Makna simbolik pada tradisi Siraman Suroan Sedudo dalam kajian interaksionisme simbolik (di Kecamatan sawahan Kabupaten Nganjuk) / Atin Myanya

Myanta, Atin (2018) Makna simbolik pada tradisi Siraman Suroan Sedudo dalam kajian interaksionisme simbolik (di Kecamatan sawahan Kabupaten Nganjuk) / Atin Myanya. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Myanta, Atin. 2018. Makna Simbolik Pada Tradisi Siraman Suroan Sedudo Dalam Kajian Interaksionisme Simbolik (Di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk). Skripsi, Jurusan Sosiologi, Program Studi Pendidikan Sosiologi, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Anggaunitakiranantika, S.Sos, M.Sosio. Kata Kunci : Tradisi, Makna,Simbol,Interaksi simbolik Tradisi siraman suroan sedudo merupakan salah satu upacara adat yang dimiliki masyarakat Kecamatan Sawahan. Dalam tradisi siraman suroan sedudo sangat penuh simbol yang sarat akan makna yang harus dipahami oleh masyarakat yang menjalankannya. Simbol dalam tradisi siraman suroan sedudo merupakan suatu yang digunakan untuk menyampaikan maksud tersendiri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana eksistensi tradisi Siraman Suroan Sedudo yang berkembang di masyarakat Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk? 2)Bagaimana makna simbolik yang terkandung dalam tradisi Siraman Suroan Sedudo bagi masyarakat di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk? 3)Bagaimana interaksi simbolik yang terjadi pada masyarakat yang mengikuti tradisi Siraman Suroan Sedudo di Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Validitas dan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi, sedangkan metode analisis data yang digunakan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Keberadaan tradisi siraman suroan sedudo merupakan wadah untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai aspek kehidupan. Meski dalam pelaksanaan telah mengalami perubahan hal ini dilakukan untuk mempertahankan warisan leluhur tanpa menghilangkan makna sesungguhnya. Pemerintah turun serta membantu warga untuk melestarikan tradisi dengan dijadikan acara wajib setiap tahunya. 2) Simbol nampak dalam prosesi mulai dari diadakannya slametan,disajikan tarian bedhayan amek tirta, amek tirta,sawur puspita, mandi bersama dan peralatan yang digunakan mulai dari adanya wedhus kendhit, nasi tumpeng beserta lauknya, gedhang raja setangkep, Gunungan, Kembang setaman, menyan, jenang sengkala. Melalui tahapan prosesi dan peralatan yang digunakan, tradisi siraman suroan sedudo sesungguhnya dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan bentuk rasa syukur. 3) Dalam pelaksanaannya tradisi siraman suroan sedudo melibatkan hampir seluruh masyarakat Kecamatan Sawahan, sesepuh desa, jajaran pemerintahan. Keikutsertaan mereka dimaknai sebagai kepedulian dan kecintaan kepada sang leluhur. Berkumpulnya seluruh lapisan masyarakat dalam tradisi ini dianggap sebagai ajang silahturahmi.Partisipasi masyarakat di dalam tradisi siraman mengambarkan adanya tindakan harmoni sosial, keteraturan sosial, dan kerukunan sosial sebab semua anggota masyarakat dalam lingkaran bertetangga dengan suasana yang sama dan juga menikmati setiap prosesi dan makanan yang sama. Saran diberikan pada pemerintah untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat untuk terus melestarikan tradisi siraman suroan sedudo. Sedangkan untuk masyarakat Kecamatan Sawahan terus menjaga makna yang terkandung dalam siraman suroan sedudo dan mensosialisasikan kepada generasi muda agar mampu dipahami agar tradisi ini terus dilaksanakan tanpa kehilangan maknanya

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sosiologi > S1 Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/55794

Actions (login required)

View Item View Item