Kajian anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan aksesibilitas, kondisi sosial ekonomi, dan perhatian orang tua di Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang / Dwi Lusi Ambarawati

Ambarwati, Dwi Lusi (2015) Kajian anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) berdasarkan aksesibilitas, kondisi sosial ekonomi, dan perhatian orang tua di Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang / Dwi Lusi Ambarawati. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Ambarwati, Dwi Lusi. 2014. Kajian Anak Putus Sekolah Tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Berdasarkan Aksesibilitas, Kondisi Sosial Ekonomi, dan Perhatian Orang Tua di Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Singgih Susilo, M.S, M.Si (II) Drs. Marhadi Slamet Kistianto, M.Si. Kata kunci: Anak Putus Sekolah, Aksesibilitas, Kondisi Sosial Ekonomi, dan Perhatian Orang Tua. Data Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2011 di Kabupaten Jombang menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah pada umur 15 tahun ke atas baru mencapai 7,08 tahun. Rata-rata tersebut berada di bawah rata-rata nasional yang sudah mencapai 7,9 tahun. Rendahnya rata-rata lama sekolah di Kabupaten Jombang dipengaruhi oleh rendahnya rata-rata lama sekolah di tingkat kecamatan, salah satu kecamatan yang mempengaruhi rendahnya rata-rata lama sekolah adalah Kecamatan Plandaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas, kondisi sosial ekonomi, dan perhatian orang tua anak putus sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas. Peneliian ini merupakan penelitian deskripif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 116 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik simple random sampling atau sampel secara acak sederhana. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 53 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumenasi. Analisis yang digunakan adalah analisis data tabulasi tunggal. Hasil penelitian menunjukkan penyebab anak putus sekolah tingkat SMA adalah (1) aksesibilitas yang rendah, yakni jarak tempat tinggal dengan sekolah yang cukup jauh, cara tempuh yang tidak efektif, waktu tempuh yang dibutuhkan cukup lama, dan kondisi jalan akses menuju sekolah yang sulit. (2) kondisi sosial ekonomi, tingkat pendidikan orang tua yang rendah, jenis pekerjaan orang tua sebagian besar sebagai petani dan buruh tani, tingkat pendapatan orang tua anak putus sekolah yang rendah, banyaknya beban tanggungan keluarga, serta kegiatan produktif anak di rumah, (3) perhatian orang tua, persepsi orang tua mengenai pentingnya pendidikan bagi anak yang kurang. Rendahnya perhatian orang tua baik dalam hal tingkat pemenuhan fasilitas belajar maupun perhatian terhadap anak untuk belajar. Berdasarkan hasil penelitian Pemerintah Kabupaten Jombang, disarankan (1) meningkatan aksesibilitas dengan meningkatkan keterjangkauan akses menuju sekolah berupa perbaikan jalan dan penyediaan sarana dan prasarana transportasi dan fasilitas umum yang mendukung, (2) meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat, (3) meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak melalui kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pada masyarakat mengenai peran pendidikan bagi anak hingga ke pelosok pegunungan serta daerah yang terpencil secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S1 Pendidikan Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 21 Jan 2015 04:29
Last Modified: 09 Sep 2015 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/53289

Actions (login required)

View Item View Item