Implementasi prakarya membatik untuk Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang / Wiwin Dwi Jayanti

Jayanti, Wiwin Dwi (2019) Implementasi prakarya membatik untuk Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang / Wiwin Dwi Jayanti. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

viii ABSTRAK Jayanti, Wiwin Dwi. 2018. Implementasi Prakarya Membatik untuk Penguatan Pendidikan Karakter di SMA Negeri 1 Turen Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Siti Awaliyah, S.Pd, M.Hum (II) Dr. Nuruddin Hady, S.H, M.H Kata Kunci: Prakarya, Membatik, Karakter Pengutaan pendidikan karakter merupakan upaya untuk memperkuat karakter peserta didik yang dapat dilakukan di sekokah. Penguatan pendidikan karakter mengandung lima nilai karakter utama sebagai upaya meningkatkan mutu kualitas pendidikan dan memperkuat karakter peserta didik. Penguatan pendidikan karakter salah satunya dapat diintegrasikan dengan mata pelajaran prakarya membatik. Prakarya membatik mengandung subnilai karakter yang sesuai dengan nilai-nilai penguatan pendidikan karakter. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran prakarya membatik untuk penguatan pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Turen, (2) pelaksanaan pembelajaran prakarya membatik untuk penguatan pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Turen, (3) kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran prakarya membatik untuk penguatan pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Turen, (4) upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran prakarya membatik untuk penguatan pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Turen. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif, dengan teknik deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran prakarya membatik dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, sedangkan sumber data sekunder menggunakan dokumentasi, RPP dan silabus mata pelajaran prakarya membatik. Teknik analisa data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh 4 (empat) temuan penelitian. Pertama, perencanaan pembelajaran prakarya membatik untuk penguatan pendidikan karakter diterapkan untuk kelas X dan materinya disesuaiakan dengan struktur kurikulum terbaru. Perencanaan pembelajaran prakarya membatik dilakukan oleh guru mata pelajaran dengan memperhatikan susunan rencana perangkat pembelajaran kurikulum 2013. Perencanaan pembelajaran prakarya membatik mengandung subnilai yang sesuai dengan lima nilai karakter utama sesuai dengan penguatan pendidikan karakter. Nilai karakter yang terkandung dalam perencanaan pembelajaran prakarya membatik antara lain nilai karakter religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas. Kedua, pelaksanaan pembelajaran prakarya membatik disesuaikan dengan rancangan perangkat pembelajaran yang telah disusun. Pelaksanaan pembelajaran prakarya membatik meliputi kegiatan di dalam kelas dan kegiatan praktek. Pelaksanaan pembelajaran prakarya membatik memiliki subnilai hubungan individu dengan Tuhan, apresiasi budaya bangsa dan mengahargai budaya bangsa, kreatif dan tanggung jawab. Nilai karakter yang terkandung dalam pelaksanaan pembelajaran prakarya ix membatik adalah nilai religius, nasionalis, mandiri dan integritas. Ketiga, kendala dalam pelaksanaan pembelajaran prakarya membatik terletak pada kendala teknis dan kendala yang berasal dari peserta didik. Kendala teknis berupa listrik tiba-tiba padam mengganggu jalannya proses pembelajaran prakarya membatik untuk penguatan pendidikan karakter. Kendala dari segi siswa yaitu kurangnya kesiapan dalam mengikuti pelajaran sehingga siswa kurang memperhatikan dan menunda-nunda pekerjaan yang diberikan guru. Keempat, upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala dalam pembelajaran prakarya membatik adalah kreatifitas guru mengisi kegiatan lain ketika listrik tiba-tiba padam ditengah proses pembelajaran, juga diberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan perhatian khusus. Saran yang diberikan oleh penulis yaitu (1) Kepala Sekolah, sebaiknya prakarya membatik diterapkan untuk semua jenjang kelas yaitu kelas X,XI dan XII sebagai upaya penguatan pendidikan karakter yang menyeluruh (2) Bidang Sarana dan Prasarana, seyogyanya bisa memfasilitasi disediakannya genset sebagai cadangan pengganti apabila listrik tiba-tiba padam sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (3) Peserta didik, sebaiknya menyiapkan diri untuk dapat mengoptimalkan kegiatan pembelajaran prakarya membatik karena pelajaran tersebut memuat nilai karakter yang bagus untuk pembentukan karakter diri. Dibutuhkan perhatian yang sungguh-sungguh dan mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif (4) Pemerintah/Dinas Pendidikan, sebaiknya pemerintah merekomendasikan prakarya membatik sebagai penguatan pendidikan karakter di sekolah-sekolah lain karena mengandung nilai-nilai karakter yang sesuai dengan kepribadian bangsa.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 09 Jan 2019 04:29
Last Modified: 09 Sep 2019 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/52378

Actions (login required)

View Item View Item