Tradisi upacara Maheso Suroan untuk mempertahankan sumber air bagi petani Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang (1976-2014) / Ria Alifah

Alifah, Ria (2015) Tradisi upacara Maheso Suroan untuk mempertahankan sumber air bagi petani Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang (1976-2014) / Ria Alifah. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Alifah, R. 2015. Tradisi Upacara Maheso Suroan untuk Mempertahankan Sumber Air bagi Petani Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang (1976-2014). Skripsi. Program Studi Pendidikan Sejarah. Jurusan Sejarah. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Nur Hadi, M.Pd., M.Si. Kata Kunci: Tradisi, Upacara Maheso Suroan, Sumber Air Kebudayaan merupakan segala sesuatu yang berupa adat, kepercayaan dan kebiasaan yang dilakukan masyarakat dan diteruskan secara turun menurun. Pelaksanaan tradisi upacara maheso suroan tidak lepas dari simbol-simbol serta kepercayaan yang terkandung didalamnya. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini menyangkut (1) Bagaimanakah pelaksanaan tradisiupacara Maheso Suroan Desa Sumbermujur pada bulan Suro. (2) Bagaimanakah makna Simbol dalam pelaksanaan tradisiupacara Maheso Suroan Desa Sumbermujur pada bulan Suro. (3) Bagaimanakahmanfaatpelaksanaan tradisi upacara maheso suroan diDesaSumbermujur. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) MendeskripsikanpelaksanaantradisiupacaramahesosuroanDesa SumbermujurpadabulanSuro. (2) Mendeskripsikanmaknasimbolik dalam pelaksanaantradisiupacaramahesosuroanDesa Subermujur pada bulan Suro. (3) Mendeskripsikanmanfaatpelaksanaan tradisi maheso suroan bagikehidupanmasyarakat DesaSumbermujur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah sosio-budaya.Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah wawancara, oservasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan tradisi upacara maheso suroan dimulai dari tahap persiapan, selanjutnya pelaksanaan tradisi yang dimulai dari pagi hari tepat pada tanggal satu Suro(2) makna simbol yang terkandung dalam pelaksanaan tradisi upacara maheso suroan yang berupa kepala sapi, polo pendem dan polo gemantung yang bermakna rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, tumpeng nasi kuning dan ingkung (3) pelaksanaan tradisi maheso suroan bermanfaat dalam beberapa bidang yaitu pada bidang pertanian, bidang kearifan lokal, hiburan dan bermanfaat dalam bidang pendidikan. Penulisan skripsi ini juga tidak lepas dari kekurangan, maka terdapat saran kepada beberapa pihak diantaranya bagi masyarakat Desa Sumbermujur agar tetap melaksanakan tradisi upacara maheso suroan. Bagi dinas terkait seperti Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang supaya lebih memperhatikan keberadaan tradisi upacara maheso suroan agar menjaga kelestarian serta eksistensinya, serta karena terdapat kekurangan dan keterbatasan waktu yang dimiliki oleh penulis dalam melakukan penelitian maka diharapkan kepada peneliti selanjutnya yang berminat pada tema tradisi disarankan untuk membahas agama yang dianut oleh mayoritas masyrakat Desa Sumbermujur yaitu Islam, namun tetap menjaga serta melaksanakan tradisi yang ada di Desa Sumbermujur atau yang biasa disebut dengan Kejawen.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S1 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 19 May 2015 04:29
Last Modified: 09 Sep 2015 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/55108

Actions (login required)

View Item View Item