Bentuk-bentuk pelaksanakan usaha tani dalam tradisi petani lahan rawa lebak di kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan / Farina Amelia

Amelia, Farina (2009) Bentuk-bentuk pelaksanakan usaha tani dalam tradisi petani lahan rawa lebak di kecamatan Labuan Amas Utara Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan / Farina Amelia. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

Pertanian lahan rawa lebak di Kalimantan Selatan sudah berjalan sangat lama dan telah mampu memberikan penghidupan bagi petani. Dalam waktu yang demikan lama, petani telah mampu memahami dengan baik dan mendalam terhadap kondisi dan karakter lahannya. Pertanian di lahan rawa lebak sebagian besar masih bersifat tradisional, mulai dari persemaian benih, penanaman, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, pengelolaan air, panen, hingga pasca panen. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi geografis, bentuk usaha tani, penggunaan alat pertanian, dan tradisi yang dilaksanakan petani lahan rawa lebak di Desa Banua Kupang dalam upaya pemeliharaan lahan pertaniannya. Populasi penelitian ini adalah petani lahan rawa lebak di Desa Banua Kupang, Kecamatan Labuan Amas Utara yang berjumlah 108 orang. Sampel yang diambil sebanyak 77 orang yang dihitung menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Isaac dan Michael. Data primer terdiri dari profil petani, bentuk kegiatan usaha tani, penggunaan peralatan pertanian, dan tradisi yang dikembangkan petani lahan rawa lebak di Desa Banua Kupang dalam pemeliharaan lahan pertaniannya yang dikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi. Setelah data terkumpul dianalisis dengan menggunakan tabel persentase. Data sekunder terdiri dari kondisi geografis dan kondisi demografis Desa Banua Kupang, serta peta wilayah Desa Banua Kupang yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi lahan di Desa Banua Kupang didominasi oleh lahan rawa lebak yang potensial digunakan sebagai areal pertanian, baik untuk tanaman padi, palawija, maupun holtikultura. Petani masih menerapkan pengetahuan turun-temurun yang mereka miliki walaupun sudah mengalami penurunan akibat penyuluhan pertanian ataupun cara bertani yang dikembangkan sendiri oleh petani yang dirasa lebih efisien untuk menghemat waktu, modal, dan tenaga. Penggunaan alat-alat pertanian tradisional masih dipertahankan dikarenakan fungsinya masih sulit digantikan. Penggunaan alat pertanian non tradisional hanya digunakan sebagai pelengkap atau pengganti yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan dalam kegiatan usaha tani, serta efisiensi waktu dan tenaga. Bamula, selamatan pasca panen, dan gotong-royong merupakan tradisi yang masih banyak dilaksanakan oleh para petani sebagai upaya memelihara kelestarian lingkungan lahan rawa lebak mereka.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Geografi (GEO) > S1 Pendidikan Geografi
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 13 May 2009 04:29
Last Modified: 09 Sep 2009 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/52737

Actions (login required)

View Item View Item