian Kota Tarakan sempat lumpuh total. Upaya perdamaian telah dilakukan antara pihak etnis Dayak Tidung dengan etnis Bugis untuk menyelesaikan konflik. Hasil dari kesepakatan yaitu kedua belah pihak berdamai. Imbas kesepakatan damai tersebut suasana kota kembali seperti semula. Masalah yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana sejarah terjadinya konflik antar etnis Dayak Tidung dan Bugis pada September 2010 Tarakan? (2) Bagaimana dinamika kehidupan sosial masyarakat entis Dayak Tidung dan Bugis pasca konflik September 2010 Tarakan? (3) Bagaimana bentukbentuk interaksi sosial masyarakat etnis Dayak Tidung dan Bugis di Kelurahan Selumit pasca konflik September 2010 di Tarakan? (4) Apa upaya yang dilakukan oleh masyarakat etnis Dayak Tidung dan etnis Bugis di Kelurahan Selumit dalam menjaga kerukunan antar warga masyarakat pasca konflik September 2010 Tarakan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan Snowball. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Konflik pada September 2010 terjadi karena adanya akumulasi kemarahan dan etnis Dayak Tidung terhadap etnis Bugis. (2) Konflik menyebabkan perubahan pada kehidupan sosial pada Etnis Dayak Tidung dan Etnis Bugis, akibatnya masyarakat menjadi sensitif terhadap SARA, dan sigap untuk segera mengatasi konflik yang muncul. (3) Bentuk interaksi yang terjalin antara anta etnis Dayak Tidung dan etnis Bugis berupa kerjasama dalam bidang ekonomi dan sosial. (4) Upaya yang dilakukan untuk menjaga kerukunan pasca konflik adalah dengan saling toleransi keberadaan satu sama lain. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu konflik antara etnis Dayak Tidung dan Bugis menyebabkan perubahan sosial pada masyarakat di Kelurahan Selumit. Perubahan tersebut berupa perubahan yang positif dan perubahan negatif. Dengan demikian perlu adanya penelitian lanjutan mengenai pentingnya menjaga kerukunan pasca konflik di Kota Tarakan. Jika seluruh masyarakat saling menjaga hubungan antara satu sama lain maka konflik tidak dapat kembali terjadi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sosiologi > S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 Jan 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/55931

Actions (login required)

View Item View Item