Peningkatan kualitas hidup lansia melalui berlatih rebana di Majelis TaÔÇÖlim Al-Madinah Kota Malang / Anindya Putri Dewanti

Dewanti, Anindya Putri (2018) Peningkatan kualitas hidup lansia melalui berlatih rebana di Majelis TaÔÇÖlim Al-Madinah Kota Malang / Anindya Putri Dewanti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i RINGKASAN Dewanti Anindya Putri. 2014. Peningkatan Kualitas Hidup Lansia dalam Berlatih Rebana di MajelisTa lim Al-Madinah Kota Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Hj. Umi Dayati M.Pd (2) Dr. H.M.Ishaq M.Pd. Kata Kunci Motivasi Lansia BerlatihRebana Kualitas Hidup Berlatih rebana di Majelis Ta lim Al-Madinah merupakan sebagai wadah/tempat untuk mempelajari dan memperdalam ilmu agama Islam. Salah satu hal menarik lainnya dalam berlatih rebana tersebut adalah diikuti oleh para lanjut usia. Berlatih rebana merupakan salah satu sarana pendidikan yang di kemas secara modern. Berlatih rebana merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dalam segala bidang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang peningkatan kualitas hidup lansia melalui berlatih rebana di Majelis Ta lim Al-Madinah Kota Malang. Dalam melakukan pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi wawancara dan studi dokumentasi. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik analisis studi kasus. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa motivasi lansia mengikuti rebana ialah motivasi yang berasal dari dalam diri lansia itu sendiri seperti motivasi lansia memiliki keinginan untuk belajar dan memperdalam ilmu agama. sedangkan motivasi yang berasal dari luar ialah motivasi seperti dorongan dari keluarga dan lingkungan. Meningkatkan kualitas hidup lansia dilihat dari bagaimana upaya-upaya yang dilakukan lansia dalam menerapkan kualitas hidup (1) menerapkan upaya agar lansia memiliki masa tua yang lebih baik (2) menerapkan upaya agar lansia tidak mudah merasa pikun (3) menerapkan upaya agar lansia tidak mudah merasa cemas berhubungan (4) menerapkan upaya agar lansia merasa dihargai dan (5) menerapkan upaya agar lansia tidak mudah khawatir. Sehingga memungkinkan mereka dapat menikmati masa tuanya dengan penuh makna membahagiakan berguna dan berkualitas. Pada faktor penghambat dan pendorong lansia dalam mengikuti kegiatan berlatih rebana di timbulkan dari dua faktor yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri lansia sedangkan faktor ekstern yang berpengaruh terhadap berlatih rebana adalah faktor yang berasal dari luar diri lansia. Solusi yang digunakan untuk mengatasi hambatan motivasi lansia dalam berlatih rebana merupakan solusi yang pengajar perhatikan mulai dari kondisi fisik lansia sampai dengan cara untuk memberikan rangsangan belajar agar lansia tidak merasa bosan dalam penyampaian pembelajaran. Saran pertama disarankan pihak lansia dalam mengikuti kegiatan berlatih rebana hendaknya tetap eksis dan terus beraktivitas dalam bidang keagamaan yang nantinya akan bermanfaat untuk pribadi lansia sendiri dan akan di jadikan bekal hidup di akhirat nantinya. Agar tetap eksis dalam mengikuti kegiatan berlatih rebana adalah dengan cara terus meningkatkan motivasi dalam diri lansia. Saran kedua disarankan Ketua Majelis Ta lim Al- Madinah untuk terus menjaga dan meningkatkan semangat lansia dalam meningkatkan kegiatan ibadah dan pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama Islam. Dengan cara berlatih rebana sebagai media pembelajaran bagi lansia yang dikemas dengan cara yang lebih modern.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) > Jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) > S1 Pendidikan Luar Sekolah
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 29 Aug 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/5328

Actions (login required)

View Item View Item