Proses pelaksanaan Sekolah Anti Korupsi (Sakti) oleh Malang Corruption Watch (MCW) dalam upaya kampanye pendidikan anti korupsi di Malang Raya / Ashlihatut Diana

Diana, Ashlihatut (2019) Proses pelaksanaan Sekolah Anti Korupsi (Sakti) oleh Malang Corruption Watch (MCW) dalam upaya kampanye pendidikan anti korupsi di Malang Raya / Ashlihatut Diana. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Diana, Ashlihatut. 2018. Proses Pelaksanaan Sekolah Anti Korupsi (Sakti) oleh Malang Corruption Watch Dalam Upaya Pelaksanaan Kampanye Pendidikan Anti Korupsi di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Zulkarnain, M.Pd., (II) Sopingi, S.Sos, M.Pd. Kata Kunci: Proses, Pendidikan, Anti Korupsi Korupsi merupakan masalah terbesar yang dihadapi negara dan Bangsa Indonesia saat ini. Upaya memberantas korupsi di Indonesia tidak hanya melalui tindakan hukum saja melainkan juga dengan upaya yang bersifat preventif. Salah satu pendidikan nonformal dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Lembaga swadaya masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Malang Raya adalah Malang Corruption Watch (MCW). Lembaga ini merupakan lembaga sosial independen yang mempunyai peran dalam pemberantasan dan penanggulangan masalah korupsi yang berada di daerah Malang Raya yang memiliki fokus dalam mengungkan kasus ÔÇô kasus korupsi yang terjadi di Malang Raya dan mengawasi praktek ÔÇô praktek korupsi yang ada dalam pemerintahan maupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksanaan sekolah anti korupsi (Sakti) oleh Malang Corruption Watch, (2) keterlibatan mahasiswa terhadap pelaksanaan sekolah anti korupsi (Sakti) oleh Malang Corruption Watch. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Informan penelitian ini terdiri dari badan pekerja Malang Corruption Watch dan peserta sekolah anti korupsi Malang Corruption Watch.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data interaktif yang dimulai dengan data collection, data reduction, data display, dan conclusion drawing and verifying. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan hasil penelitian sebagai berikut, (1) Dalam proses pelaksanaan sekolah anti korupsi yang diselenggarakan oleh Malang Corruption Watch (MCW) perlu hal ÔÇô hal yang matang agar output dari sekolah ini dapat menjadi pemuda yang tangguh dan sanggup melakukan proses pengawalan serta pendidikan anti korupsi kepada masyarakat, diantaranya berupa: (a) Materi yang disajikan pada kegiatan pembelajaran. Terdapat 14 materi pokok yang harus di sampaikan kepada peserta sekolah anti korupsi yang tidak hanya berisi tentang anti korupsi, melainkan juga gerakan rakyat dan sejarah perjuangan rakyat. ii (b) Metode yang dipakai selama kegiatan pembelajaran ada 4 metode, yaitu metode ceramah, metode diskusi, metode studi kasus, danmetode praktik. (c) Evaluasi pada kegiatan sekolah anti korupsi meliputi evaluasi atau penilaian terhadap keterampilan, kompetensi, kerjasama dan komitmen, dan (d) Hambatan yang dialami selama proses sekolah anti korupsi adalah rutinitas peserta yang padat sehigga menggangu proses kehadiran peserta pada proses pembelajaran serta komitmen peserta dalam mengikuti rangkaian pembelajaran yang tidak setiap pertemuan dapat hadir.(2) Selain programprogram pendidikan anti korupsi, upaya lain yang dilakukan dalam rangka pencegahan korupsi dapat melalui public awareness atau kesadaran serta kepedulian publik terhadap bahaya korupsi dan isu pemberdayaan masyarakat, sebagai bagian yang sangat penting dari upaya memberantas korupsi. Salah satu cara untuk meningkatkan public awareness adalah dengan melakukan kampanye intensif tentang bahaya korupsi. Sosialisasi serta meningkatkan pemahaman di ruang publik mengenai apa itu korupsi, dampak korupsi dan bagaimana memerangi korupsi. Tugas ÔÇô tugas yang diberikan kepada kader sekolah anti korupsi yang telah melalui tahap sekolah intensif juga berupa kampanye anti korupsi kepada masyarakat di wilayah malang raya. Kampanye tersebut dapat berupa ajakan secara lisan, maupun tulisan baik secara cetak, maupun online, diskusi, dan juga kegiatan FGD (Focus Group Discussion) yang bertujuan untuk memberikan upaya penyadaran mengenai bahaya korupsi dan menumbuhkan gerakan sosial anti korupsi masyarakat malang raya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S1 Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 15 Feb 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/5358

Actions (login required)

View Item View Item