Peran masyarakat alun-alun dan pemerintah Kota Malang dalam menangani pengemis di kawasan Masjid Agung Jami' Kota Malang / Satrio Tri Nanda Bintara

Bintara, Satrio Tri Nanda (2019) Peran masyarakat alun-alun dan pemerintah Kota Malang dalam menangani pengemis di kawasan Masjid Agung Jami' Kota Malang / Satrio Tri Nanda Bintara. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

i ABSTRAK Bintara, Satrio Tri Nanda. 2018. Peran Masyarakat alun-Alun dan Pemerintah Kota Malang dalam Menangani Pengemis di sekitar Masjid Agung JamiÔÇÖ Kota Malang. Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Program Studi Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial. Pembimbing: (I) Dr. Didik Sukriono, S.H, M.Hum (II) Rusdianto Umar, S.H, M.Hum Kata Kunci: Peran, Penanganan, Pengemis Pada era modernisasi ini mengemis dianggap sebagai profesi pekerjaan bagi beberapa masyarakat Indonesia karena dengan mengemis para pengemis ini dengan mudah mendapatkan uang tanpa harus mengeluarkan modal ataupun jasa yang bisa ditawarkan. Tentu hal ini menjadi suatu penyimpangan sosial karena masyarakat yang berprofesi sebagai pengemis menganggap mendapatkan penghasilan dengan cepat tanpa bekerja merupakan hal yang wajar atau baik. Para pengemis tersebut memiliki berbagai strategi dalam mendapatkan penghasilan dengan mudah seperti ibu-ibu yang membawa anaknya yang masih dibawah umur dan berdiri di pinggir jalan atau didekat lampu lalu lintas menunggu pengemudi kendaraan yang merasa iba dan memberikan uang kepada mereka. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1980 Tentang Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis disebutkan bahwa pengemis tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Peraturan tersebut memunculkan upaya penanggulangan pengemis di Indonesia dengan memberikan program rehabilitasi agar mereka mampu mencapai taraf hidup yang layak tanpa melanggar norma. Meskipun beberapa program Pemerintah sudah dilakukan tapi masih belum dapat membuat jera para pengemis. Program yang dilaksanakan pemerintah dirasa masih kurang efektif dalam pelaksanaan nya untuk itu perlu ada solusi lain seperti melibatkan masyarakat umum dalam menangani pengemis yang berkeliaran khususnya di kota besar. Pengemis sering berkeliaran di kota-kota besar seperti di Kota Malang. Di Kota Malang pengemis dapat di jumpai dibeberapa titik keramaian seperti didepan Masjid Sabililah Kota Malang, Balai Kota Malang dan di kawasan Masjid Agung JamiÔÇÖ Kota Malang. Penelitian ini berisi tentang peran masyarakat Alun-Alun dan Pemerintah Kota Malang dalam menangani pengemis dilingkungan Masjid Agung JamiÔÇÖ Kota Malang Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) untuk mengetahui peran masyarakat Alun-Alun Kota Malang dalam menangani pengemis di Masjid Agung JamiÔÇÖ Kota Malang, (2) untuk mengetahui peran Pemerintah Kota Malang dalam menangani pengemis di Masjid Agung JamiÔÇÖ Kota Malang, (3) untuk mengetahui bentuk pelaksanaan penanganan pengemis yang dilakukan Pemerintah Kota Malang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mencoba mengungkapkan kebenaran yang terjadi di lapangan terhadap peran masyarakat dan pemerintah dalam menangani sebuah masalah sosial. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam langsung ke lapangan dan studi dokumentasi dilapangan. Teknik analisis data yang digunakan ii adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Untuk menjamin kebasahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara Pemeriksaan Sejawat Melalui Diskusi, Keajegan Pengamatan, Triangulasi, Tersedianya Referensi. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Peran masyarakat Alun-Alaun Kota Malang dalam menangani pengemis di sekitar Masjid Agung JamiÔÇÖ Kota Malang dilakukan secara tidak langsung atau secara tidak sadar dilakukan oleh beberapa masyarakat. Diantaranya pemasangan tulisan oleh beberapa pemilik took di sekitar Masjid Agung JamiÔÇÖ dan Alun-Alun untuk menentukan hari mereke bersedia menerima pengemis. Peran kedua sering nya para pengunjung Masjid Agung JamiÔÇÖ dalam memberi sebuah makanan pada Hari JumÔÇÖat membuat pada hari lain pengemis tidak ada yang berkeliaran di depan Masjid Agung JamiÔÇÖ sehingga mempermudah Satuan Pamong Praja dalam menangkapnya. (2) Peran Pemerintah Kota Malang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Malang dan Polisi Satuan Pamong Praja Kota Malang dengan tiga strategi penanganan yaitu usaha preventif, represif, dam rehabilitatif. (3) Bentuk pelaksanaan penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota Malang terfokus pada tata urutan dan pelaksanaan tindakan preventif, represif, dan rehabilitatif. Saran yang diberikan peneliti setelah melakukan penelitian antara lain (1)Peran masyarakat yang minim hendaknya dilakukan secara maksimal dengan bantuan dari Pemerintah Kota Malang. (2) Perlu adanya penyuluhan dan penghalauan pengemis yang lebih sering dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dengan melibatkan masyarakat .

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 15 Jan 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/52386

Actions (login required)

View Item View Item