Pola kehidupan Komunitas Punk dan Anak Jalanan di Kota Malang / Sista Apsari

Apsari, Sista (2018) Pola kehidupan Komunitas Punk dan Anak Jalanan di Kota Malang / Sista Apsari. Diploma thesis, Universitas Negeri Malang.

Full text not available from this repository.

Abstract

RINGKASAN Apsari, Sista. 2018. Pola Kehidupan Komunitas Punk dan Anak Jalanan di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Didik Sukriono, SH, M.Si (II) Dr. Edi Suhartono, SH, M.Pd Kata Kunci : Pola Kehidupan, Komunitas Punk, Anak Jalanan Pola kehidupan adalah kebiasaan yang dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Manusia dengan lingkungan tertentu dapat membentuk pola kehidupan yang khas, sehingga ditemukan berbagai pola kehidupan dengan kekhasannya masing-masing. Salah satunya adalah pola kehidupan komunitas punk dan anak jalanan yang memiliki gaya serta rutinitas yang berbeda setiap harinya. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui, (1) pola kehidupan komunitas punk dan anak jalanan di Kota Malang (2) Faktor yang membuat seseorang bergabung dalam komunitas punk dan anak jalanan di Kota Malang (3) upaya Dinas Sosial Kota Malang dalam menangani komunitas punk dan anak jalanan. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskripsi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan metode yaitu: observasi, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan mengecek data yang diperoleh dari lapangan, reduksi data dan menyimpulkan. Untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, peneliti melakukan pengecekan data dengan cara perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, dan triagulasi. Adapun hasil penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut. Pertama pola kehidupan komunitas punk. Punk merupakan kata dari public united not kingdom yang artinya adalah masyarakat di luar kerajaan, dan mereka menginginkan suatu kebebasan. Kegiatan sehari hari yang di lakukan oleh komunitas punk untuk kebutuhan makan biasanya di lakukan dengan cara mengamen, berjualan stiker, dan ada yang memiliki usaha distro (toko pakaian). Lalu mengenai fashion yang di gunakan oleh komunitas punk mulai dari gaya rambut mowhacwk, celana jeans robek, memakai sepatu boots, memakai tatto, piercing atau tindik serta aksesoris lainya yang terlihat unik dan memiliki makna, selanjutnya kenakalan atau pelanggaran yang biasa di lakukan oleh komunitas punk seperti minum-minuman keras, menggunakan narkoba dan melakukan seks bebas. Serta tentang pola kehidupan anak jalanan seperti kegiatan mengemis atau mengamen, hasil yang di dapatkan dalam sehari. Kedua untuk menggali alasan atau faktor yang membuat seseorang atau anak bergabung dalam komunitas punk dan anak jalanan, seperti : faktor broken home atau keluarga yang bermasalah , faktor ikut ÔÇô ikutan teman atau salah pergaulan, dan faktor ekonomi atau kemiskinan. Ketiga upaya Dinas Sosial Kota Malang dalam menangani komunitas punk dan anak jalanan di Kota Malang, meliputi tiga cara yaitu preventif (pencegahan sebelum penyimpangan sosial dilakukan, kuratif (tindakan yang dilakukan ketika penyimpangan sosial di lakukan) dan rehabilitatif (memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar). Serta kendala yang di hadapi pihak Dinas Sosial kota Malang dalam menangani komunitas punk dan anak jalanan yaitu dari kurangnya kesadaran diri sendiri dan masyarakat yang kurang mendukung program pemerintah. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian ini antara lain: untuk komunitas punk hendaknya tetap menjunjung tinggi kebersamaan dan menjadi pemuda yang lebih baik lagi dan bisa bermanfaat untuk keluarga, masyarakat dan negara dan bagi anak ÔÇô anak jalanan semoga yang mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui Dinas Sosial di Kota Malang sehingga lebih semangat dalam mengikuti pelatihan keterampilan dan pemberian modal serta dapat hidup lebih layak di panti asuhan. Dan untuk Dinas Sosial Kota Malang semoga bisa lebih meningkatkan kinerja nya dalam melayani dan mensejahterakan masyarakat Kota Malang.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: ?? ??
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial (FIS) > Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan (HKn) > S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Depositing User: Users 2 not found.
Date Deposited: 18 May 2018 04:29
Last Modified: 09 Sep 2018 03:00
URI: http://repository.um.ac.id/id/eprint/52308

Actions (login required)

View Item View Item