Pengelolaan pembelajaran IPS kelas VII dalam KTSP di SMP Negeri 10 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Ryke Asriana

Asriana, Ryke (2010) Pengelolaan pembelajaran IPS kelas VII dalam KTSP di SMP Negeri 10 Malang tahun ajaran 2009/2010 / Ryke Asriana. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Asriana, Ryke. 2009. ÔÇ£Pengelolaan Pembelajaran IPS Kelas VII dalam KTSP di SMP Negeri 10 Malang tahun ajaran 2009/2010ÔÇØ. Skripsi, Jurusan Sejarah FIS Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Joko Sayono, M.Pd., M.Hum. (II) Dra. Hj. Siti Malikhah Towaf, M.A. Ph.D Kata kunci: Pengelolaan, IPS, KTSP. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi luas pada setiap satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi, tuntutan, dan kebutuhan masing-masing. KTSP sebagai inovasi terbaru dalam rangka peningkatan kualitas kurikulum tidaklah mudah diterapkan secara universal dan instant, bahkan Departemen Pendidikan Nasional menargetkan paling lambat tahun 2009/2010 semua sekolah telah melaksanakan KTSP secara menyeluruh. SMP Negeri 10 Malang merupakan salah satu dari sekolah yang telah menerapkan KTSP sejak dua tahun lalu. Sekolah yang berlokasi di perbatasan paling timur antara Kota Malang dan Kabupaten Malang ini telah menerapkan KTSP pada seluruh mata pelajaran, termasuk IPS. Dalam pelaksanaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang, siswa cenderung pasif dalam mengikuti pelajaran. Karakteristik siswa yang heterogen membuat guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan mengerjakan LKS. Ketika pelajaran berlangsung, siswa tidak memperlihatkan ketertarikan untuk belajar, bahkan ada siswa yang mengatakan sejarah IPS itu membosankan karena lebih banyak menghafalkan. Akibatnya banyak siswa yang pada waktu ulangan harian mendapatkan nilai di bawah KKM yang telah ditentukan sekolah yaitu 68. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 10 Malang bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS masih belum maksimal. Banyak permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran, salah satunya yaitu guru mengajar pelajaran yang bukan bidangnya. Rumusan masalah pada penelitian ini, diantaranya (1) Bagaimana pemahaman guru IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang dalam KTSP . (2) Bagaimana perencanaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang dalam KTSP. (3) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang dalam KTSP. (4) Bagaimana penilaian dan monitoring terhadap pelaksanaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi yaitu suatu naratif deskriptif yang bersifat menyeluruh disertai penafsiran seluruh aspek-aspek kehidupan dan mendeskripsikan kompleksitas kehidupan dalam hal ini adalah tentang pengelolaan pembelajaran IPS kelas VII di SMP Negeri 10 Malang yang melibatkan bagian kurikulum, guru, dan para siswa. Untuk memperoleh data digunakan metode observasi partisipatif pasif (passive participation), wawancara mendalam (in dept interview), studi dokumentasi. Untuk menguji objektivitas dan keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman guru IPS di SMP Negeri 10 Malang mengenai KTSP sebagian besar masih terbatas hanya mengetahui secara garis besarnya. Dalam perencanaan pembelajaran guru IPS telah menyusun program-program sesuai dengan acuan dalam KTSP. Pengembangan silabus oleh guru IPS masih mengadopsi model silabus dari Depdiknas, selanjutnya model silabus tersebut ditelaah dan disesuaikan dengan kondisi sekolah. Dalam hal penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru IPS diberi kebebasan untuk mengubah, memodifikasi, dan menyesuaikan RPP dengan kondisi sekolah dan karakteristik peserta didik. Pada awal pembelajaran guru IPS melakukan kegiatan apersepsi mengadakan pre-test atau me-review materi yang sebelumnya. Dalam pembelajaran guru telah menerapkan berbagai metode, sumber belajar serta media yang variatif. Evaluasi hasil belajar dilakukan guru melalui penilaian berbasis kelas untuk mengetahui kemampuan siswa dalam aspek penguasaan konsep dan penerapan konsep. Dari hasil penelitian tersebut maka disarankan, (1) Guru hendaknya selalu meningkatkan pemahamannya tentang KTSP dan menerapkannya secara profesional, (2) Guru hendaknya dapat mengembangkan kreatifitasnya sendiri dalam menyusun silabus dengan menyesuaikan kondisi dan potensi sekolah, (3) Guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam penggunaan metode pembelajaran, (4) Bagi pihak sekolah hendaknya secara berkala mengadakan kegiatan seminar, workshop serta rapat kerja mengenai KTSP, sehingga pemahaman guru tentang KTSP akan semakin meningkat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education > LB1603 Secondary Education. High schools
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Sejarah (SEJ) > S1 Pendidikan Sejarah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 24 Mar 2010 04:29
Last Modified: 09 Sep 2010 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/54501

Actions (login required)

View Item View Item