Perilaku ghasab di Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin, Berat Kulon, Kemlagi, Mojokerto / Dinda Nahdhiyah

Nahdhiyah, Dinda (2018) Perilaku ghasab di Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin, Berat Kulon, Kemlagi, Mojokerto / Dinda Nahdhiyah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Abstrak Nahdhiyah, Dinda. 2018. Prilaku Ghasab di Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin, Berat Kulon, Kemlagi, Mojokerto. Skripsi. Jurusan Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Irawan, M. Hum. Kata kunci : Pondok pesantren, Ghasab, Kebiasaan Skripsi ini membahas perilaku ghasab di Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin, Berat Kulon, Kemlagi, Mojokerto. Ghasab adalah memfungsikan barang milik orang lain tanpa izin terlebih dahulu kepada pemiliknya. Penelitian ini bersifat kualitatif, subyek penelitian ini meliputi pengasuh pondok, ustadzah dan santri pondok pesantren Roudlotun Nasyiin. Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang praktek ghasab yang ada di Pondok Pesantren. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana pandangan santri tentang perilaku ghasab yang ada di Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin?. (2) Mengapa terjadi perilaku ghasab di Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin?. (3) Bagaimana solusi dari pihak pengelola pondok untuk mengatasi perilaku ghasab di Pondok Pesantren Roudlotun Nasyiin? Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pola kehidupan komunal di pondok pesantren juga menjadi salah satu sebab adanya prilaku ghasab-mengghasab, Santri tersebut memiliki anggapan yang apriori, bahwa santri yang dighasab akan ridho dengan barang yang dighasab karena eratnya hubungan mereka dan selalu menganggap suatu barang sebagai ÔÇ£milikmu adalah milikkuÔÇØ dan ÔÇ£milikku adalah milikmuÔÇØ (2) Prilaku ghasab merupakan suatu tindakan mengambil atau menggunakan sesuatu yang bukan haknya tanpa seizin si pemilik. Hal ini bisa berarti pada sebuah kebiasaan, seperti kebiasaan meminjam sandal atau sepatu tanpa meminta ijin kepada pemiliknya Para santri memahami benar bahwa perilaku ghasab merupakan perilaku yang menyimpang, akan tetapi mereka tetap melakukan perilaku ghasab. (3) Solusi yang dapat ditawarkan sebagai upaya penanggulangan budaya ghasab yaitu memberi dan menegakkan peraturan dengan disiplin dan bersifat ubuddiyah (mendidik), dan juga meningkatkan mutu pembinaan akhlak.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sosiologi > S1 Pendidikan Sosiologi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 03 Jul 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/55787

Actions (login required)

View Item View Item